manggalawaditro sebut cara yogya royal orchestra diterima generasi muda - News | Good News From Indonesia 2026

Manggalawaditro Sebut Cara Yogya Royal Orchestra Diterima Generasi Muda

Manggalawaditro Sebut Cara Yogya Royal Orchestra Diterima Generasi Muda
images info

Manggalawaditro. (Foto: YouTube/Good News From Indonesia)


Alunan musik megah nan merdu biasa terjadi di dalam sebuah orkestra musik. Selain pemain alat musik, peran konduktor atau pengaba berperan besar dalam menyajikan harmonisasi nada kepada pendengarnya secara langsung.

Salah satu sosok yang menjalankan peran konduktor dan tengah mendapat sorotan saat ini ialah Manggalawaditro. Pemilik nama asli Elgar Putrandhra ini dikenal sebagai konduktor dalam Yogyakarta Royal Orchestra (YRO).

YRO sendiri diresmikan Sri Sultan Hamengkubuwono pada 21 Juni 2021 lalu. Namun, eksistensi sesungguhnya sudah ada sejak era kolonial Belanda, yakni pada 1924 dengan nama Kraton Orcest Djogja (KOD). Demi memunculkan daya tarik Yogya dari lingkup kraton, orkestra ini pun dihidupkan kembali setelah vakum kurang lebih selama 70 tahun.

Peran Manggalawaditro sebagai pengaba YRO sangatlah krusial. Ia tercatat telah ikut serta dalam sejumlah pertunjukan, termasuk konser kolaborasi bersama Swa Bhuwana Paksa Orchestra pada 2024 serta lawatan konser ke Kyoto, Jepang, pada 2025. Kiprahnya memperlihatkan bagaimana musik orkestra dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi, pendidikan musik, dan diplomasi kebudayaan.

Pemain Biola yang Menjadi Pengaba

Manggalawaditro sudah lekat dengan dunia musik sejak lama. Jika dilihat secara akademik, ia memiliki kredibilitas karena memegang predikat sarjana seni setelah lulus dari jurusan Seni Musik Institut Senin Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 2018.

Awal mula bergabungnya Manggalawaditro sendiri baru terjadi pada 2021. Namun, ia tidak langsung menjadi pengaba, melainkan memulainya sebagai pemain biola.

β€œJadi saya tergabung sebagai pemain biola, lalu terpilih jadi konser masternya menjadi konduktor itu 2024,” ucap Manggalawaditro kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Bergabungnya Manggalawditro ke YRO otomatis membuatnya mendapat status sebagai pelayan Keraton Yogyakarta atau biasa disebut abdi dalem. Dengan status itu pun membuatnya tersadar akan tanggung jawab untuk menyajikan kualitas lewat musik supaya nama Yogyakarta mewangi di depan banyak orang.

β€œSangat senang sih dan menjadi kehormatan juga karena kita bisa meneruskan perjuangan musisi-musisi Yogya sebelumnya yang dulu abdi dalem juga. Terus beban, mungkin bukan beban yang kayak gimana ya, tapi lebih ke tanggung jawab kita sebagai abdi dalem setelah tergabung di IRO ini. Abdi dalem untuk menjaga kualitas dan nama baik Yogyakarta Royal Orchestra,” kata Manggalawaditro lagi.

Cara YRO Diterima Generasi Muda

YRO harus bersetia dengan napas-napas unsur kejawaan dalam berkarya. Sayangnya, unsur kejawaan sering dipandang oleh khalayak khususnya generasi muda sebagai produk kuno yang jauh dari kata relevan. Namun, dalam hal ini Manggalawaditro yakin apa yang disajikan dengan musik bernapaskan kejawaan dapat diterima karena YRO selalu beradaptasi dengan zaman.

β€œSebenarnya itu adalah visi dari Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono). Jadi visi dari Ngarso Dalem untuk YRO mendekatkan tradisi Jawa kepada anak-anak generasi muda yang baru. Sebenarnya itu visi pertama YRO dan itu kita memang sengaja bikin dan dikemas se-Gen Z itu ya,” ucap Manggalawaditro.

Memang tidak mudah, dan Manggalawaditro mengakui hal tersebut. Salah satu kesulitan dalam pengemasan YRO supaya dapat diterima anak-anak muda ialah mengedepankan budaya Jawa tapi tetap menuruti selera zaman.

β€œKita mencoba itu tanpa meninggalkan esensi-esensi budaya Jawa sendiri yang itu kesulitannya. Jadi kayak kita harus berperilaku Jawa, tapi harus tetap mengikuti zaman,” jelas dia.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.