pltb sidrap pembangkit bertenaga angin pertama dan terbesar di indonesia yang sokong listrik untuk sulselrabar - News | Good News From Indonesia 2026

PLTB Sidrap: Pembangkit Bertenaga Angin Pertama dan Terbesar di Indonesia yang Sokong Listrik untuk Sulselrabar

PLTB Sidrap: Pembangkit Bertenaga Angin Pertama dan Terbesar di Indonesia yang Sokong Listrik untuk Sulselrabar
images info

PLTB Sidrap | Selisik/WikimediaCommons


Indonesia terus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional yang lebih ramah lingkungan. Salah satu pembangkit yang dibangun adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Sulawesi Selatan.

Pembangkit bertenaga angin ini menjadi PLTB dengan skala komersial pertama di Indonesia yang dioperasikan. Tak hanya yang pertama, sejauh ini, PLTB Sidrap juga menjadi pembangkit listrik angin terbesar di Indonesia.

Sejarah Pembangunan PLTB Sidrap

Pembangunan PLTB Sidrap I dimulai sejak Agustus 2015 dan rampung pada Maret 2018. Proyek yang memakan waktu konstruksi 2,5 tahun ini dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi dengan nilai investasi sekitar 150 juta dolar AS.

Pembangkit ini resmi beroperasi secara komersial pada 5 April 2018. Uniknya, Indonesia juga menjadi salah satu negara di Asia yang mengoperasikan pembangkit angin skala besar.

Presiden Joko Widodo meresmikan PLTB Sidrap secara langsung pada 2 Juli 2018. Peresmian tersebut mempertegas komitmen pemerintah dalam mengejar target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen.

Proyek ini turut menyerap 709 tenaga kerja selama masa pengerjaannya. Sebanyak 95 persen di antara para pekerja tersebut merupakan Tenaga Kerja Indonesia.

Kapasitas Daya dan Spesifikasi Teknis

PLTB Sidrap memiliki kapasitas daya terpasang sebesar 75 Megawatt (MW). Pasokan listrik ini dihasilkan melalui 30 unit turbin angin yang berdiri di atas lahan seluas 100 hektar.

Turbin buatan Gamesa Iolica Corporation ini memiliki kapasitas masing-masing 2,5 MW. Menara bajanya menjulang setinggi 80 meter dengan panjang bilah baling-baling mencapai 57 meter.

Daya listrik yang diproduksi disalurkan untuk memperkuat sistem jaringan kelistrikan Sulawesi bagian selatan. Aliran listrik tersebut sanggup memenuhi kebutuhan hingga 70.000 rumah tangga pelanggan 900 VA.

PLTB Sidrap mampu mendorong rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan hingga 99 persen. Pembangkit ini ikut menambah pasokan cadangan daya di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar).

baca juga

PLTB Terbesar di Indonesia yang Punya Potensi Wisata Besar

PLTB Sidrap merupakan pembangkit listrik tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia. Tak hanya itu, PLTB ini juga tercatat sebagai salah satu PLTB terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Selain PLTB Sidrap, sebetulnya ada pembangkit listrik angin lain yang dimiliki Indonesia, yakni PLTB Tolo 1 di Jeneponto yang berkapasitas 72 MW. Walau PLTB Jeneponto memiliki menara lebih tinggi, total daya terpasang Sidrap tetap menjadi yang tertinggi.

Kawan GNFI, PLTB Sidrap berada di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu. Pembangkit ini berdiri di area perbukitan Pabbaresseng yang hijau, membuat siapa pun yang melihatnya akan berpikir sepintas soal kincir angin yang ada di Belanda.

Selain itu, lokasi ini juga dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata digital berbasis alam. Banyak warga lokal maupun wisatawan berkunjung untuk berswafoto dengan latar belakang kincir raksasa.

Kawasan di sekitar pembangkit atau turbin juga cenderung aman. Pada radius aman di sekitar perbukitan, warga bahkan masih bisa menggembalakan ternak sapi milik mereka.

PLTB Sidrap menjadi contoh pemanfaatan energi angin yang sangat melimpah di Indonesia. Tak hanya itu, pembangkit listrik ini juga dinilai lebih aman, ramah lingkungan, tidak menghasilkan polusi yang berarti, sehingga bisa ikut mengurangi dampak pemanasan global.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.