science film festival 2026 tentang peluang dan tantangan ai lewat 20 film asing - News | Good News From Indonesia 2026

Science Film Festival 2026, tentang Peluang dan Tantangan AI lewat 20 Film Asing

Science Film Festival 2026, tentang Peluang dan Tantangan AI lewat 20 Film Asing
images info

Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara dan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia di Science Film Festival | Dok. Almer Sophian


Pada Selasa, 6 Oktober 2026, Science Film Festival kembali digelar untuk ke-17 di Indonesia. Mengangkat tema ‘ArtificialIntelligence’ (AI), festival yang diinisiasi oleh Goethe-Institut Indonesia ini akan berlangsung secara hybrid di 70 kabupaten/kota dari tanggal 6 hingga 14 Oktober 2026. Penasaran akan seperti apa programnya?

Didasari dengan pertanyaan tentang penggunaan data, transparansi, kesetaraan, dan penggunaan energi yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya, penggunaan AI cukup dipertanyakan oleh publik.

Festival film ini ingin mengenalkan ada keberlanjutan yang tercipta dengan peran AI, dari melacak keanekaragaman hayati, memodelkan skenario perubahan iklim, mengoptimalkan sistem energi terbarukan, hingga alat yang mendukung konservasi.

Menurut Ralf Beste, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, artificialIntelligence adalah dimensi baru yang membuat banyak ilmuwan gunakan di masa sekarang. Kondisi ini merupakan tantangan, sekaligus membawa peluang.

"Yang perlu kita lakukan, kita perlu berpikir, kita berusaha untuk tidak polos, kita perlu berpikir kritis. Dan saya rasa melalui film, media ini bisa membantu kita memahami peluang dan tantangan dalam menghadapi tren ArtificialIntelligence,” imbuhnya pada sambutan di malam pembukaan Science Film Festival 2026 di gedung Kemendikdasmen, Jakarta.

Malam Pembukaan Science Film Festival 2026 di Kemendikdasmen
info gambar

Malam Pembukaan Science Film Festival 2026 di Kemendikdasmen, Jakarta | Dok. Almer Sophian 


Didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Menengah, Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, dan Universal Negeri Jakarta, tahun ini Science Film Festival akan menayangkan 20 film dari tujuh negara yakni Jerman, Belanda, Yunani Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan.

Rangkaian program akan berlangsung roadshow di beberapa sekolah, universitas, pusat sains, dan berkolaborasi dengan komunitas lokal. Bukan hanya dapat diikuti luring, nantinya festival ini bisa diikuti secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Tak hanya sambutan dari beberapa perwakilan penyelenggara, pada malam pembukaannya acara ini turut menayangkan 2 film asal Jerman yang masing-masing berjudul Sembilan Setengah - Melindungi Iklim di Dunia Digital dan ChatGPT di Ruang Kelas karya sutradara Jonas Wintergalen dan Antia Martinez Amor. Salah satu film series yang konsepnya seperti dokumenter tetapi dengan storytelling yang mudah dipahami oleh pelajar muda.

Praktek Eksperimen tentang Erosi

Setelah menonton film, para audiens diajak untuk melihat eksperimen sains langsung. Bukan hanya disuruh memperhatikan seperti pembelajaran di ruang kelas, pada eksperimen praktik edukasi erosi perwakilan pelajar diajak buat ikut praktek langsung bersama dengan 3 perwakilan penyelenggara acara.

Melalui sesi ini, ada enam pelajar yang dibagi menjadi dua kelompok. Keduanya diberi arahan yang dimana mereka melihat dan membandingkan daya serap tanah di lautan yang bersih dari limbah dan yang tercampur dengan limbah plastik atau kertas.

Eksperimen Sains di Gedung Kemendikbud, Jakarta
info gambar

Praktek Eksperimen Sains di Science Film Festival 2026 Goethe-Institut | Dok. Almer Sophian 


Pertama kali digelar di Thailand pada tahun 2005, Science Film Festival adalah perayaan komunikasi sains yang bertujuan untuk mempromosikan literasi sains dan memfasilitasi kesadaran isu-isu ilmiah, lingkungan, dan teknologi.

Bukan hanya di Indonesia, gelaran ini diselenggarakan di beberapa negara Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, dan Timur Tengah oleh Goethe-Institut dan berkolaborasi dengan mitra lokal.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.