makanan pendamping khas ambon ikan asar hingga kohu kohu - News | Good News From Indonesia 2026

Makanan Pendamping Khas Ambon: Ikan Asar hingga Kohu-Kohu

Makanan Pendamping Khas Ambon: Ikan Asar hingga Kohu-Kohu
images info

Makanan Pendamping Khas Ambon: Ikan Asar hingga Kohu-Kohu | Foto: (Wikimedia commons/ Gunawan Kartapranata).


Kalau bicara tentang menu pendamping khas Ambon, mungkin yang paling sering terbayang adalah ikan kuah kuning yang disajikan bersama papeda. Namun, sebenarnya Ambon punya banyak pendamping lain. Ada ikan asap, sambal, sampai sayur kelapa.Β 

Hidangan-hidangan tersebut biasanya hadir untuk melengkapi makanan utama seperti nasi, papeda, atau umbi rebus, dan hampir semuanya punya satu kesamaan, yaitu ikan. Kenali tiga pendamping yang hampir selalu ada di meja makan orang Ambon.

Ikan Asar: Ikan Asap yang Jadi Bintang di Meja

Ikan asar adalah ikan asap khas Ambon. Namanya punya dua kemungkinan arti. Ada yang menyebut ikan ini tahan dari waktu salat Asar sampai Asar berikutnya.

Ada juga yang menyebut nama itu berasal dari cara orang di Indonesia Timur melafalkan β€œasap”. Secara praktis, ikan asar bisa awet sekitar tiga sampai tujuh hari, tergantung seberapa lama ikan tersebut diasap. Makin lama diasap, tekstur ikan makin kering dan makin awet.

baca juga

Bahan dan Cara Membuat

Ikan asap khas Ambon ini dibuat dari ikan cakalang, ikan tuna, atau ikan tongkol. Ikannya dibungkus daun pisang, ditusuk bambu, lalu diasap sekitar satu jam.

Prosesnya masih tradisional, dan hasilnya adalah ikan dengan aroma asap yang khas. Biasanya ikan asar disantap dengan nasi dan sambal colo-colo. Suwirannya juga bisa dipakai di kohu-kohu. Jadi, satu jenis ikan bisa muncul di dua hidangan berbeda.

Colo-Colo dan Peran Sambal

Colo-colo adalah sambal khas Ambon. Namanya dari bahasa Maluku yang artinya β€œdiaduk” atau β€œdicampur”, sesuai dengan cara pembuatannya.

Bahan dan Cara Membuat

Bahan colo-colo cukup simpel dan bisa didapatkan dengan mudah. Bahan utamanya biasanya cabai rawit, bawang merah, dan tomat yang diiris kasar, lalu dicampur air jeruk nipis dan di aduk tepat sebelum disajikan agar tetap segar.

baca juga

Di beberapa versi, colo-colo juga memakai kecap manis atau kacang. Tingkat kepedasan dan keasamannya bisa disesuaikan dengan selera. Karena itu, rasa colo-colo bisa sedikit berbeda dari satu rumah ke rumah lain.

Sering Disalahpahami sebagai Dabu-Dabu

Colo-colo termasuk salah satu sambal mentah. Dari cara pembuatannya, sekilas mirip dengan sambal dabu-dabu dari Sulawesi Utara.

Bedanya, rasa colo-colo cenderung lebih kompleks karena ada unsur manis atau asin dari kecap. Colo-colo juga memakai jeruk nipis lokal dan kadang ditambah kacang atau minyak, yang menjadi pembeda dari dabu-dabu.

Sambal colo-colo mudah ditemui di warung kecil dan rumah-rumah, baik untuk makanan sehari-hari maupun acara perayaan. Sambal ini cocok dimakan dengan ikan bakar, ikan goreng, atau ikan asar. Colo-colo dapat menambah rasa tanpa menutupi rasa asli ikan.

baca juga

Kohu-Kohu dan Olahan Laut

Kohu-kohu adalah makanan pendamping khas Ambon yang berbahan dasar sayuran. Hidangan ini sering disebut sebagai salad tradisional Maluku.

Bahan dan Cara Pembuatan

Bahan utamanya biasanya tauge, kemangi, dan parutan kelapa, lalu ditaburi ikan dan diberi bumbu. Di beberapa variasi, isinya juga bisa memakai kacang panjang dan mentimun, dengan ikan berupa suwiran ikan asar.

Kohu-kohu secara bentuk dan bahan mirip dengan urap, hidangan sayur berkelapa dari Jawa. Irisan ikan di kohu-kohu menjadi pembedanya.

Simbol Kebersamaan

Kohu-kohu bisa dimakan dengan apa saja, mulai dari nasi, lontong, hingga singkong rebus. Hidangan ini sering hadir sebagai simbol kebersamaan, dinikmati bersama dalam keluarga maupun acara sosial, dan nilainya diwariskan turun-temurun.

baca juga

Pengaruh Lokasi Pesisir terhadap Menu

Ikan hampir selalu ada di ketiga hidangan ini. Di ikan asar sendiri, Ikan menjadi bintang utama. Di colo-colo, ikan menjadi teman makan. Di kohu-kohu, suwiran ikan ikut tercampur dengan sayur dan kelapa. Jenis ikannya pun biasanya menyesuaikan apa yang tersedia di sekitar.

Ketiga hidangan ini mencerminkan pengaruh kekayaan bahan-bahan pesisir Maluku. Bagaimana ikan menjadi pusat meja makan di Ambon. Kalau Kawan berkunjung ke sana, mana yang akan di cicipi terlebih dulu, ikan asar, colo-colo, atau kohu-kohu?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ZS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.