Mobil Buick 8 memiliki kaitan erat dengan sejarah Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 1945. Kendaraan buatan Amerika Serikat ini menjadi saksi salah satu peristiwa penting yang melibatkan Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern (A.W.S.) Mallaby, komandan pasukan Sekutu yang tewas di Surabaya pada 30 Oktober 1945.
Peristiwa tersebut meninggalkan jejak sejarah yang masih dikenang hingga sekarang. Bahkan, Pemerintah Kota Surabaya mengabadikan kisahnya melalui sebuah replika mobil yang kini dapat dijumpai di Taman Sejarah, kawasan Kota Tua Surabaya.
Mengenal Mobil Buick 8 yang Ditumpangi AWS Mallaby
Mobil yang digunakan Brigjen Mallaby dalam peristiwa tersebut merupakan Buick 8, kendaraan produksi perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Buick. Mobil ini diproduksi pada 1938—1939 dan termasuk kendaraan yang memiliki spesifikasi mesin cukup besar pada masanya.
Buick 8 dibekali mesin berkapasitas 5.247 cc dengan konfigurasi delapan silinder dan dua katup pada setiap silindernya. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 141 dk pada putaran 3.600 rpm.
Kendaraan ini juga memiliki desain khas mobil produksi Amerika Serikat pada akhir 1930-an. Pada tahun produksinya, Buick 8 tercatat hanya dibuat sebanyak 1.451 unit.
Selain berkaitan dengan peristiwa tewasnya Brigjen Mallaby, Buick 8 juga dikenal sebagai salah satu mobil dinas Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno.
Mobil Mallaby dan Pertempuran Surabaya
Kedatangan Brigjen Mallaby ke Surabaya tidak terlepas dari misi pasukan Sekutu setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Mallaby merupakan komandan Brigade 49 Divisi India yang menjadi bagian dari Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). Ia memimpin sekitar 6.000 personel Sekutu yang datang ke Indonesia untuk melucuti persenjataan tentara Jepang.
Mallaby memasuki Surabaya pada 25 Oktober 1945, tetapi kedatangan pasukannya mendapat perlawanan dari pihak Indonesia.
Ketegangan kemudian meningkat hingga terjadi pertempuran pada 28–30 Oktober 1945. Dalam situasi tersebut, pasukan Inggris yang mulai terdesak meminta Presiden Soekarno datang ke Surabaya untuk membantu merundingkan gencatan senjata.
Kesepakatan penghentian tembak-menembak akhirnya tercapai. Namun, ketika Mallaby bersama rombongan berkeliling Surabaya, mereka mendapat informasi bahwa bentrokan masih berlangsung di sekitar Gedung Internatio.
Pada 30 Oktober 1945, rombongan Mallaby menuju gedung tersebut. Mobil yang ditumpanginya berhenti di depan gedung, sementara sejumlah personel Inggris masuk untuk melakukan perundingan dengan pihak Indonesia.
Mallaby tidak diperbolehkan masuk sehingga harus menunggu di dalam mobil. Situasi semakin memanas ketika para pejuang Indonesia mengelilingi kendaraan tersebut.
Detik-Detik Mobil Mallaby Hangus Terbakar
Ketegangan di sekitar Gedung Internatio kemudian berubah menjadi baku tembak. Menurut kesaksian pemerhati sejarah Begandring Surabaia, Toufan Hidayat, pihak Inggris melepaskan tembakan untuk mengusir para pejuang yang mengelilingi mobil Mallaby.
Pasukan Inggris berusaha menyelamatkan Mallaby, sedangkan para pejuang Indonesia membalas serangan dari sejumlah tempat berlindung di sekitar gedung.
Di tengah situasi tersebut, seorang pemuda mendekati mobil dan menembak Mallaby sebanyak dua kali. Peristiwa itu menjadi salah satu bagian dari rangkaian kejadian yang menyebabkan sang brigadir tewas.
Mobil Buick 8 yang ditumpanginya kemudian terbakar di sekitar Jembatan Merah. Tewasnya Mallaby semakin memperburuk hubungan Indonesia dengan Inggris. Peristiwa tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan yang kemudian berujung pada Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.
Replika Mobil Mallaby yang Kini Hadir di Taman Sejarah Surabaya
Kisah Buick 8 milik Mallaby kini diabadikan melalui sebuah replika kendaraan yang ditempatkan di Taman Sejarah, Jalan Rajawali, Surabaya. Keberadaannya menjadi pengingat atas peristiwa bersejarah yang terjadi di kawasan tersebut.
Replika tersebut dibuat untuk menggambarkan kendaraan yang terbakar dalam peristiwa tewasnya Brigjen Mallaby. Penempatannya juga memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai salah satu jejak sejarah Pertempuran Surabaya.
Kendaraan yang dipajang di Taman Sejarah merupakan replika, bukan mobil asli yang digunakan Mallaby pada 1945.
Mengingat Pertempuran Surabaya Lewat Jejak Sejarah yang Tersisa
Kisah mobil Buick 8 tidak hanya berkaitan dengan tewasnya seorang perwira Inggris. Kendaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang mengantarkan Surabaya pada pertempuran besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa 10 November 1945 kemudian dikenang setiap tahun melalui peringatan Hari Pahlawan. Peringatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.
Keberadaan replika mobil Mallaby di Taman Sejarah menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali peristiwa tersebut kepada masyarakat dan generasi muda dapat mengenal lebih dekat perjalanan perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan.


