saat ai jadi asisten desainer fesyen cerita andy tan dan stella rissa manfaatkan gemini ai untuk berkarya - News | Good News From Indonesia 2026

Saat AI Jadi Asisten Desainer Fesyen: Cerita Andy Tan & Stella Rissa Manfaatkan Gemini AI untuk Berkarya

Saat AI Jadi Asisten Desainer Fesyen: Cerita Andy Tan & Stella Rissa Manfaatkan Gemini AI untuk Berkarya
images info

Andy Tan dan Stella Rissa di Jakarta, Kamis, 3 September 2026./GNFI


Ikuti GNFI di WhatsApp

Teknologi AI membuat segalanya jadi lebih mudah. Sementara itu, industri kreatif khususnya fesyen menuntut ide-ide segar dari otak manusia. Ternyata, dua hal tersebut bisa bersatu di mana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung kerja kreatif.

Itulah yang dialami oleh Andy Tan, perancang busana yang juga menjadiย creative director sekaligus pendiri Two Stitches. Memanfaatkan Gemini, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) alias AI yang dikembangkan oleh Google, Andy memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membantu proses perancangan busananya.

Kepada awak media termasuk GNFI di Jakarta, Kamis, 3 September 2026, Andy menceritakan pengalamannya bekerja bersama seorang seniman grafis dari Bali serta ahli garmen dari Berlin, Jerman.

Sebagai desainer, Andy diharuskan menentukan berbagai hal, mulai dari bahan, bentuk, hingga warna untuk busana yang dirancangnya bersama dengan dua partnernya yang terpisahkan jarak. Di sinilah kemudian ia memanfaatkan Gemini untuk membuat gambaran sampel busana tersebut.

โ€œDengan adanyaย workshop dari Gemini, itu lumayan membantu kita buat bikin yang namanya visual canvas,โ€ ujar Andy.

Meski menggunakan AI, ide-ide kreatif Andy tidak terpinggirkan begitu saja. Sebab, ia melihat bahwa AI sejatinya hanyalah alat untuk membantu pekerjaannya, sementara ide kreatif dari dirinya selaku pengguna tetap jadi andalan utama demi menghasilkan karya yang ciamik.

โ€œHuman touch, itu yang tidak bisa digantikan AI,โ€ lanjutnya.

Awalnya, Andy akan menggambar rancangannya di kertas terlebih dahulu. Barulah kemudian gambar buatan tangan tersebut dikonversi ke dalam bentuk digital, lalu divisualkan kembali di Gemini untuk di-customize.

โ€œDari situ, kita sudah tahu, desainnya kayak gimana, gue pengin ganti warna, gue pengin gantiย fabric, itu gue tinggal kayak pilih-pilih doang,โ€ papar Andy.

Tak hanya untuk memvisualisasikan rancangannya, Andy juga memanfaatkan AI untuk melakukan riset pasar secara mendalam. Apalagi, busana rancangannya memang tidak hanya dipasarkan dalam negeri, melainkan sudah merambah mancanegara.

โ€œJadi dengan adanyaย deep research, itu membantu kita jadi kayak, oke nih, kalau gue misalkan mau coba jualan di luar, itu tuh jadi pas gak nih harganya. Selain itu juga bisa tau kompetitornya siapa,โ€ lanjutnya.

Google sendiri tampak menyadari betul akan potensi manfaat AI bagi para pekerja kreatif di bidang fesyen. Terkini, Google meluncurkan inisiatif bertajuk โ€œWith Gemini, In Craftโ€. Dengan ini, Google melalui Gemini mencoba berperan aktif untuk membantu alur kerja kreatif yang kompleks menjadi lebih sederhana, memperkayaย storytelling, juga menghubungkan para perancang lokal dengan audiens global. Itu semua dilakukan dengan tetap mengedepankan autentisitas seni dan keahlian kriya manusia.

โ€œWith Gemini, In Craftโ€.

Sementara itu, Stella Rissa, sosok di balik desain busana Stellarissa, memanfaatkan Gemini untuk mentransformasikan karakter orisinalnya menjadi serial animasiย podcast hingga mainan koleksi 3D. Semua bermula pada masa pandemi saat ia mengisi waktu untuk membuat karakter bernama Starlet.
โ€œSo in our studio, kita develop sebuah karakter yang digambarkan menggunakan watercolour. Jadi we create a character, we call it Starlet, and Starlet istilahnya itu adalah perempuan yang bersinar,โ€ papar Stella.

Setelah menciptakan Starlet, Stella menerima ajakan kolaborasi dari Google yang memang mencari partnerย fashion brand. Jadilah, Starlet ikut dikembangkan menggunakan Gemini hingga menjadi karakter yang bisa dipasangkan busana-busana Stellarissa sebagaimana yang dikenakan oleh para model di runway.

โ€œBasically karakternya ini adalah kita bisa men-design many many version of human being. Kita mau ganti rambutnya, kita mau ganti bajunya, kita mau bikin umurnya berbeda-beda, tapi berbentuk cartoon,โ€ kata Stella lagi.

Seperti Andy, Stella juga menempatkan AI sebagai alat yang menunjang kreativitasnya. Dengan AI itulah, ia mampu mengeksplorasi ide-idenya lebih dalam serta mewujudkannya.

โ€œFor me AI adalah tools untuk saya sebagai orang kreatif. I can make anything bahkan yang tidak biasanya kita buat,โ€ pungkas Stella.

baca juga

ย 

ย 

ย 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.