Sejarah Sirkuit Mandalika merupakan perjalanan transformasi besar kawasan pesisir selatan Lombok, Nusa Tenggara Barat, dari destinasi wisata alam terpencil hingga menjadi arena balap motor bergengsi tingkat internasional. Kehadiran Mandalika International Street Circuit tidak sekadar menambah fasilitas olahraga nasional, melainkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang memperkuat posisi Indonesia di panggung sport tourism global.
Sebelum deru mesin balap bergema, kawasan Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah dikenal sebagai wilayah pesisir dengan potensi alam melimpah, di mana mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan lokal. Penetapan wilayah ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika) menjadi titik balik penting yang membuka jalan bagi pembangunan Sirkuit Mandalika sebagai pusat atraksi kelas dunia.
Sebelum MotoGP Mandalika, Bagaimana Sejarah Sirkuit Mandalika?

Sirkuit Mandalika | Sumber: Sirkuit Mandalika
Jauh sebelum Sirkuit Mandalika berdiri, kawasan selatan Pulau Lombok memiliki karakter geografis pesisir yang tenang dan alami. Mandalika sebelum ada sirkuit berpusat pada kegiatan bahari, pertanian tradisional, serta tradisi budaya unik yang mengakar kuat pada masyarakat lokal.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berdasarkan legenda yang dipercaya masyarakat lokal, nama Mandalika diambil dari legenda Suku Sasak tentang Putri Mandalika yang mengorbankan dirinya demi kedamaian, yang kemudian menarik dikembangkan sebagai storynomic tourism.
Nilai sejarah Mandalika tersebut tecermin dalam Festival Budaya Bau Nyale. Tradisi ini dilakukan masyarakat lokal dengan berkumpul di Pantai Seger pada sore hari, dengan mengadakan peresean (berkemah) hingga tengah malam, lalu menangkap nyale atau cacing laut pada dini hari hingga terbit fajar untuk mengenang Putri Mandalika.
Pemerintah mengidentifikasi potensi panorama pantai serta budaya ini sebagai modal pariwisata utama. Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika) kemudian dirancang untuk menarik investasi tanpa menghilangkan akar budaya lokal.
Mengapa Mandalika Dipilih untuk Menjadi Rumah Sirkuit?
Pemilihan lokasi Sirkuit Mandalika bukan sekadar mencari pemandangan alam yang indah, melainkan langkah strategis pemerintah bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) untuk menciptakan integrasi antara kawasan pariwisata dan arena motorsport.
Secara teknis, Mandalika International Street Circuit dirancang sebagai street circuit berstandar FIM/FIA dengan panjang Sirkuit Mandalika mencapai 4,31 kilometer dan 17 tikungan. Konsep street circuit atau sirkuit jalan raya ini memungkinkan bagian dari lintasan tetap dapat diakses publik ketika tidak ada event balapan berlangsung.
Perjalanan Pembangunan Sirkuit Mandalika
Pembangunan Sirkuit Mandalika yang bernama resmi Pertamina Mandalika International Street Circuit, dengan panjang 4,31 km, Sirkuit Mandalika memiliki total 17 tikungan merupakan langkah strategis Indonesia untuk kembali ke panggung motorsport dunia.
Proyek megah ini diinisiasi setelah tercapainya kesepakatan resmi dengan Dorna Sports untuk membawa ajang balap internasional tingkat dunia, seperti World Superbike (WSBK) dan MotoGP, ke tanah air pada 2021 lalu.
Dikutip dari laman resmi DJKN Kemenkeu, pembangunan fisik arena balap ini mulai direalisasikan pada tahun 2019. Proses pengerjaannya berada di bawah pengawasan langsung Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang bekerja sama dengan investor internasional, Vinci Construction Grand Projects (VCGP).
Kehadiran sirkuit ini dirancang tidak sekadar sebagai lintasan balap, melainkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata di kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kronologi Pembangunan hingga Menjadi Panggung Dunia
- 2017–2019 ITDC memulai penataan dan penyiapan infrastruktur dasar di kawasan KEK Mandalika. Tahap awal ini berfokus pada penyediaan akses jalan, jaringan utilitas, serta pemetaan tata ruang kawasan pariwisata terpadu sebelum konstruksi lintasan dimulai.
- 2019–2021Proses pengerjaan fisik sirkuit dimulai secara intensif pada 2019. Lintasan dibangun menggunakan teknologi Stone Mastic Asphalt (SMA) untuk memenuhi standar pengaspalan Grade A dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).
- 12 November 2021Presiden Joko Widodo meresmikan Pertamina Mandalika International Street Circuit secara langsung.
- November 2021 Sirkuit Mandalika pertama kali digunakan secara resmi untuk menggelar dua ajang balap internasional, yakni Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021 dan World Superbike Championship (WSBK) 2021. Kehadiran balapan ini langsung mendongkrak awareness dan menggairahkan sektor pariwisata Lombok, NTB.
- Maret 2022 Penyelenggaraan GP Mandalika perdana sukses digelar. Penyelenggaraan Rutin dan Konsistensi Global hingga GP Mandalika 2026.
Ajang balap internasional terus digelar secara berkala dari tahun ke tahun. Konsistensi hingga gelaran MotoGP Mandalika 2026 kian memantapkan posisi Lombok di kalender motorsport internasional sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat NTB secara berkelanjutan.
Ketika MotoGP Membawa Nama Mandalika ke Dunia
Kehadiran ajang GP Mandalika tentunya membawa dampak publisitas luar biasa bagi Pulau Lombok. Gelaran balap dunia ini mendorong tingkat okupansi hotel meningkat signifikan, lonjakan pergerakan penumpang di Bandara Internasional Lombok, serta kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner dan kriya.
Dampak positif ini membuktikan bahwa kombinasi antara olahraga balap dan pariwisata (sport tourism) mampu menggerakkan roda perekonomian lokal secara nyata.
Setelah Sirkuit Berdiri, Apa yang Berubah bagi Masyarakat Mandalika?
Transformasi kawasan ini melahirkan beragam peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Warga lokal yang sebelumnya fokus pada pertanian kini beradaptasi membuka homestay, usaha transportasi lokal, hingga penyedia jasa pariwisata.
Meski demikian, keberlanjutan dampak ekonomi mensyaratkan pelatihan keterampilan dan pendampingan UMKM yang terus menerus agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat pesisir Lombok.
Mandalika Hari Ini: Sirkuit Mandalika Menjadi Identitas Kawasan
Menelusuri sejarah Sirkuit Mandalika memperlihatkan transformasi panjang dari wilayah pesisir terpencil di kawasan Mandalika menjadi pusat pariwisata dan arena balap internasional. Integrasi KEK Mandalika dengan Mandalika International Street Circuit terbukti mampu membangun identitas baru bagi Indonesia di kancah dunia khususnya dunia balap internasional.
Keberhasilan berkelanjutan sirkuit ini akan sangat bergantung pada konsistensi penyelenggaraan event bergengsi seperti MotoGP Mandalika dan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Sambutan Hangat untuk GP Mandalika 2026!
Menelusuri sejarah Sirkuit Mandalika memperlihatkan bagaimana sebuah wilayah pesisir di selatan Pulau Lombok bertransformasi menjadi pusat destinasi pariwisata berkelas dunia.
Kini, keberadaan Mandalika International Street Circuit di dalam kawasan KEK Mandalika kini menjadi salah satu simbol identitas sport tourism di Indonesia. Memadukan lanskap alam, tradisi lokal, dan infrastruktur modern menjadikan kawasan ini terus dilirik audiens global.
Bagi Kawan GNFI yang ingin menyaksikan langsung keseruan gelaran GP Mandalika, ajang balap MotoGP Mandalika kembali hadir menyapa para pecinta motorsport pada 9–11 Oktober 2026 di Lombok. Sesuai dengan jadwal GP Mandalika 2026, Rangkaian balapan dimulai pada Jumat (9/10) mendatang
Ingin tahu lebih banyak cerita inspiratif seputar pariwisata, budaya lokal, hingga informasi terkini Indonesia lainnya?
Jelajahi beragam ulasan menarik dan kabar baik Nusantara selengkapnya di Good News From Indonesia.


