Matcha yang sempat dikenal sebagai pilihan alternatif kopi kini semakin populer di Indonesia. Selain menjadi menu minuman, matcha mulai hadir dalam berbagai olahan dan membuat orang tertarik pada asal serta jenisnya, seperti ceremonial grade, usucha, koicha, Uji, dan Nishio. Perdebatan soal rasa pahit, umami, creamy, hingga penggunaan susu juga ikut muncul di kalangan penikmatnya.
Tren ini turut menggerakkan bisnis kuliner. Matcha hadir di banyak kafe, bar khusus, hingga dessert, croissant, soft serve, dan es serut. Produksi matcha lokal juga mulai dikembangkan di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai alternatif matcha impor.
Popularitas matcha menunjukkan bahwa anak muda kini mencari pengalaman dari minuman yang mereka konsumsi. Proses penyajian hingga tampilannya menjadi bagian dari cerita yang dibagikan di media sosial.











