BINUS University berhasil mencatatkan pencapaian membanggakan dengan menembus jajaran 200 universitas terbaik di Asia dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR): Asia 2027. Hasil pemeringkatan tersebut diumumkan dalam rangkaian acara QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang berlangsung di Bali.
Dalam pemeringkatan tersebut, BINUS menjadi satu dari 12 universitas Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar Top 200 Asia. Menariknya, BINUS juga menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia yang berhasil menempati posisi tersebut.
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi BINUS sebagai universitas swasta dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam pemeringkatan QS Asia. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi BINUS dalam menjaga kualitas pendidikan, meningkatkan standar akademik, serta memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat regional.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam perjalanan dan pencapaian universitas hingga saat ini.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sivitas akademika BINUS University yang telah bersama-sama membangun BINUS hingga hari ini. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong inovasi yang relevan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri dan mitra internasional, serta mengembangkan lingkungan pembelajaran yang mendukung mahasiswa secara optimal dan meningkatkan daya saing global,” ujar Nelly.
Sejak pertama kali mengikuti pemeringkatan QS WUR pada 2019, BINUS University secara konsisten mempertahankan posisinya sebagai universitas swasta dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam pemeringkatan QS Asia.
Capaian tersebut tidak terlepas dari upaya universitas dalam mengembangkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.
Tiga Strategi BINUS Perkuat Kualitas Pendidikan
Untuk mempertahankan kualitas pendidikan dan meningkatkan daya saing lulusan, BINUS University mengembangkan tiga langkah strategis. Salah satunya adalah memperkuat kolaborasi dengan industri melalui kemitraan lintas sektor.
Saat ini, BINUS didukung oleh lebih dari 2.200 mitra industri dari berbagai bidang. Kerja sama tersebut menjadi salah satu fondasi dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia profesional.
“Saat ini, BINUS didukung oleh lebih dari 2.200 mitra industri dari berbagai sektor. Kemitraan ini akan mendukung pengalaman belajar mahasiswa dan membantu mereka dalam mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,” jelas Nelly.
Strategi kedua diwujudkan melalui Enrichment Program. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar ruang kelas melalui berbagai kegiatan, mulai dari magang profesional, penelitian, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, hingga studi di luar negeri.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis, memperluas jaringan profesional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan dunia kerja.
Sementara itu, strategi ketiga adalah menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas kampus melalui program 2+1+1. Dalam skema ini, mahasiswa menjalani dua tahun perkuliahan di kampus asal, satu tahun kesempatan belajar di kampus BINUS di kota lain, serta satu tahun mengikuti Enrichment Program.
Model pembelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan lingkungan akademik yang berbeda, memperluas perspektif, serta mengembangkan kompetensi lintas disiplin.
Adaptasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Daya Saing Global
Di tengah perubahan dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang semakin dinamis, BINUS University menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi.
Evaluasi terhadap pendekatan pembelajaran terus dilakukan agar materi dan pengalaman akademik yang diberikan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai sektor juga terus diperluas untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Kami percaya bahwa perguruan tinggi harus terus beradaptasi dengan perubahan, agar pendidikan yang diberikan tetap relevan. Selain itu, kami juga secara berkala terus mengevaluasi dan mengembangkan pendekatan pembelajaran, serta membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Tujuannya agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Dr. Nelly.
Sebagai institusi pendidikan yang telah memiliki pengalaman selama 45 tahun, BINUS University terus mengembangkan perannya dalam membina Nusantara melalui pendidikan. Dengan visi A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation, BINUS berupaya menghadirkan pendidikan berstandar global yang memberikan dampak bagi masyarakat dan bangsa.
Saat ini, BINUS University memiliki 13 kampus yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Ekosistem pendidikannya didukung oleh lebih dari 220.000 komunitas Binusian, yang terdiri atas lebih dari 182.000 alumni, 55.000 mahasiswa aktif, lebih dari 2.000 dosen, serta 53 Guru Besar.
Keberhasilan menembus 200 besar universitas terbaik Asia menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan BINUS University. Lebih dari sekadar posisi dalam pemeringkatan internasional, capaian ini menjadi dorongan untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas, memperkuat kolaborasi, dan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.


