joko anwar jadi salah satu sutradara film horor terbaik di dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Joko Anwar Jadi Salah Satu Sutradara Film Horor Terbaik di Dunia

Joko Anwar Jadi Salah Satu Sutradara Film Horor Terbaik di Dunia
images info

Sumber: instagram.com/jokoanwar.


Ikuti GNFI di WhatsApp

Dunia perfilman internasional kembali memberikan perhatian kepada sineas Indonesia. Kali ini, Joko Anwar berhasil mencatatkan namanya dalam daftar 50 sutradara film horor terbaik sepanjang masa versi IndieWire.

Pencapaian tersebut bukan sekadar pengakuan terhadap popularitas film-filmnya, melainkan juga apresiasi atas kemampuannya menghadirkan horor dengan pendekatan cerita yang kuat, khas, serta berakar pada persoalan kehidupan masyarakat.

Bersanding dengan Nama-Nama Besar dan Legendaris

Joko Anwar menjadi salah satu sutradara Indonesia yang mendapatkan pengakuan internasional setelah namanya masuk dalam daftar 50 Best Horror Directors of All Time yang diterbitkan oleh IndieWire pada 28 Oktober 2026.

Media perfilman asal Amerika Serikat tersebut memasukkan Joko Anwar bersama sejumlah nama besar dalam sejarah sinema horor dunia, seperti Wes Craven, George A. Romero, Kiyoshi Kurosawa, Robert Eggers, Hideo Nakata, dan Ari Aster.

Tidak hanya itu, ia bahkan juga bersanding dengan nama-nama legendaris seperti Alfred Hitchcock, Stanley Kubrick dan Steven Spielberg yang karya-karyanya terkenal tidak lekang oleh waktu.

Menariknya, IndieWire tidak menyusun daftar tersebut berdasarkan peringkat satu hingga 50. Sebaliknya, para sutradara dikelompokkan ke dalam enam kategori yang menggambarkan kontribusi, karakter, dan pengaruh mereka terhadap perkembangan genre horor.

Joko Anwar sendiri masuk dalam kategori Reigning Terrors, sebuah kelompok yang berisi para pembuat film dengan pengaruh kuat terhadap perkembangan horor kontemporer. Karya-karya mereka dianggap mampu menjadi bahan pembicaraan sekaligus memberikan inspirasi bagi sineas lainnya.

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa karya horor Joko Anwar tidak hanya mendapatkan tempat di industri perfilman Indonesia, tetapi juga mulai diperhitungkan dalam percakapan sinema internasional.

Kemampuan Menggabungkan Horor dan Persoalan Sosial

Salah satu alasan IndieWire memberikan perhatian khusus kepada Joko Anwar adalah pendekatannya dalam membangun ketakutan. Ia tidak sekadar mengandalkan penampakan hantu, kejutan mendadak, atau adegan berdarah untuk menciptakan suasana menyeramkan.

Dalam ulasannya, IndieWire menyoroti kemampuan Joko menjadikan hubungan keluarga sebagai sumber teror yang terasa seperti sebuah perjanjian dengan iblis. Sosok-sosok mengerikan dalam filmnya juga hadir bersama persoalan sosial, mulai dari kemiskinan, kewajiban keluarga, hingga otoritas agama.

Pendekatan tersebut membuat horor dalam film Joko Anwar terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penonton tidak hanya diajak takut terhadap makhluk gaib, tetapi juga diperlihatkan bagaimana hubungan antarmanusia, ketimpangan sosial, dan kepercayaan dapat menjadi sumber penderitaan.

Inilah salah satu kekuatan yang membedakan film-filmnya dari horor yang hanya mengutamakan efek kejutan. Ketakutan dibangun melalui cerita, konflik karakter, dan situasi sosial yang memiliki relevansi dengan kehidupan masyarakat.

Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam Jadi Bukti Konsistensi

Perjalanan Joko Anwar sebagai sutradara horor semakin diperhitungkan setelah merilis Pengabdi Setan pada 2017. Film yang merupakan interpretasi ulang dari karya klasik tahun 1980 tersebut berhasil mendapatkan perhatian besar dari penonton Indonesia.

Keberhasilannya tidak terlepas dari kemampuan Joko membangun atmosfer mencekam melalui cerita keluarga yang berhadapan dengan teror supernatural. Unsur kehilangan, hubungan ibu dan anak, serta rahasia masa lalu menjadi fondasi emosional yang memperkuat pengalaman horor.

Kesuksesan tersebut kemudian dilanjutkan melalui Pengabdi Setan 2: Communion pada 2022. Sekuel ini memperluas skala teror dengan menghadirkan latar rumah susun yang dipenuhi penghuni dan berbagai peristiwa mengerikan.

Selain itu, Perempuan Tanah Jahanam (2019) memperlihatkan kemampuan Joko dalam mengolah cerita horor yang berakar pada mitologi, tradisi, dan kepercayaan masyarakat Indonesia.

Film tersebut membawa penonton memasuki sebuah desa terpencil dengan rahasia kelam yang berkaitan dengan kutukan dan sejarah keluarga. Pendekatan folk horror yang digunakan membuat identitas budaya lokal menjadi bagian penting dari pengalaman menonton.

Ketiga film tersebut menunjukkan konsistensi Joko dalam menciptakan horor yang tidak kehilangan identitas Indonesia, meskipun memiliki kualitas penceritaan yang dapat dinikmati penonton internasional.

Siksa Kubur Memperkuat Karakter Horor Joko Anwar

IndieWire juga memberikan perhatian terhadap Siksa Kubur (2024), salah satu karya Joko Anwar yang mengangkat persoalan keyakinan, kehidupan setelah kematian, dan ketakutan manusia terhadap konsekuensi perbuatannya.

Film ini menghadirkan pendekatan horor yang lebih filosofis dengan menjadikan persoalan keagamaan sebagai bagian utama konflik cerita.

Melalui karakter Sita, penonton diajak mengikuti perjalanan seseorang yang mempertanyakan kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian. Pertanyaan tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman mengerikan yang mempertemukan konflik psikologis dan supernatural.

IndieWire melihat bahwa film ini memperlihatkan kemampuan Joko membawa persoalan yang kompleks ke dalam ruang cerita yang semakin menyesakkan.

Dengan demikian, horor tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengangkat pertanyaan mengenai keyakinan, moralitas, dan sisi gelap manusia.

Pengakuan Internasional bagi Horor Indonesia

Masuknya Joko Anwar dalam daftar IndieWire menjadi pencapaian penting bagi perfilman Indonesia. Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa cerita horor yang berangkat dari budaya dan persoalan masyarakat lokal memiliki potensi untuk mendapatkan perhatian dunia.

Joko juga menunjukkan bahwa identitas lokal bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya yang memiliki daya tarik internasional. Justru melalui mitologi, kepercayaan, dan persoalan sosial Indonesia, ia mampu membangun cerita yang memiliki karakter kuat.

Pada akhirnya, pencapaian ini bukan hanya tentang posisi Joko Anwar di antara sutradara horor dunia. Lebih dari itu, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa sinema horor Indonesia mempunyai kontribusi tersendiri dalam perkembangan genre horor global.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

DS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.