ada 500 juta orang arab namun mereka tidak menghasilkan ilmu pengetahuan - News | Good News From Indonesia 2026

Ada 500 Juta Orang Arab, namun Mereka Tidak Menghasilkan Ilmu Pengetahuan

Ada 500 Juta Orang Arab, namun Mereka Tidak Menghasilkan Ilmu Pengetahuan
images info

Ibn al-Haytham | Wikipedia


Ikuti GNFI di WhatsApp

Judul tulisan saya di atas adalah penggalan pernyataan pejabat tinggi negara yang bernada rasis, yaitu Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr., di mana ia mengklaim bahwa bangsa Arab tidak menghasilkan sains ataupun sastra. Pernyataannya itu mendapat kritik luas karena keliru dan ia tidak paham atau "pura-pura" tidak paham tentang sejarah.

Kennedy Jr. berada di Michigan pada Senin, 27 Oktober 2026 untuk mengunjungi kantor pusat Corewell Health guna membahas peningkatan makanan rumah sakit ketika ia ditanya tentang pertarungan Senat paruh waktu negara bagian antara Mike Rogers dari Partai Republik dan Abdul El-Sayed dari Partai Demokrat. Abdul El-Sayed, seorang mantan pejabat kesehatan masyarakat progresif, telah menghadapi serangan berulang dari pihak kanan, di mana Presiden Donald Trump menyebutnya sebagai anggota Ikhwanul Muslimin dan menyarankan bahwa ia harus melewati detektor logam sebelum diizinkan masuk ke Senat AS.

Pemilihan paruh waktu atau midterm di Amerika Serikat bulan November 2026 memang sedang memanas karena perdebatan antara tokoh-tokoh dan para calon dari Partai Demokrat melawan Partai Republik. Kampanye panas (dan kotor) ditujukan utamanya pada El-Sayed yang kebetulan keturunan Arab dan beragama Islam. Sebelumnya, para tokoh yang tidak suka pada Arab dan Islam secara intensif menyerang secara pribadi Wali Kota New York yang juga beragama Islam, yaitu Zohran Mamdani.

Pernyataan Kennedy Jr. memicu kehebohan karena komentarnya yang menyangkal kontribusi Arab dalam matematika, sains, dan sastra. Dalam sebuah kemarahan dengan nada tinggi pada hari Senin itu, ia berkata "Ada lima ratus juta orang Arab di dunia. Namun mereka tidak menghasilkan ilmu pengetahuan. Mereka tidak memenangkan Hadiah Nobel. Mereka tidak memenangkan Penghargaan Fields. Mereka tidak memenangkan Penghargaan Wolf. Mereka tidak menghasilkan sastra."

Penyiar Mehdi Hasan menggambarkan komentar Kennedy Jr sebagai "rasis" dan, dalam sebuah posting di X, menulis, "Salah satu pria yang memenangkan Hadiah Nobel Kimia tahun lalu adalah seorang Palestina-Amerika, Omar Yaghi."
Para kritikus mengatakan komentar tersebut bersifat rasis, Islamofobia, dan tidak akurat secara faktual, menunjuk pada inovasi Arab modern dan historis di berbagai bidang.

Lalu, media internasional dari Timur Tengah Al Jazeera seperti memberi pelajaran sejarah pada Kennedy Jr. dengan mengungkapkan sederet nama orang Arab terkemuka yang memberikan kontribusi ilmu pengetahuan pada dunia, bagaimana orang Arab memberikan kontribusi penting bagi pemahaman manusia tentang matematika, sains, dan sastra selama berabad-abad, antara lain: Periode yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam, sekitar tahun 750 M hingga 1258 M, menghasilkan banyak kontribusi penting Arab dalam bidang kedokteran pada masa ketika Eropa dikatakan sedang berada di Zaman Kegelapan. Pada masa ini, bahasa Arab adalah bahasa ilmu pengetahuan dan keilmuan. Pada abad ke-1 s.d. ke-4, angka 0–9, yang berasal dari India kuno, diadopsi oleh matematikawan Arab yang menyebarkannya ke seluruh dunia. Angka ini menggantikan angka Romawi sebagai sistem bilangan yang lebih maju dalam matematika.

Pada abad ke-8, matematikawan Arab dan Persia mempelajari konsep nol kuno India dalam matematika di Baghdad, jauh sebelum orang Eropa. Angka nol sangat penting bagi perkembangan matematika—tetapi tidak ada dalam angka Romawi yang banyak digunakan di Eropa. Pada tahun 813–833, matematikawan Arab Muḥammad ibn Mūsā al-Khwārizmī—salah satu yang mempelajari angka 0—sering disebut sebagai "bapak aljabar" karena ia adalah orang pertama yang memperlakukan metode ini sebagai disiplin matematika terpisah dalam karyanya, Al-Jabr. Metode ini menyediakan persamaan linear dan kuadrat pertama, yang masih digunakan sebagai bagian inti dari studi matematika hingga hari ini.

Al Jazeera juga menyuguhkan bukti sejarah pada 965–1040: Ibn al-Haytham, yang dikenal sebagai "bapak optik modern", menjelaskan peran cahaya yang masuk ke mata dalam penglihatan manusia. Ia lahir di Basra, Irak, tetapi menghabiskan sebagian besar kariernya di Kairo melayani keluarga bangsawan. Pada tahun 936–1013: Abu al-Qasim al-Zahrawi, yang dijuluki "bapak bedah modern", dianggap sebagai ahli bedah terbesar di Abad Pertengahan. Ia menulis ensiklopedia 30 jilid yang merinci praktik medis serta merancang dan mengilustrasikan banyak alat bedah. Lahir di Azahara, Andalusia, ia dikenal sebagai Abulcasis di Eropa.

Perlu diingat pula, pada abad ke-9 Fatima al-Fihri mendirikan Universitas al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Universitas ini sering disebut sebagai universitas tertua yang masih beroperasi secara berkelanjutan. Universitas ini bahkan disebut umurnya lebih tua dari beberapa perguruan tinggi tertua di Inggris dan Prancis.

Di zaman modern, pernyataan Kennedy Jr. bahwa orang Arab tidak memenangkan Hadiah Nobel untuk ilmu pengetahuan dan sastra sangat jauh dari kebenaran. Berikut beberapa sorotan, antara lain di tahun 1960, Hadiah Nobel Kedokteran: Peter Medawar memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran atas penelitian tentang toleransi imun yang diperoleh, yang menjadi dasar transplantasi organ. Ia lahir di Brasil dari ayah Lebanon.

Pada tahun 1966, Michael Atiyah memenangkan Fields Medal, penghargaan paling bergengsi untuk matematika. Ia lahir di London dari ayah Lebanon dan ibu Skotlandia. Dididik di Mesir, ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Kairo dan Khartoum. Lalu di tahun 1988: Naguib Mahfouz asal Mesir memenangkan Hadiah Nobel Sastra atas karyanya, termasuk Trilogi Kairo, yang menurut Akademi Swedia membentuk "seni naratif Arab yang berlaku untuk seluruh umat manusia". Ia masih menjadi satu-satunya pemenang penghargaan yang menulis dalam bahasa Arab.

Pada tahun 2018, Omar M. Yaghi, lahir di Yordania dari keluarga pengungsi Palestina, memenangkan Wolf Prize dalam Kimia atas karyanya pada kerangka logam-organik. Ia berbagi penghargaan tersebut dengan Makoto Fujita dari Jepang. Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (PACBI) mengutuk penerimaannya atas penghargaan tersebut karena penghargaan tersebut diberikan oleh yayasan Israel; dan pada tahun 2023, Moungi Bawendi memenangkan Hadiah Nobel Kimia atas penemuan dan sintesis titik kuantum. Ia lahir di Prancis dari ayah Tunisia, namun berbasis di AS.

Masih banyak lagi tokoh-tokoh bangsa Arab yang memberikan kontribusi ilmu pengetahuan di dunia ini. Dalam sebuah posting di X, ilmuwan vaksin Peter Hotez dari Texas Medical Center memberikan pendapat tentang kajian Arab historis, mengatakan, "Para ilmuwan Arab pada Abad Pertengahan yang menjaga Aristoteles, Hippocrates, Galen tetap hidup untuk mewariskannya pada masa Renaisans."

Meskipun sudah banyak bukti tentang peran tokoh-tokoh Arab dalam dunia pendidikan, kimia, matematik, kedokteran, sastra, dan sebagainya, narasi negatif tentang Arab dan Islam selalu digaungkan untuk mendiskreditkan keturunan Arab di Amerika Serikat. Para kandidat pemilihan di AS yang kebetulan memiliki latar belakang Arab dan Islam selalu disudutkan dengan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar seperti radikal, teroris, terlibat di jaringan Ikhwanul Muslimin, dan tidak memberi kebebasan kepada wanita. Bahkan narasi negatif tersebut ditambah-tambahin dengan propaganda dari Zionis Israel yang terus-menerus menyebarkan berita buruk dan bohong tentang faksi-faksi perlawanan di Palestina, antara lain membunuh bayi-bayi Yahudi dengan memasukkan mereka ke microwave, memperkosa wanita, dan lain-lain.

Kampanye politik di Amerika Serikat menjelang pemilihan sela bulan November nanti meningkat suhunya dan bernuansa rasis serta brutal bila berhadapan dengan calon yang kebetulan keturunan Arab dan beragama Islam.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AC
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.