Kabel listrik dan internet yang menjuntai di tiang masih menjadi pemandangan umum di Indonesia, karena lebih murah dan cepat dibangun saat elektrifikasi massal. Sebaliknya, pemasangan kabel bawah tanah butuh biaya hingga lima sampai sepuluh kali lebih besar serta koordinasi lintas lembaga yang rumit.
Kondisi kabel yang semrawut bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berisiko menimbulkan korsleting, membahayakan pengendara, dan mengurangi ruang bagi pejalan kaki. Jika kabel dipindahkan ke bawah tanah, langit kota dapat terlihat lebih bersih, trotoar lebih lapang, dan pepohonan bisa tumbuh tanpa terganggu jaringan kabel.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), yakni jalur bawah tanah untuk menampung berbagai jaringan utilitas dalam satu sistem. Meski membutuhkan anggaran besar dan komitmen pemerintah, penerapannya dapat dimulai dari pusat bisnis, kawasan wisata, serta jalan protokol.









