AIESEC in Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam mendorong peranan pemuda sebagai agen perubahan sosial yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan program Local Volunteer (LV): Youth4Impact Summer Peak 2026.
Program yang berlangsung sejak bulan Juni hingga Agustus 2026 ini dirancang secara khusus sebagai ruang pengembangan kepemimpinan, wadah kolaborasi lintas budaya, serta aksi nyata untuk merespons berbagai tantangan di masyarakat. Pada edisi ini, AIESEC in Unsri secara spesifik mengangkat portofolio Sustainable Development Goals (SDGs) Target 4, yakni Pendidikan Berkualitas (Quality Education), sebagai pilar utama kegiatan.
Perjalanan Local Volunteer: Youth4Impact Summer Peak 2026 diawali dengan sesi LV Induction bertajuk "Unlock Our Path to Global" pada Sabtu, 27 Juni 2026, yang bertempat di SUA Co-Working Space, Palembang. Sesi pembuka ini menjadi landasan bagi peserta untuk saling mengenal dan menyelaraskan ekspektasi.
Peserta LV diperkenalkan secara mendalam pada fondasi organisasi melalui materi seputar AIESEC. Kemudian, peserta menerima orientasi menyeluruh mengenai program incoming Global Volunteer (iGV) yang akan dijalankan, serta wawasan mengenai peluang pertukaran lintas negara melalui program outgoing Global Volunteer (oGV).
Guna mempersiapkan peserta secara mendalam sebelum terjun langsung ke masyarakat, program dilanjutkan melalui sesi LV Bootcamp bertema "The Catalyst Camp for Impact" pada Minggu, 28 Juni 2026, melalui Zoom Meeting. Sesi pemaparan pertama, "Portfolio Deep Dive: Understanding the SDGs & Issues", oleh Lucyana Apriliani Utami berfokus pada aspek krusial Why dan What.
Dalam paparannya, Lucyana memandu peserta membedah relasi antara tema kegiatan dengan SDG 4. Para peserta diajak mengidentifikasi akar permasalahan pendidikan dan sosial di masyarakat berdasarkan pemaparan fakta, data, dan studi kasus nyata. Analisis mendalam ini dirancang untuk membangun pemahaman bersama mengenai signifikansi portofolio tersebut dan ekspektasi dampak nyata yang ditargetkan pada program iGV.
Sesi pembekalan kedua bertajuk "Capacity Building: Skills for Portfolio Realization" dipandu oleh Feny Alvionita yang berfokus pada aspek implementasi atau How. Feny memberi materi seputar keterampilan Workshop and Session Facilitation Skills guna membekali peserta dalam merancang dan menyampaikan sesi edukasi nonformal bagi anak-anak dalam rentang usia pendidikan anak usia dini, dasar, hingga menengah.
Teknik interaktif seperti pendekatan gamification, storytelling, dan active listening ditekankan sebagai metode kunci dalam mendukung pencapaian target program. Materi implementatif ini diperkuat melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh seluruh peserta, berdasarkan studi kasus, serta simulasi peran (roleplay) mengajar dengan umpan balik secara langsung dari narasumber.
Kesiapan peserta semakin diperkuat melalui sesi EP x EP Buddy Induction yang diselenggarakan pada Senin, 13 Juli 2026. Agenda interaktif ini secara khusus merangkai kolaborasi antara peserta lokal (Buddy) dengan para Exchange Participant (EP) dari mancanegara. Melalui breakout room, seluruh peserta berkesempatan untuk berbincang, memahami dinamika lintas budaya, dan merancang sistem pendampingan yang solid. Sinergi awal ini ditujukan agar realisasi dapat berjalan inklusif, terarah, serta mampu menghasilkan dampak kolektif yang optimal.

Untuk memastikan kualitas program dan memantau perkembangan peserta secara berkala, sesi evaluasi LV Checkpoint: "Pit Stop for Progress" digelar secara daring pada Minggu, 2 Agustus 2026. Melalui pendekatan one-on-one, panitia menerima dan mengidentifikasi berbagai pandangan dan kondisi yang dihadapi peserta di lapangan. Sesi ini juga dirancang untuk mendiskusikan strategi penyelesaian masalah serta menyelaraskan kembali motivasi dan fokus peserta agar mampu menuntaskan sisa waktu program dengan kualitas yang terjaga.
Rangkaian perjalanan panjang program ini resmi ditutup melalui sesi LV Debrief bertajuk "Blueprint for My Future" yang diselenggarakan pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Intueazy Cafe, Palembang. Sesi perpisahan ini menjadi platform refleksi mendalam di mana para peserta mengevaluasi pencapaian personal dan dampak program. Sesi ini turut menghadirkan M. Ergi Fawaza Siddiq dalam topik "EP Diaries: From Local to Global".
Sebagai EP Returnee GV Heartbeat Project di Vietnam, Ergi membagikan cerita dalam beradaptasi dengan keberagaman budaya, menavigasi tantangan global, serta bagaimana pengalamannya sukses memperluas wawasan dalam berkontribusi untuk dunia. Rangkaian acara kemudian disempurnakan dengan konsultasi program oGV dan pemberian apresiasi kepada peserta.
Semangat pengembangan diri dan kebersamaan tergambar jelas melalui antusiasme Dewa Natalagawa, salah satu peserta Local Volunteer: Youth4Impact Summer Peak 2026. "Saya sangat senang dan bersyukur telah mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam program ini. Awalnya, saya sempat khawatir tidak dapat memenuhi ekspektasi yang diberikan kepada saya. Namun, saya merasa senang karena arah dan tujuan program ini sangat jelas. Dengan begitu, saya dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum program dimulai."
Keberhasilan pelaksanaan keseluruhan rangkaian program juga mendapatkan apresiasi tinggi dari M. Indra Galih Tegar, selaku Organizing Committee President (OCP) Local Volunteer: Youth4Impact Summer Peak 2026.
"Pihak kami sangat bersyukur atas segala hal yang terjadi selama program ini berlangsung, karena semuanya dapat tereksekusi dengan baik. Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah terlibat. Good case practices dari program ini akan menjadi tolok ukur untuk periode berikutnya, sementara hal-hal yang perlu diperbaiki akan menjadi pembelajaran berharga untuk masa depan."
Melalui keberhasilan program ini, AIESEC in Unsri berharap bahwa bekal kepemimpinan, kompetensi mengedukasi, serta kepedulian sosial dapat terus hidup dan berkembang dalam diri setiap pemuda.
Dedikasi serta semangat kolaboratif tersebut diharapkan tidak sekadar berhenti ketika program ini usai, melainkan terus berkembang menjadi langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui langkah kecil yang dilakukan oleh para pemuda, AIESEC in Unsri meyakini mereka mampu menjadi katalisator perubahan sejati bagi masa depan pembangunan Indonesia dan peradaban global di masa depan.


