ario bayu bisa main film dan mengekspresikan suara karakter adalah privilege - News | Good News From Indonesia 2026

Ario Bayu: Bisa Main Film dan Mengekspresikan Suara Karakter adalah Privilege

Ario Bayu: Bisa Main Film dan Mengekspresikan Suara Karakter adalah Privilege
images info

Ario Bayu. (Foto: YouTube/Good News From Indonesia)


Ikuti GNFI di WhatsApp

Ario Bayu merupakan aktor Indonesia yang sudah malang melintang di industri perfilman nasional. Pria kelahiran Jakarta pada 41 tahun yang lalu ini telah membintangi banyak film dan serial sejak tahun 2000-an.

Nama Ario melejit sejak ia bermain sebagai pemeran pendukung di film horor Bangsal 13 pada 2004. Semenjak itu, ia mulai lekat dengan dunia seni peran dan mendapat porsi lebih besar memerankan tokoh utama, di antaranya ia memerankan Presiden RI pertam Sukarno dalam film Soekarno (2013) dan Sultan Agung dalam Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018).

Kontribusinya dalam perfilman tanah air membuat Ario didaulat sebagai Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) yang sebelumnya dipimpin oleh sesama aktor, reza Rahadian. Dari perannya sebagai pemimpin sebuah komite tentu diharapkan ia mampu memiliki pengetahuan serta kebijakan dalam membina keberlangsungan industri film Indonesia kini dan nanti.

Genre Horor

Film Indonesia sejak dulu hingga kini lekat dengan genre horor. Meskipun sekarang genre-genre lain seperti drama, romansa, sampai biopik tetap bermunculan, genre horor secara konsisten masih menunjukkan eksitensinya untuk naik di layar lebar.

Ario sendiri adalah aktor yang naik pamornya setelah membintangi film horor. Berdasarkan pengalamannya itulah ia melihat film horor terus mengalami perkembangan dengan banyak cara seperti memadupadankan genre tersebut dengan genre lain.

“Film horor yang kalau kita lihat juga hari ini genre horor masih dikonsumsi porsinya lebih banyak daripada gen-gen lain. Bahkan evolusinya atau perkembangannya itu lebih ke kayak horor komedi, horor action, horor drama, tapi tema utamanya tetap dibaluti horor,” ucap Ario kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Keberlangsungan genre film horor Indonesia seolah memiliki napas yang panjang. Ario meyakini pandangan masyarakat dalam hal-hal berbau supernatural lah yang membuat genre film ini bisa terus ada dan tetap menemukan pasarnya.

“Aku merasa bahwa mungkin konsumen Indonesia atau masyarakat Indonesia mungkin adalah masyarakat yang masih senang dengan hal-hal berbau supernatural atau mistis atau penuh dengan hal-hal metafisikal. Jadi makanya genre horor masih banyak peminatnya,” ungkap Ario.

Privilege Main Film

Ada kalanya aktor dan aktris film masih membawa karakter yang diperankannya seusai syuting selesai. Namun, Ario selaku aktor tidak merasakan hal itu karena ia memiliki batasan-batasan tertentu supaya karakter yang dibawanya tak melekat ke dunia nyata.

“Tidak melekat sama sekali. Justru setelah selesai syuting mungkin aku meninggalkan karakter yang aku perankan. Misalnya aku main sama Mickey Rourke, film Hollywood syuting di Yogya, sama Kellan Lutz aku memerankan polisi, tapi setelah film itu selesai ya sudah selesai aja gitu. Aku menurut energi dan nilai-nilai kesenian yang proporsional dibutuhkan ya saat produksi,” ucap Ario.

Lain daripada itu, Ario merasa bisa bekerja sebagai aktor film adalah sebuah keuntungan. Ia merasa bisa menyuarakan ekspresi karakter yang ia perankan sambil berkarya.

“Aku bisa bermain di sebuah film dan aku bisa mengekspresikan suara-suara tertentu, pandangan tertentu lewat karakter tertentu, dan it’s such a privilege to be in that dimension,” katanya lagi.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.