AIESEC in UNEJ menyelenggarakan Global Village pada Minggu, 2 Agustus 2026, dengan mengundang Exchange Participant (EP) asal Vietnam sebagai fasilitator kegiatan. Program ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal keberagaman budaya secara langsung melalui pengalaman dan interaksi bersama individu dari negara lain.
Kehadiran fasilitator internasional diharapkan membuat pembelajaran budaya terasa lebih dekat, interaktif, dan bermakna bagi peserta. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membuka akses terhadap pengalaman global tanpa harus melakukan perjalanan ke luar negeri. Melalui pertemuan tersebut, peserta dapat belajar bahwa pertukaran budaya bisa dimulai dari ruang sederhana yang memberi kesempatan bagi setiap orang untuk saling mengenal.
Global Village menghadirkan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari budaya Vietnam melalui berbagai unsur, seperti makanan tradisional, pakaian khas, dan presentasi budaya. Unsur-unsur tersebut tidak hanya memperkenalkan ciri khas suatu negara, tetapi juga membantu peserta memahami tradisi dan kebiasaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.
Dengan menghadirkan EP asal Vietnam sebagai fasilitator, AIESEC in UNEJ membuka ruang bagi peserta untuk memperoleh penjelasan langsung dari seseorang yang memiliki pengalaman dan latar belakang budaya tersebut. Penyampaian langsung ini juga memungkinkan peserta memahami konteks di balik tradisi yang diperkenalkan, sehingga budaya tidak hanya dilihat dari penampilan luarnya, tetapi juga dari makna yang dimiliki masyarakatnya.
Pertukaran budaya dalam kegiatan ini juga mendorong peserta untuk aktif berinteraksi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pandangan. Melalui komunikasi dua arah, peserta dapat mengetahui bahwa setiap budaya memiliki nilai, kebiasaan, dan cara pandang yang beragam.
Proses tersebut menjadi kesempatan untuk belajar memahami perbedaan tanpa terburu-buru memberikan penilaian. Dengan demikian, Global Village bukan hanya menjadi kegiatan pengenalan budaya, tetapi juga ruang untuk melatih keterbukaan dan rasa saling menghargai. Sikap tersebut penting untuk membangun hubungan yang positif, terutama ketika peserta berhadapan dengan kebiasaan atau sudut pandang yang berbeda dari pengalaman mereka sendiri.
Kehadiran fasilitator internasional turut memberikan dimensi global pada kegiatan yang diselenggarakan oleh AIESEC in UNEJ. Peserta dapat memperluas wawasan mereka melalui cerita dan penjelasan yang disampaikan secara langsung, sekaligus melihat bagaimana interaksi lintas budaya dapat membangun hubungan antarmanusia.
Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap negara lain dan meningkatkan kesiapan generasi muda untuk berinteraksi dalam lingkungan yang semakin beragam. Selain itu, kegiatan ini memberi gambaran bahwa kemampuan memahami budaya lain merupakan bagian penting dari komunikasi global, baik dalam pendidikan, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.

Davisa Yusar Yahya, Team Leader of Quality Assurance & Customer Experience, Incoming Global Volunteer, AIESEC In UNEJ, menyampaikan bahwa kehadiran EP asal Vietnam menjadi kesempatan untuk menghadirkan pengalaman internasional melalui interaksi langsung.
Menurutnya, peserta dapat mengenal budaya dengan cara yang lebih hidup karena mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdialog dengan fasilitator.
Pengalaman berbagi budaya tersebut diharapkan dapat membuat peserta lebih berani bertanya, mendengarkan perspektif baru, dan menghargai perbedaan yang mereka temui. Peran fasilitator pun menjadi penting untuk menciptakan suasana yang ramah, sehingga peserta merasa nyaman terlibat dan menyampaikan rasa ingin tahunya.
“Melalui Global Village, kami ingin menghadirkan pengalaman yang memungkinkan peserta mengenal budaya Vietnam secara langsung. Kami berharap interaksi bersama fasilitator dapat membuat peserta semakin tertarik mempelajari budaya lain, sekaligus memahami bahwa setiap perbedaan membuka kesempatan untuk saling berbagi dan belajar,” ujarnya.
Sependapat dengan hal itu, Nabilah Shifa Khairunisa, Local Head of Incoming Global Volunteer, AIESEC In UNEJ, menyampaikan bahwa menghadirkan Exchange Participant sebagai fasilitator merupakan salah satu cara untuk mempertemukan peserta dengan perspektif budaya internasional.
Global Village diharapkan tidak berhenti pada pengenalan tradisi, tetapi juga mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya komunikasi dan sikap terbuka dalam masyarakat multikultural. Melalui kegiatan ini, AIESEC in UNEJ berupaya menciptakan pengalaman yang relevan bagi generasi muda untuk mengenal dunia dari sudut pandang yang lebih luas.
“Pertukaran budaya memberi ruang bagi kita untuk memahami bahwa setiap orang membawa latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Kami berharap Global Village dapat membantu peserta membangun rasa ingin tahu, menghargai keberagaman, dan lebih terbuka ketika berinteraksi dengan orang-orang dari negara maupun budaya lain,” ujarnya.
Melalui Global Village, AIESEC in UNEJ berharap kehadiran EP asal Vietnam sebagai fasilitator dapat memberikan pengalaman lintas budaya yang berkesan bagi peserta.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan pembelajaran internasional melalui interaksi langsung, pengenalan tradisi, dan pertukaran perspektif. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta serta mendorong mereka untuk membawa nilai keterbukaan dan penghargaan terhadap keberagaman ke dalam kehidupan sehari-hari.


