bule ternyata semakin kesengsem dengan kereta api di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Bule Ternyata Semakin Kesengsem dengan Kereta Api di Indonesia

Bule Ternyata Semakin Kesengsem dengan Kereta Api di Indonesia
images info

Kereta Api | PT KAI


Ikuti GNFI di WhatsApp


Kereta api jadi andalan masyarakat Indonesia, mungkin sudah banyak yang tahu. Akan tetapi, tahukah kawan jika Warga Negara Asing (alias WNA) juga semakin kesengsem dengan moda transportasi satu ini?

Ya, semakin kesengsemnya para bule alias WNA yang datang ke Indonesia dengan kereta api bisa diketahui dari data yang dicatat PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai jumlah WNA yang naik kereta api sejak tahun 2022.

Ternyata, ada tren peningkatan WNA yang naik kereta sejak 2022. Pada tahun tersebut, PT KAI mencatat ada 300.708 penumpang berstatus WNA sepanjang tahun. Pada 2023 hingga 2025, angkanya naik menjadi 580.995, 669.226, dan 694.123.

Untuk 2026 sendiri, ada pertanda total penumpang WNA angkanya akan mengalami peningkatan. Sebab, untuk jumlah sepanjang bulan Januari hingga Oktober saja angkanya sudah mencapai 634.690. Meningkat 5,44% dibandingkan periode Januariโ€“Oktober 2025 yang angkanya hanya 601.960.

"Kalau tahun yang lalu kita melayani 600 ribuan dalam 1 tahun warga negara asing, tetapi di 10 bulan ini kita berhasil melayani hampir 700 ribu sampai di bulan Oktober," ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Ada fakta menarik di balik meningkatnya penumpang kereta api yang berstatus WNA. Jumlah wisatawan asing ke Indonesia juga memang sedang meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 12,01 juta kunjungan sepanjang Januari hingga September 2026. Angka itu meningkat 5,01 persen dibanding kunjungan pada periode yang sama pada 2025.

baca juga

Stasiun Yogyakarta Jadi Primadona Penumpang WNA

Dari 600 ribu lebih WNA yang sudah merasakan bepergian menggunakan kereta api di Indonesia, ada stasiun yang menjadi primadona. Stasiun ini paling sering disambangi oleh WNA.

Stasiun yang paling banyak disambangi oleh penumpang WNA adalah Yogyakarta. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, ada 119.577 WNA yang sudah ke sana. Sedangkan di urutan kedua, ada Stasiun Gambir dengan 108.412 penumpang.

Stasiun Yogyakarta | PT KAI

Selama ini, WNA lebih banyak naik dan turun di stasiun-stasiun yang terletak di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Selain itu, Malang, Semarang, dan Solo juga cukup ramai. Meski demikian, ada satu stasiun di kota kecil yang secara mengejutkan juga banyak disinggahi WNA, yaitu Probolinggo. Tercatat, 15.997 WNA meramaikan stasiun tersebut sejak Januari. Probolinggo pun duduk di urutan kedelapan stasiun yang paling banyak disinggahi WNA.

Yang lebih menarik lagi, ternyata WNA juga punya daerah primadona baru untuk didatangi menggunakan kereta api, yakni Purwokerto dan sekitarnya. Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto adalah wilayah dengan pertumbuhan penumpang WNA tertinggi dengan 12,53%, hanya kalah dari Daop 4 Semarang dengan pertumbuhan 16,78%.

"Purwokerto ini menjadi salah satu destinasi yang kita lihat punya potensi setelah Jogja, dan Banyuwangi juga bisa menjadiย second place dari para wisatawan," tutur Anne.

baca juga

Tak ayal, pertumbuhan penumpang WNA di wilayah Purwokerto terbilang mengejutkan, bahkan bagi PT KAI sendiri.

"Tapi kalau kita lihat dari pertumbuhan warga negara asing yang naik kereta, yang kita sangatย surprise adalah Purwokerto, di mana yang pertumbuhannya juga yang nomor 1 adalah Semarang," lanjut Anne.

Di bawah Daop 4 Semarang dan Daop 5 Purwokerto, ada pula satu daop dari Sumatra yang juga punya angka pertumbuhan tinggi dan menempati posisi ketiga, yaitu Divre III Palembang.

"Bahkan di Palembang sendiri kereta api juga menjadi salah satu daya tarik warga negara asing yang naik kereta, kemudian Madiun dan Surabaya. Ini adalah wilayah-wilayah baru yang diminati oleh warga negara asing naik kereta," pungkas Anne.

baca juga

ย 

ย 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.