kisah pak pur polisi baik rawat ribuan odgj kini lanjut kuliah psikologi agar makin totalitas - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Pak Pur Polisi Baik Rawat Ribuan ODGJ, Kini Lanjut Kuliah Psikologi agar Makin Totalitas!

Kisah Pak Pur Polisi Baik Rawat Ribuan ODGJ, Kini Lanjut Kuliah Psikologi agar Makin Totalitas!
images info

Ipda Purnomo merawat ODGJ | Tangkapan layar YouTube @PURNOMOBELAJARBAIK


Ikuti GNFI di WhatsApp

Apakah Kawan sudah kenal dengan sosok polisi yang membuktikan bahwa slogan โ€œPolisi Bersama Masyarakatโ€ bukan hanya sekadar kata-kata?

Ya, dialah Ipda Purnomo, anggota Kepolisian Resor (Polres) Lamongan, Jawa Timur, yang akrab dikenal 'Pak Pur Polisi Baik'.

Lewat Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang ia dirikan di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan, Purnomo bersama timnya telah merawat dan merehabilitasi ribuan ODGJ dari berbagai daerah selama 10 tahun terakhir.

Selain untuk ODGJ, Yayasan ini juga menjadi tempat pendampingan bagi anak-anak telantar dan pemuda jalanan yang membutuhkan pendampingan.

Selama proses perawatannya, ia mengedepankan pendekatan kemanusiaan tanpa memasung mereka. Ia lakukan hal ini secara konsisten dengan tujuan agar mereka mendapatkan kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih baik.

baca juga

Bermula dari Pertemuannya dengan ODGJ di Jalanan

Melansir dari BeritaJatim, perjalanan Purnomo dalam merawat ODGJ bermula di tahun 2015, setelah ia kembali dari penugasan di Kalimantan Timur dan bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah Babat, Lamongan. Pada saat itu, ia bertemu dengan seorang perempuan paruh baya yang mengalami gangguan jiwa dan terlantar di jalanan tanpa busana. Perempuan tersebut bernama Murniatun asal Kediri.

Tergerak melihat kondisinya, Purnomo memutuskan membawanya pulang untuk mendapatkan perawatan. Keputusan itu sempat membuat istrinya kebingungan. Pasalnya, Purnomo tiba-tiba membawa pulang orang asing dengan kondisi tubuh dipenuhi debu jalanan. Namun baginya, perempuan tersebut membutuhkan pertolongan yang tidak bisa ia abaikan begitu saja.

Pertemuan dengan Murniatun menjadi titik awal yang mengubah perjalanan hidupnya. Sejak saat itu, Purnomo merasa terpanggil untuk membantu lebih banyak ODGJ yang telantar, bahkan sempat memasang target untuk menemukan lima orang setiap harinya agar semakin banyak orang yang bisa ia rawat.

โ€œSemenjak itu, tiba-tiba saya berpikir bahwa saya harus merawat mereka, bahkan sempat memasang target untuk menemukan lima orang setiap harinya,โ€ jelas Purnomo.

baca juga

Lanjut Kuliah Magister Psikologi di Unesa

Setelah hampir satu dekade melakukan tugas mulia, perjalanan Purnomo kini berlanjut ke bangku kuliah. Ia resmi menempuh studi Magister Psikologi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk memperkuat pengetahuan dan kemampuannya dalam memberikan pendampingan psikologis kepada orang-orang yang membutuhkan.

Bagi Purnomo, pendidikan adalah investasi kemanusiaan agar proses merawat dan memanusiakan manusia bisa dilakukan secara terarah dan profesional. Sebab selama ini, Purnomo banyak mengandalkan pengalaman intuitif dan pengetahuan yang dipelajarinya secara otodidak.

Sementara itu, setiap hari ia selalu bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan tempat bercerita dan konseling, jadi Purnomo merasa perlu memiliki dasar ilmu psikologi yang lebih kuat.

Purnomo Polisi Baik | Dok. Humas Unesa
info gambar

Purnomo Polisi Baik | Dok. Humas Unesa


Selain itu, layanan di yayasannya ada 4 klaster yang membutuhkan penanganan profesional dan berbasis keilmuan psikologi modern, yaitu klaster ODGJ, lansia, anak terlantar, serta rehabilitasi narkoba. Kondisi tersebut juga yang mendorongnya tetap semangat untuk melanjutkan pendidikan.

โ€œManusia itu wajib menuntut ilmu sampai kapan pun. Setiap hari saya bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan tempat curhat dan konseling. Selama ini saya mendapatkan ilmu secara otodidak, sehingga saya merasa harus memiliki dasar ilmu Psikologi yang kuat dan teruji,โ€ ujar Purnomo, seperti dikutip dari laman Unesa.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas kepolisian dan mengelola Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Purnomo tentu akan berusaha agar membagi waktunya untuk kuliah. Karena ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bisa dibagikan kepada tim pendamping di yayasannya.

Ia turut mengajak istrinya untuk ikut menempuh pendidikan di Unesa dan berencana mendorong 30 anggota tim yayasannya untuk mempelajari psikologi.

โ€œHarapan saya, setelah mendapatkan ilmu di sini semakin bermanfaat dampak pengabdian kami bagi masyarakat. Ilmu ini nantinya wajib saya tularkan kepada tim pendamping dan masyarakat,โ€ tegasnya.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HK
FN
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.