Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, layak berdiri sejajar dengan sirkuit MotoGP lain. Sirkuit ini bisa dikatakan sirkuit terlengkap karena lintasannya memadukan tikungan cepat, tikungan balik (U-turn), dan trek lurus dengan karakter fast and flowing yang menjanjikan persaingan balap ketat, seperti Assen dan Phillip Island.
Fasilitasnya lengkap, dari tribun berbagai kelas sampai sentra UMKM. Pengelolaannya dipegang Mandalika Grand Prix Association (MGPA), anak perusahaan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).
Sirkuit Mandalika Memenuhi Standar FIM
Melansir dari laman resmi MGPA, panjang lintasan Mandalika 4,3 km dengan 17 tikungan, yakni 11 tikungan kanan dan 6 tikungan kiri. Diresmikan pada 12 November 2021 dan mendapat homologasi FIM Grade A pada 2025.
Desain lintasannya disetujui petugas keselamatan FIM, Franco Uncini. Mark Hughes dari MRK1 Consulting, perusahaan yang ikut merencanakan sirkuit, menanggapi keraguan soal konsep sirkuit jalan raya dengan menekankan aspek keselamatan.
βKami harus membuat sangat jelas bahwa trek telah dirancang dan dibangun dengan standar keamanan FIM yang sesuai untuk MotoGP,β ujarnya, seperti dikutip Racing Circuit Info.

Pertamina Mandalika International Circuit | Sumber: situs resmi Mandalika Grand Prix Association (MGPA)
Tempat operasional balap berada di pit building tiga lantai. Area paddock-nya seluas 13.700 meter persegi dengan 50 garasi tim. Lantai atas dipakai untuk tamu VIP, media, dan sponsor. Bangunan ini juga berfungsi sebagai pusat konferensi dan pameran di luar jadwal balap.
Urusan keselamatan juga sangat diperhatikan. Terdapat 40 kamera CCTV putar 360 derajat yang terhubung ke Race Control untuk memantau seluruh lintasan. Pusat medisnya punya ruang khusus untuk pembalap yang jatuh di lintasan, ruang korban luka bakar, dua helikopter medis, dan dua ambulans setara UGD.
Tribun Penonton dengan Berbagai Pilihan
Dalam catatan InJourney, penonton MotoGP Indonesia 2026 bisa memilih tiga kategori tiket: Premium Grandstand, Regular Grandstand, dan General Admission. Premium Grandstand mencakup Zona A, B, C, J, dan K yang beratap, sedangkan Regular Grandstand meliputi Zona E, G, H, dan I. Tiap zona punya pemandangan berbeda, dari lintasan lurus utama, belokan, sampai tikungan terakhir.
Kalau Kawan lebih suka bebas bergerak, ada tiket General Admission yang tanpa kursi. Pemegang tiket bisa pindah ke Bukit 360 dan tempat lain yang ada layar besarnya, dekat tenda medis, UMKM, toilet, dan musala. Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC saat itu, Arie Prasetyo, menjelaskan kebebasan tersebut.

Peta denah tribun penonton (grandstand) dari Pertamina Mandalika International Circuit
βMereka bisa pindah-pindah tempat ke yang lain dan mendapat pengalaman berbeda,β kata Arie.
Pada 2022, tribun standar menyediakan 30 ribu kursi tanpa atap di tujuh area, dan susunannya dirancang membentuk pola Merah Putih. Arie menjelaskan alasan di balik rancangan unik tersebut.
βPolanya kami bikin membentuk Merah Putih sehingga ketika diliput media internasional bisa terlihat identitas kita,β tuturnya.
Di kelas teratas, ada VIP Hospitality Suite di sisi timur pit building, lengkap dengan AC, jamuan makan, dan akses ke pit lane walk serta paddock.
Angga, aparat kepolisian di wilayah Mandalika, menyebut Bukit 360 punya view paling ekslusif di banding ruang Royal Box, karena bisa lihat seluruh tikungan kecuali tikungan 10. Namun, bukit itu hanya untuk tamu perusahaan mitra saja. Sedangkan tamu kenegaraan biasanya di arahkan ke Royal Box (ruang di atas garasi).
βYang bisa akses cuma mitra aja. Seperti Injourney, Telkomsel, dan BNI. Kalau tamu kenegaraan biasanya di Royal Box,β jelas Angga saat wawancara di kanal YouTube Dimas Ananto.
Pariwisata Lombok Ikut Merasakan Dampaknya
Kawasan ekonomi khusus Mandalika seluas 1.175 hektare, dan sirkuitnya menempati sekitar 100 hektare. Penelitian Universitas Mataram di JUMBIKU memotret dampak sirkuit bagi Dusun Sade, desa wisata budaya di kawasan itu.
Berdasarkan hasil penelitiannya, kunjungan wisatawan dan permintaan produk budaya naik sampai 30% saat ajang internasional digelar. Pemandu wisata, penenun, dan pedagang suvenir jadi punya pendapatan tambahan.
Laporan Kemenparekraf yang dikutip jurnal tersebut mencatat MotoGP 2022 menarik lebih dari 102.000 penonton dengan kontribusi ekonomi sekitar Rp3,57 triliun.
Peneliti juga memetakan tantangan, seperti keterbatasan bahasa asing dan persaingan produk tenun di platform digital. Solusi yang disarankan mencakup pelatihan bahasa asing, pemasaran digital, dan koordinasi antara ITDC dengan desa wisata agar manfaatnya tidak bergantung pada hari balapan saja.


