5 kereta api legendaris ini masih jadi favorit layani lebih dari 1 2 juta penumpang - News | Good News From Indonesia 2026

5 Kereta Api Legendaris Ini Masih Jadi Favorit, Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang!

5 Kereta Api Legendaris Ini Masih Jadi Favorit, Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang!
images info

Kereta api/KAI


Ikuti GNFI di WhatsApp

Sejumlah nama kereta api di Indonesia ternyata masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Meski telah beroperasi selama puluhan tahun dan melewati berbagai perkembangan teknologi, lima layanan kereta api legendaris milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI masih menjadi pilihan pelanggan untuk bepergian.

Kelima kereta tersebut adalah KA Mutiara Selatan, Fajar Utama Solo, Senja Utama Solo, Fajar Utama Yogyakarta, dan Senja Utama Yogyakarta. Berdasarkan catatan KAI, kelimanya secara keseluruhan mengangkut 1.258.364 pelanggan sepanjang Januari hingga September 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kereta api dengan nama yang sudah dikenal lintas generasi masih mampu mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan transportasi modern.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan setiap layanan kereta api memiliki perjalanan sejarah dan cerita tersendiri yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

baca juga

Menurutnya, nama-nama tersebut bukan sekadar identitas layanan, melainkan juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan masyarakat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Setiap nama kereta api memiliki cerita tersendiri. Ada yang sudah dikenal sejak generasi orang tua hingga anak-anaknya. Di balik nama tersebut terdapat perjalanan panjang, perubahan teknologi, serta pengalaman pelanggan yang terus berkembang mengikuti zaman,” ujar Anne.

Dari Mutiara Selatan hingga Senja Utama, Ini Rekam Jejaknya

Salah satu kereta yang memiliki sejarah panjang adalah KA Mutiara Selatan. Layanan ini pertama kali beroperasi pada 17 Agustus 1972 dengan rute Bandung–Surabaya melalui jalur selatan Pulau Jawa.

baca juga

Lebih dari lima dekade beroperasi, kereta tersebut masih menunjukkan kinerja yang positif. Sepanjang Januari–September 2026, KA Mutiara Selatan tercatat melayani 342.036 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 0,98 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jejak panjang berikutnya dimiliki KA Senja Utama Solo yang mulai melayani perjalanan Solo–Jakarta pada 14 Oktober 1978. Kehadiran kereta ini kemudian dilengkapi dengan Fajar Utama Solo yang menawarkan alternatif waktu perjalanan bagi masyarakat.

Kedua layanan tersebut kini hampir mencapai usia 48 tahun sejak perjalanan awal Senja Utama Solo.

Dari sisi jumlah pelanggan, Fajar Utama Solo mencatat 164.342 pelanggan selama Januari–September 2026. Angka ini meningkat 6,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

baca juga

Sementara itu, Senja Utama Solo melayani 155.695 pelanggan atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,65 persen secara tahunan. Jika digabungkan, kedua kereta tersebut mengangkut 320.037 pelanggan.

Popularitas nama Fajar dan Senja juga ditemukan pada layanan rute Jakarta–Yogyakarta. Fajar Utama Yogyakarta dan Senja Utama Yogyakarta telah dikenal masyarakat sejak dekade 1980-an.

Keduanya memiliki identitas yang erat dengan waktu keberangkatan, yakni pagi dan sore hari. Karakter tersebut membuat nama Fajar dan Senja mudah dikenali oleh pelanggan yang rutin menggunakan layanan kereta api di jalur tersebut.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Fajar Utama Yogyakarta mencatat 306.328 pelanggan. Adapun Senja Utama Yogyakarta melayani 289.963 pelanggan.

baca juga

Dengan demikian, kedua layanan tersebut secara keseluruhan mengangkut 596.291 pelanggan.

Nama Tetap Legendaris, Rangkaian Kereta Semakin Modern

Di balik panjangnya sejarah kelima kereta tersebut, perkembangan teknologi perkeretaapian juga membawa perubahan besar terhadap sarana dan fasilitas yang digunakan.

Salah satu contohnya terlihat pada Fajar Utama Solo dan Senja Utama Solo. Ketika pertama kali beroperasi, Senja Utama Solo menggunakan kereta kelas bisnis produksi Goša dari Yugoslavia.

baca juga

Namun, seiring perkembangan industri perkeretaapian nasional, kedua layanan tersebut kini telah menggunakan rangkaian generasi terbaru berbahan baja nirkarat atau stainless steel yang diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun.

Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana layanan kereta api terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mulai dari sarana, fasilitas perjalanan, hingga sistem pemesanan tiket yang kini semakin mudah diakses masyarakat.

Anne menilai keberlangsungan layanan kereta api bersejarah menjadi bukti bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan identitas yang telah melekat selama puluhan tahun.

“Kereta api terus berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan. Rangkaian semakin modern, fasilitas semakin beragam, dan sistem pemesanan menjadi lebih mudah. Di tengah perkembangan tersebut, sejarah serta identitas layanan tetap menjadi bagian penting yang patut dihargai,” kata Anne.

baca juga

Sementara itu, secara keseluruhan KAI Group mencatat jumlah pelanggan mencapai 394.443.300 orang sepanjang Januari–September 2026. Angka tersebut meningkat 7,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 368.429.917 pelanggan.

Khusus layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, jumlah pelanggan mencapai 43.959.327 orang atau tumbuh 8,33 persen secara tahunan.

Anne menambahkan, sejarah perkeretaapian Indonesia tidak hanya tersimpan dalam bangunan stasiun maupun lokomotif tua. Nama-nama kereta yang telah menemani masyarakat selama puluhan tahun juga menjadi bagian dari warisan transportasi nasional.

KAI pun berkomitmen menjaga nilai sejarah tersebut sembari terus meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

baca juga

“Nama kereta api menyimpan cerita mengenai perjalanan masyarakat dari satu generasi ke generasi berikutnya. KAI menghargai rekam jejak sejarah tersebut sembari terus mengembangkan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Harapannya, cerita panjang perkeretaapian Indonesia tetap dapat dikenali dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tutup Anne.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.