Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara meninjau operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di empat daerah pada Kamis (15/10). Peninjauan ini merupakan bagian dari pengawalan atas arahan Presiden untuk mengoperasikan KDKMP secara serentak di 10.070 titik selama delapan hari.
Untuk memastikan gerai siap melayani warga dan pasokan barang bersubsidi tersedia, para menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, serta panglima daerah militer (Pangdam) juga diminta memantau pelaksanaan di wilayah masing-masing.
Empat lokasi yang dikunjungi ialah Bumisari, Natar, Lampung Selatan; Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah; Sonorejo, Kediri; dan Tambakrejo, Sidoarjo, Jawa Timur. Di setiap lokasi, Menko Pangan dan rombongan berdialog dengan warga, pengurus, serta manajer koperasi.
Mereka juga memeriksa komoditas dan layanan yang disiapkan sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, LPG, dan pupuk hingga layanan keuangan dan pemasaran produk UMKM.
βKoperasi Merah Putih harus memberi manfaat yang langsung dirasakan warga. Harga yang terjangkau dan barang yang mudah diperoleh akan membantu warga desa, petani, termasuk pedagang kecil, sekaligus menggerakkan ekonomi desa,β kata Zulkifli Hasan.
Cerita dari KDKMP Sonorejo Kediri: Warga Menantikan Gerai dengan Harga Lebih Murah
Keril, manajer KDKMP Sonorejo, mengatakan warga sudah menanyakan kapan koperasi mulai berjualan setelah mendengar kabar bahwa harga barang akan lebih murah.
βKalau saya bertemu warga, mereka bertanya-tanya kapan KDKMP buka. Mereka sudah mendengar barang-barangnya dijual dengan harga lebih murah,β cerita Keril.
KDKMP Tambakrejo melayani wilayah dengan sekitar 16.216 penduduk. Gerai sembako, obat, pupuk, dan klinik tengah disiapkan, sementara persediaan kebutuhan pokok, pupuk, dan LPG telah tersedia.
Harga yang lebih terjangkau dirasakan Sumarti, warga Tambakrejo yang sehari-hari berjualan makanan. βHarga di KDKMP jauh lebih murah, seperti harga grosir, meskipun kami hanya membeli sedikit. Ini sangat menguntungkan pedagang kecil seperti kami,β ujarnya.
Akan lakukan pengawalan terhadap operasional KDKMP
Zulkifli Hasan mengatakan pengawalan akan terus dilakukan karena operasionalisasi KDKMP masih tergolong baru dan pelaksanaannya dapat menghadapi berbagai kendala.
βKami akan terus mengawal kesiapan gerai, kelancaran pasokan, akses pupuk bagi petani, dan pengembangan usaha lokal. Koordinasi dengan kementerian, lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah penting agar koperasi dapat beroperasi sesuai kebutuhan masyarakat,β ujar Menko Pangan.
Secara nasional, per 12 Oktober 2026, sebanyak 23.000 gedung KDKMP telah selesai dibangun dan 28.626 manajer telah direkrut. Pemantauan di 10.070 titik selama delapan hari menjadi bagian dari upaya memastikan koperasi berfungsi sebagai simpul distribusi kebutuhan, penyedia layanan, dan pasar bagi produk desa.


