Siapa sangka, aktivitas penggalian seorang warga di Desa Menganto untuk membangun fasilitas rumah mendadak malah menyingkap sejarah masa lalu berupa struktur sumur kuno Jombang berbentuk bata melingkar atau jobong yang diperkirakan telah berusia sekitar satu milenium.
Penemuan yang sempat menghebohkan publik ini membuka peluang untuk memperkaya khazanah data sejarah kerajaan di Nusantara. Mari Kawan GNFI, kita simak ulasan selengkapnya mengenai kronologi penemuan, karakteristik fisik sumur, hingga langkah sigap pemerintah pasca penemuan situs bersejarah ini!
Kronologi Penemuan dan Karakteristik Arsitektur Jobong
Berdasarkan laporan iNews Jatim, situs sumur bata kuno ini pertama kali ditemukan pada kedalaman 1,5 meter ketika warga setempat tengah menggali lubang untuk instalasi septic tank. Mata cangkul yang digunakan warga tersebut untuk menggali tanah tidak sengaja bersentuhan dengan benda serupa gerabah zaman dahulu. Temuan ini pun kemudian dilaporkan ke pemerintah.
Struktur sumur tersebut memiliki keunikan berupa empat lapisan jobong melingkar yang tersusun rapi secara bertumpuk. Penemuan jobong era Kerajaan Medang (Mataram Kuno periode Jawa Timur) yang diprediksi sudah ada sejak sekitar abad ke-10 Masehi ini memperkuat hipotesis bahwa kawasan Mojowarno dulunya merupakan pusat hunian peradaban tua yang padat dan tertata.
Sumur Kuno Jombang dalam Kondisi Rapuh dan Tidak Utuh Saat Diselamatkan
Proses evakuasi temuan berharga ini tentu tidak berjalan mudah mengingat material bata kuno tersebut sudah berusia tua serta dalam kondisi sangat rentan dan rapuh.
Dilaporkan bahwa lapisan pertama dan kedua mengalami pecah saat tanah di sekitar situs mulai digali, sementara lapisan ketiga turut mengalami kerusakan kendati sebagian besar strukturnya berhasil diamankan.
Adapun lapisan keempat terpaksa dibiarkan tertanam di lokasi penemuan karena dikhawatirkan hancur jika dipaksa dievakuasi sekarang. Untuk informasi terkait rincian mendalam usia pasti, fungsi spesifik, serta relasi historisnya dengan Kerajaan Medang disebut masih memerlukan studi lanjutan.
Upaya Pelestarian dan Relokasi ke Kawasan Candi Pandegong
Menanggapi laporan warga setempat, tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan fisik serta evakuasi darurat. Objek-objek penting dari temuan tersebut kemudian dipindahkan dan diamankan.
Observasi dan riset mendalam dijadwalkan akan dilakukan selepas gelaran Jombang Fest tuntas diselenggarakan. Merujuk Jawa Pos Radar Jombang, hasil riset lanjutan tersebut nantinya akan menjadi landasan hukum dan ilmiah untuk menentukan apakah temuan ini masuk ke dalam kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) atau memiliki keterkaitan langsung dengan situs sejarah lokal setempat.
Melalui bukti peninggalan sistem sanitasi Jawa kuno ini, kita kembali diingatkan betapa majunya peradaban nenek moyang bangsa kita dalam merancang fasilitas untuk melengkapi kehidupan mereka.
Yuk, bersama merawat dan mengenal jejak warisan budaya dengan lebih banyak membaca fakta sejarah dan kebudayaan Nusantara menarik lainnya hanya di laman Good News From Indonesia!


