Ada sebuah cerita rakyat dari Kalimantan Timur yang menceritakan tentang legenda asal usul daerah Petung dan Separe. Kedua daerah ini berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Simak kisah di balik legenda asal usul kedua daerah tersebut dalam artikel berikut ini.
Legenda Asal Usul Daerah Petung dan Separe, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur
Dinukil GNFI dari buku Serpihan Cerita Rakyat Kalimantan Timur, kisah dari legenda asal usul daerah Petung dan Separe ini berasal dari masyarakat Paser yang mendiami wilayah tersebut. Adapun kisah dibalik legenda asal usul kedua daerah tersebut adalah.
Legenda Asal Usul Daerah Petung
Diceritakan pada zaman dahulu ada sebuah sungai besar yang membelah dua daerah yang ada di Penajam Paser Utara. Sungai tersebut bernama Sungai Tunan.
Sungai Tunan ini membelah di antara daerah Waru dan Penajam. Sungai tersebut membagi kedua daerah tersebut di dua daratan yang saling berseberangan.
Di daerah muara Sungai Tunan, banyak pohon bambu yang tumbuh di sana. Pohon bambu yang ada di muara Sungai Tunan ini tumbuh dengan rimbunnya.
Pohon bambu yang ada di muara Sungai Tunan ini dikenal dengan nama botung atau petung. Petung ini merupakan sejenis bambu yang memiliki ukuran lingkar batang besar jika dibandingkan pohon umumnya.
Keberadaan pohon petung ini bisa dijumpai hampir di setiap sisi muara sungai tersebut. Karena banyaknya pohon bambu petung yang ada di sana, masyarakat pun memberi nama sungai tersebut dengan nama yang sama.
Akhirnya area muara Sungai Tunan kemudian dikenal dengan nama Sungai Petung. Tidak hanya sungainya saja, daerah di sekitar sungai tersebut juga diberi nama sesuai dengan keberadaan pohon bambu besar itu.
Daerah yang ada di sekitar sungai kemudian dikenal masyarakat dengan nama Petung. Seiring berjalannya waktu, daerah ini mulai banyak dihuni oleh masyarakat dan berubah menjadi wilayah pemukiman.
Kini daerah Petung tersebut menjadi salah satu nama kelurahan yang berada di bawah wilayah administrasi Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Legenda Asal Usul Daerah Separe
Sama seperti kisah asal usul daerah Petung, penamaan daerah Separe juga berdasarkan pada cerita yang berkembang di tengah masyarakat Paser dulunya. Konon menurut ceritanya, dulu daerah Separe ini digunakan sebagai area ladang bagi masyarakat Paser.
Mengolah lahan pertanian memang menjadi salah satu pekerjaan yang banyak ditekuni oleh masyarakat Paser dulunya. Masyarakat akan mengolah lahan dengan berbagai macam tumbuhan yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Salah satu yang banyak ditanam oleh masyarakat Paser di ladang mereka adalah padi. Banyak petak sawah milik masyarakat Paser yang berlokasi berdekatan di daerah tersebut.
Masyarakat Paser dikenal dengan sifatnya yang saling bergotong royong. Tidak hanya itu, masyarakat yang ada di sana juga saling membantu antara satu sama lain.
Mereka tidak membiarkan masyarakat lain berada dalam kesusahan. Jika ada hal yang bisa mereka lakukan, maka masyarakat tidak akan segan memberikan bantuan.
Salah satu bantuan yang sering dilakukan masyarakat Paser dengan sesama mereka adalah meminjamkan benih padi pada tetangganya. Nantinya benih padi tersebut akan ditanam di ladang-ladang milik masyarakat.
Sifat saling tolong menolong di antara masyarakat Paser ini kemudian dikenal dengan istilah "Separe." Istilah ini sendiri memiliki arti satu pari atau satu benih padi.
Istilah ini merujuk pada sifat masyarakat Paser yang sering kali meminjamkan benih padi untuk ditanam oleh sesama mereka. Akhirnya sifat ini pun menginspirasi penamaan daerah tempat ladang masyarakat Paser tersebut berada.
Lama kelamaan, daerah tempat ladang mereka ditanami ini kemudian dikenal dengan nama Separe. Begitulah kisah dibalik asal usul nama dari daerah Separe tersebut.


