Kawan GNFI ada yang bercita-cita menjadi diplomat? Atau sekadar penasaran bagaimana cara diplomat bekerja?
Isu diplomasi dan hubungan internasional cukup banyak diminati oleh kalangan generasi muda di kawasan Asia Tenggara. Banyak mahasiswa yang penasaran ingin merasakan langsung bagaimana para diplomat berunding menentukan arah kebijakan kawasan.
Demi memfasilitasi antusiasme tersebut, ternyata ASEAN memiliki sebuah wadah khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak muda. ASEAN Foundation menghadirkan sebuah forum pembelajaran bernama ASEAN Foundation Model ASEAN Meeting (AFMAM). Melalui program ini, anak muda dari 11 negara anggota ASEAN diberi kesempatan langka menjajal peran sebagai wakil negara.
AFMAM dirancang sebagai simulasi persidangan resmi yang memberikan pengalaman komprehensif mengenai pengambilan keputusan regional. Peserta tidak hanya mempelajari teori diplomasi, tapi juga mempraktikkan langsung seni bernegosiasi.
Mengenal Apa Itu AFMAM
ASEAN Foundation Model ASEAN Meeting (AFMAM) merupakan program unggulan ASEAN Foundation untuk meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme kerja ASEAN. Program ini mengajak anak-anak muda berperan sebagai delegasi negara anggota serta sekretariat dalam membahas isu strategis kawasan.
Berbeda dengan simulasi Model United Nations (MUN) pada umumnya, AFMAM menekankan prinsip diplomasi khas Asia Tenggara, yaitu ASEAN Way. Keputusan dalam simulasi ini tidak diambil melalui pemungutan suara terbanyak, melainkan berdasarkan asas musyawarah dan konsensus bersama.
Seluruh alur persidangan mereplikasi struktur resmi ASEAN, mulai dari tingkat pejabat tinggi, dewan menteri, hingga KTT ASEAN. Hal ini memastikan setiap peserta memahami tata cara protokol, terminologi, dan alur kerja antar pilar komunitas secara otentik.
Sejarah AFMAM
Melansir dari situs resmi ASEAN, inisiatif AFMAM pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 oleh ASEAN Foundation yang bermitra dengan Sunway Education Group di Malaysia. Peluncurannya bertepatan dengan momen KTT ASEAN ke-27 untuk memperkuat identitas regional di kalangan generasi muda.
Sejak pertama kali digelar, program ini berkembang pesat dan telah melatih ratusan mahasiswa serta pengajar dari berbagai pelosok Asia Tenggara. Untuk menjaga relevansinya, tema simulasi AFMAM selalu disesuaikan dengan fokus Keketuaan ASEAN yang sedang berlangsung.
Tidak hanya skala regional, AFMAM juga memperluas jangkauan lewat kemitraan strategis seperti AFMAM Plus Australia, AFMAM Plus Japan, hingga East Asia Summit. Menariknya, alumni-alumninya ikut membentuk simulasi lokal di kampus masing-masing sebagai wadah untuk belajar bagi mahasiswa di kampus masing-masing.
Belajar Jadi Diplomat
Dalam pelaksanaannya, setiap delegasi negara terdiri dari beberapa anggota yang memegang peran spesifik. Anggota tim bisa memilih peran sebagai Kepala Pemerintahan, Menteri Luar Negeri, Menteri Pilar Komunitas, hingga Pejabat Tinggi (SOM).
Proses perundingan diawali dari Senior Officials Meeting (SOM) untuk membahas draft awal dokumen. Jika terdapat perbedaan pandangan, isu tersebut dinaikkan ke tingkat Ministerial Meeting hingga disahkan oleh para Kepala Pemerintahan di ASEAN Summit.
Keunikan lain dari AFMAM adalah keterlibatan aktif Sekretariat ASEAN dalam mengarahkan alur sidang serta menyusun Chairman's Statement. Pendekatan kolaboratif ini melatih peserta untuk menurunkan ego nasional demi tercapainya kesepakatan bersama.
Lewat forum ini, peserta AFMAM bisa mengasah berbagai keterampilan kepemimpinan yang krusial. Keterampilan seperti public speaking, pemikiran kritis, negosiasi lintas budaya, serta diplomasi diuji langsung dalam persidangan.
Adakah Kawan GNFI yang tertarik untuk mencoba menjadi diplomat di kawasan ASEAN?


