kota penghasil batik terkenal di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

5 Kota Penghasil Batik Terkenal di Indonesia dan Keunikannya

5 Kota Penghasil Batik Terkenal di Indonesia dan Keunikannya
images info

Alteaven (wikimedia commons)


Di Indonesia, ada berapa kota penghasil batik nan terkenal, ya?

Batik adalah salah satu kekayaan negara kita di masa lalu yang telah diakui UNESCO sejak tanggal 2 Oktober 2009 dengan status Warisan Budaya Takbenda. Maka, dengan tanggal yang sama, 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional berdasarkan Tanggal pengakuan ini kemudian diperingati sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.

Seiring dengan perkembangannya, terdapat beberapa kota di Indonesia yang disebut sebagai “Kota Batik”, terutama yang ada di Pulau Jawa. Di mana sajakah itu?

5 Kota Penghasil Batik Terkenal di Indonesia

Pekalongan, Jawa Tengah

Sejak tahun 1840-an, Pekalongan telah menjadi salah satu pusat perdagangan batik bagi pedagang Arab dan Cina. Namun, dilansir dari Indonesia Kaya, tak ada informasi resmi tentang sejarah batik di kota ini, selain perkiraan bahwa batik Pekalongan makin berjaya sejak Perang Diponegoro. Sebab, karena peristiwa ini, banyak keluarga keraton merantau ke daerah lainnya dan ikut menyebarkan batik tersebut.

baca juga

Keunikan batik Pekalongan ada di bagian terdiri dari beberapa warna dan mencolok dalam satu helainya. Adapun coraknya lebih banyak bertemakan soal flora dan fauna. Beberapa jenisnya adalah jlamprang, semen, encim, buketan, pesisir, dan terang bulan.

Cirebon, Jawa Barat

Sebetulnya, di Jawa Barat ada empat sentra industri batiknya yang terbesar. Namun, disebutkan dalam situs Batik Trusmi, Cirebon-lah yang tertua di antara lainnya.

Adapun ornamen batik dari kota ini dibagi menjadi dua, yakni ornamen pesisiran yang fleksibel nan kaya warna dan keraton dengan pakem tertentu dan religius. Yang menarik, ada karakter batik Cirebon yang ‘berbau’ internasional, yaitu Buraq (Arab), Paksi Naga Liman (Persia), dan Soko Cino (Cina).

Yogyakarta

Sebagaimana batik pada umumnya, motif batik dari Yogyakarta juga menyimpan makna filosofis sekaligus kearifan lokal masyarakatnya. Biasanya, warnanya cenderung dominan coklat dan turunannya.

baca juga

Beberapa gaya batik yang paling dikenal orang adalah parang, ceplok, truntum, dan kawung. Namun, harap diingat Kawan GNFI. Tidak semua motif bisa digunakan secara bebas, ya.

Setiap sultan yang sedang bertahta di Yogyakarta punya kuasa untuk menentukan larangan motif batik untuk digunakan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, batik larangan di Keraton Yogyakarta adalah Parang Rusak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat Lar, Udan Liris, Rujak Senthe, Parang-parangan, Cemukiran, Kawung, dan Huk.

Rembang, Jawa Barat

Batik Rembang—dikenal juga sebagai batik Lasem—merupakan batik berakulturasi budaya Jawa dan Tiongkok yang pengerjaannya dilakukan secara manual. Pemkab Rembang menuliskan bahwa unsur “cina” ini dipengaruhi karena adanya pemukiman Tiongkok di Lasem pada masa lampau dari pelayaran dan perdagangan.

Warnanya lebih banyak dominan merah, meskipun tentu saja banyak pilihan lainnya. Jika Kawan GNFI suatu saat melihat sebuah kain batik bergambar ular naga, bisa jadi itulah batik Rembang.

baca juga

Solo, Jawa Tengah

Menurut Indonesia Kaya, peradaban batik Solo menjadi pesat sejak “berpisahnya” batik keraton Surakarta dan Yogyakarta setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755. Motifnya ada banyak, termasuk wahyu tumurun, parang kesit barong, seruni, liris cemeng, hingga ole-ole.

Bahkan, saking besarnya industri batik di sini (baik tulis maupun model cap), dikukuhkanlah Kampoeng Batik Laweyan sejak tahun 2004. Meski demikian, sebetulnya wilayah Laweyan, Solo memang sudah dikenal sebagai pusat perdagangan benang di abad-15.

Banyak wisatawan lokal dan mancanegara mampir ke sini. Sebab, selain bisa berbelanja batik, di sepanjang jalanan gang Kampoeng Batik Laweyan, banyak dihiasi spot estetik untuk berfoto.

Itulah beberapa kota di Indonesia yang terkenal sebagai sentra penghasil batik dengan keunikannya masing-masing.

baca juga

Kawan GNFI, batik dari kota mana yang jadi favoritmu untuk dipakai sehari-hari? Yuk, terus bangga mengenakan busana batik dan lestarikan warisan budaya leluhur kita!

Selamat Hari Batik Nasional!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.