Kalau ditanya tempat jalan-jalan di Jakarta, nama Balai Kota mungkin jarang masuk dalam daftar pertama yang ada di kepala. Taman, museum, Blok M, atau mal-mal ternama biasanya menjadi hal-hal yang mungkin lebih dulu terlintas.
Nah, Namu ke Balai Kota menjadi program baru Pemprov DKI Jakarta yang hadir untuk mengajak warga mengenal Balai Kota dari sisi yang mungkin belum pernah kita lihat. Terdapat tur edukasi, kegiatan kreatif, komunitas, pemutaran film, kuliner, sampai layanan publik.
Jadi, kalau selama ini Balai Kota terasa seperti tempat yang serius dan penuh urusan pemerintahan, Namu punya misi membuatnya sedikit lebih menyenangkan.
Sekitar 300 orang datang pada masa uji coba perdana 3 Oktober 2026 program Namu Balai Kota. Antusiasmenya bahkan membuat antrean sempat mengular. Pengunjung harus diatur dalam beberapa giliran agar kegiatan tetap berjalan nyaman.
Melalui Tur Balai Kota, pengunjung bisa mengintip sejumlah ruang penting yang selama ini hanya ada di rasa penasaran kita. Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, Jakarta Smart City, Studio Berita Jakarta, sampai Cinema Experience atau yang disebut dengan sesi Nonton Pilem ini bisa kita nikmati bersama.
Bagi kita sebagai orang dewasa, tur ini rasanya seperti sedang melakukan behind the scene pemerintahan Jakarta. Namun, untuk anak-anak, ceritanya bisa jadi lebih seru lagi. Ada Kids on Air yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mencoba menjadi reporter cilik.
Mereka bisa merasakan bagaimana rasanya berdiri di depan kamera, membawakan berita, dan mengenal dunia jurnalistik dari dekat. Siapa tahu, anak yang awalnya datang untuk bermain malah pulang dengan cita-cita baru.
Di Community Playground, anak-anak bisa mengikuti berbagai kegiatan kreatif, seperti workshop membuat dan melukis layang-layang. Ada juga kegiatan membuat miniatur ondel-ondel dari bahan daur ulang.
Sambil bermain, mereka sekaligus diajak mengenal budaya Betawi dan belajar tentang pengelolaan lingkungan. Anak-anak akan diajak mengenali jenis sampah dan belajar bahwa benda yang terlihat sepele di rumah ternyata punya perjalanan panjang setelah dibuang.
Selain itu, di Community Playground juga memiliki aktivitas untuk berbagai kelompok usia. Ada English Club, diskusi, pertunjukan musik, sampai kegiatan berbagai komunitas.
Jadi, sambil menemani anak membuat layang-layang, orang tua bisa mencari kegiatan yang menarik untuk diikuti atau hanya dengan duduk santai sambil menikmati kuliner.
Beberapa kegiatan seperti Tur Balai Kota, Nonton Pilem, dan Reporter Cilik memang dibutuhkan reservasi. Kapasitasnya terbatas sehingga jadwal perlu diatur. Namun, kalau tiba-tiba Sabtu pagi Kawan ingin datang tanpa punya rencana, kalian tetap bisa menikmati ragam hal yang disajikan di Balai Kota.
Warga dapat menikmati Community Playground, pertunjukan musik, area kuliner, dan Mini Mall Pelayanan Publik tanpa harus terdaftar dalam agenda tur terlebih dahulu.
Di tengah suasana kegiatan akhir pekan, warga tetap bisa mengurus sejumlah kebutuhan administratif. Ada layanan perpanjangan paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, hingga layanan administrasi kependudukan.
Kalau biasanya mengurus administratif itu identik dengan mengantri, dan menunggu yang membosankan, di Namu bisa kita buat lebih menyenangkan dengan berbagai pilihan akses dan fasilitas yang tersedia.
Barangkali ini yang membuat antusiasme pada uji coba pertama terasa menarik hati banyak pengunjung. Setelah sekitar 300 orang hadir dan memenuhi Balai Kota ketika program ini pertama kali dibuka, Namu Balai Kota akan digelar secara rutin setiap dua pekan.
Tentu saja, semakin ramai sebuah kegiatan, penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tetap memastikan experience yang didapat warga tetap nyaman. Antrean yang tertata rapi, informasi jadwal yang mudah ditemukan, atau kebutuhan akses reservasi yang dibuat lebih mudah.

