Membawa semangat untuk terus menghubungkan pemuda lokal dengan dunia internasional, AIESEC in Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menghadirkan pengalaman seru melalui agenda City Tour bersama para sukarelawan asing (Exchange Participants).
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai tur wisata biasa, melainkan sebagai ruang interaksi lintas budaya yang mempertemukan para EP dengan berbagai sisi kehidupan Kota Palembang. Melalui aktivitas tersebut, para sukarelawan diajak untuk mengenal lebih dekat sejarah kota, menikmati berbagai pengalaman lokal, hingga merasakan langsung keramahan masyarakat Bumi Sriwijaya.
Melihat antusiasme tinggi dari kolaborasi lintas budaya yang menjadi salah satu ciri khas program AIESEC in Unsri, agenda City Tour kali ini difokuskan pada eksplorasi berbagai destinasi ikonik dan bersejarah di Kota Palembang.
Rombongan diajak untuk menyusuri jejak sejarah kota pempek dengan mengunjungi Benteng Kuto Besak (BKB), melihat ikon kebanggaan Palembang yaitu Jembatan Ampera, serta menyelami berbagai peninggalan budaya di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
Selama perjalanan berlangsung, para tour guide lokal mengambil peran penting dengan menjelaskan cerita dan nilai historis di balik setiap tempat yang dikunjungi. Penjelasan tersebut memberikan wawasan baru bagi para EP mengenai sejarah dan budaya lokal yang mungkin belum mereka ketahui sebelumnya.
Tidak hanya mendapatkan informasi mengenai tempat-tempat bersejarah, para EP juga mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat Palembang.
Menariknya, kehangatan program ini justru terasa melalui interaksi-interaksi sederhana dengan masyarakat sekitar. Momen membeli makanan, berbincang, hingga menikmati suasana di sekitar destinasi menjadi pengalaman yang mempererat hubungan antara para EP dan anggota AIESEC in Unsri.
Perbedaan budaya dan latar belakang pun menjadi jembatan untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan keceriaan selama perjalanan.

“Mengikuti rangkaian City Tour kemarin bersama para EP benar-benar pengalaman yang seru dan berkesan! Kami mengunjungi berbagai destinasi ikonik di Palembang seperti BKB, Ampera, dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Salah satu momen yang paling hangat terasa waktu kami bersantai di area museum. Kami ikut meramaikan pedagang lokal dengan membeli buah potong dan es krim bapak-bapak di sana, dan para EP pun sangat antusias ikut jajan serta membaur santai bersama warga lokal,” ungkap Keisha Putriku Soleha, salah satu anggota AIESEC in Unsri yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Keseruan agenda ini tidak berhenti pada eksplorasi sejarah dan budaya saja. Berinteraksi dan mendampingi teman-teman internasional sepanjang hari tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi anggota AIESEC in Unsri.
Perbedaan kebiasaan, bahasa, hingga kondisi cuaca menjadi bagian dari proses adaptasi selama kegiatan berlangsung. Namun, berbagai hal tersebut justru membuat perjalanan menjadi semakin berkesan dan memberikan pengalaman baru bagi seluruh peserta.

“Senangnya lagi, para EP benar-benar enjoy selama tour. Kebetulan mereka juga sudah terbiasa dengan iklim yang mirip, jadi cuaca terik Palembang sama sekali bukan masalah buat mereka. Selama keliling, tour guide kami asyik banget menjelaskan sejarah di balik tempat-tempat yang dikunjungi. Akhirnya, seluruh perjalanan panjang hari itu ditutup dengan makan Martabak Har bareng-bareng. Benar-benar penutup yang pas!” tambah Keisha menceritakan pengalamannya.
Selain menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi lokal, City Tour juga menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi seluruh peserta. Para EP dapat mengenal Palembang tidak hanya melalui tempat-tempat yang mereka kunjungi, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan anggota AIESEC in Unsri.
Di sisi lain, anggota AIESEC juga mendapatkan kesempatan untuk belajar memahami perspektif dan budaya dari para EP yang berasal dari berbagai negara.
Melalui edisi program kali ini, AIESEC in Unsri berharap semangat kepemimpinan, kolaborasi, dan rasa bangga terhadap budaya lokal dapat terus terjaga dan semakin kuat.
Pengalaman sederhana selama City Tour diharapkan dapat menjadi salah satu kenangan berharga bagi para EP selama menjalankan perjalanan mereka di Palembang.
Rangkaian program ke depan juga akan terus dimatangkan agar mampu memberikan pengalaman, koneksi, dan dampak yang lebih luas bagi pemuda lokal maupun internasional.
Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa interaksi lintas budaya dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Dari berjalan bersama menyusuri destinasi bersejarah, berbagi cerita, menikmati kuliner lokal, hingga tertawa bersama, setiap momen dapat menjadi ruang untuk saling mengenal.
AIESEC in Unsri mengajak pemuda Sumatera Selatan untuk terus berani mengambil peran dan menjadi bagian dari interaksi positif yang menghubungkan Palembang dengan dunia.


