siwak masih relevan di era modern ini manfaatnya bagi kesehatan gigi - News | Good News From Indonesia 2026

Siwak Masih Relevan di Era Modern, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Gigi

Siwak Masih Relevan di Era Modern, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Gigi
images info

Siwak | Wikimedia Commons | Nvilko


Siwak telah lama digunakan sebagai alat pembersih gigi alami oleh masyarakat Muslim di negara Timur Tengah, Pakistan, Nepal, India, Afrika dan Malaysia. Kelekatan itulah yang membuat siwak identik dengan tradisi keagamaan.

Padahal di baliknya, siwak juga memiliki manfaat ilmiah yang mendukung kesehatan gigi dan mulut, bahkan hingga rasa percaya diri saat berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

Dilansir dari buku Siwak Sebagai Alternatif Alat Kebersihan Gigi dan Mulut, siwak memiliki sifat antimikroba yang membuatnya lebih dari sekadar alat pembersih gigi biasa. Sifat ini berasal dari kandungan zat aktif seperti sulfat, silik on, fluoride, kalsium, fosfat, hingga tanin.

Oleh karena itu, siwak sebenarnya masih relevan hingga saat ini untuk menjadi pilihan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Mulai dari bentuk fisiknya yang khas hingga zat aktif yang membuatnya efektif melawan bakteri.

baca juga

Mengenal Bentuk dan Kandungan Siwak

Secara ilmiah, siwak berasal dari Salvadora persica atau yang dikenal sebagai pohon Arak. Tanaman yang termasuk famili Salvadoraceae ini berbentuk pohon kecil atau semak dengan batang bercabang dan tinggi maksimal sekitar tiga meter.

Bagian yang umum digunakan sebagai siwak adalah batangnya yang memiliki panjang sekitar 15 sampai 20 sentimeter dengan diameter 1 sampai 1,5 sentimeter.

Salvadora persica atau pohon arak, bahan utama siwak | Wikimedia Commons | Kenraiz
info gambar

Salvadora persica atau pohon arak, bahan utama siwak | Wikimedia Commons | Kenraiz


Ketika kulit batang dikelupas, bagian dalamnya tampak berwarna putih dengan serat yang cukup banyak. Warna kulit luarnya sendiri cokelat dengan aroma menyerupai seledri dan rasa yang sedikit pedas.

Struktur inilah yang membuat batang siwak menjadi efektif untuk digunakan sebagai alat pembersih gigi. Dan seratnya yang elastis memungkinkan batang dapat menekuk mengikuti bentuk mulut, sehingga bisa mengikis sisa makanan dan plak yang menempel pada gigi.

Maka dari itu, siwak dinilai aman bagi kesehatan gusi dan tidak mudah merusak jaringan gigi meski digunakan dengan tekanan yang cukup kuat.

Selain struktur seratnya, manfaat siwak juga tidak terlepas dari kandungan zat aktif di dalamnya. Berbagai zat tersebut memiliki sifat antibakteri alami yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri di dalam mulut, termasuk Streptococcus mutans, yaitu bakteri utama penyebab plak dan karies gigi.

Efek antibakteri ini telah diuji menggunakan berbagai konsentrasi ekstrak serbuk kayu siwak yang nantinya akan mulai terlihat pada konsentrasi 5 persen, dan semakin kuat seiring naiknya konsentrasi hingga mencapai titik maksimum pada konsentrasi 25 persen.

Melansir dari laman resmi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Ety Sari Handayani menyebut siwak juga mengandung alkaloid dan vitamin C yang dapat mengurangi pembentukan plak, memperkuat email gigi, sekaligus menjaga kesehatan jaringan periodontal atau jaringan penyangga gigi.

baca juga

Tetap Eksis di Tengah Dunia Modern

Membersihkan gigi dengan sikat gigi saja terkadang belum cukup untuk menjangkau sela-sela di antara gigi rawan yang menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan bakteri (ruang interproksimal). Karena itu ada berbagai alat bantu pelengkap seperti benang gigi, tusuk gigi, sikat interdental, dan water irrigation.

Di antara pilihan-pilihan tersebut, siwak punya keunggulan tersendiri, yaitu bisa langsung dipakai tanpa perlu pasta gigi maupun air. Keunggulan praktis inilah yang membuat World Health Organization (WHO) menjadikan siwak sebagai salah satu komoditas kesehatan yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.

Karena berpotensi dapat membantu masyarakat di negara berkembang yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun fasilitas kesehatan gigi. Sehingga, ia dinilai layak untuk digunakan sebagai alat kebersihan mulut karena mudah diperoleh dan harganya relatif terjangkau.

Namun terlepas dari itu semua, manfaat siwak baru bisa dirasakan secara maksimal jika cara penggunaannya juga tepat. Sebab, pemakaian yang terlalu keras berisiko menimbulkan trauma pada jaringan lunak mulut, atau bahkan menyebabkan abrasi pada permukaan gigi.

"Penggunaan siwak secara lembut dan teratur dapat menjadi alternatif maupun pelengkap dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut bersama dengan penggunaan sikat gigi modern," tulis Ety Sari Handayani dalam tulisannya di laman resmi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HK
FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.