AIESEC in President University resmi merampungkan rangkaian program On The Map yang digelar di Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan Jakarta sejak 20 Juli hingga 28 Agustus 2026. Program ini menyasar pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah yang potensinya belum banyak dikenal publik, dengan melibatkan sekitar 144 siswa SMA dan pemuda sebagai peserta utama, didampingi langsung oleh tim Organizing Committee dan relawan AIESEC di lapangan.
On The Map berangkat dari satu pertanyaan sederhana: berapa banyak potensi wisata di sekitar kita yang sebenarnya bernilai tinggi, tetapi tidak pernah muncul di peta perjalanan siapa pun? Dari pertanyaan itu, program ini memusatkan kegiatannya pada riset potensi wisata lokal yang belum tereksplorasi atau undervalued attractions, sekaligus membekali generasi muda setempat dengan keterampilan untuk mengangkat potensi tersebut secara mandiri.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop edukasi yang mencakup empat materi utama, yakni literasi digital, dasar branding, promosi media sosial, dan praktik bisnis berkelanjutan. Agenda harian rata-rata berlangsung pada pukul 09.00–15.00 WIB, dengan porsi praktik yang lebih besar dibandingkan penyampaian teori. Melalui pendekatan ini, AIESEC in President University menargetkan peningkatan potensi sustainable tourism lewat keterampilan praktis di bidang pembuatan konten dan pemasaran digital yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang, khususnya secara ekonomi.
Persiapan program telah dimulai jauh sebelum pelaksanaan, tepatnya sejak 30 Maret 2026. Selama periode tersebut, tim panitia melakukan pemetaan kebutuhan mitra, penyusunan kurikulum workshop, hingga koordinasi teknis di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, AIESEC in President University menggandeng Pondok Pesantren Al-Adzkar Tenjolaya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai lokasi pelaksanaan sekaligus penerima utama manfaat program dan SMAN 43 Jakarta sebagai mitra sekolah yang siswa nya turut serta dalam program pembelajaran. Program ini berjalan tanpa dukungan kerjasama secara finansial maupun supply berbentuk barang/jasa, sehingga seluruh pelaksanaan bertumpu pada kolaborasi antarmitra dan kerja tim panitia.

Bagi tim panitia yang mendampingi langsung di lapangan, sesi workshop di SMAN 43 Jakarta menjadi momen yang paling berkesan. Para siswa dinilai sangat antusias, spontan, dan kreatif dalam menerima materi sustainable tourism. Sejumlah kelompok bahkan langsung mengembangkan ide promosi daerah asal mereka sendiri begitu materi selesai disampaikan.
"Setiap sudut daerah punya cerita bernilai," ujar Erlinda Dewi Clarissa, Organizing Committee President On The Map.
Respons peserta secara keseluruhan tercatat positif dan aktif. Pada awal kegiatan, sebagian peserta sempat ragu dan cenderung pasif, terutama saat diperkenalkan pada perangkat digital yang belum pernah mereka gunakan.
Namun kondisi tersebut berubah dalam waktu singkat. Peserta mulai berani mengajukan pertanyaan, mempraktikkan tools digital yang diajarkan, hingga percaya diri mempresentasikan hasil karya kelompoknya di hadapan peserta lain. Perubahan inilah yang menurut panitia menjadi indikator paling nyata dari keberhasilan program.
Antusiasme serupa juga dirasakan dari sisi sekolah mitra. "Kehadiran anak muda membuka wawasan baru bagi kami bahwa potensi sekitar bisa bernilai tinggi jika dikemas lewat media digital," ujar perwakilan Pondok Pesantren Al-Adzkar Tenjolaya.
Tidak hanya peserta, tim panitia pun memperoleh pembelajaran tersendiri sepanjang program. Para anggota Organizing Committee mengaku belajar banyak mengenai adaptasi komunikasi, terutama ketika harus menyampaikan materi kepada dua kelompok peserta dengan latar belakang dan gaya belajar yang berbeda. Selain itu, pengalaman mengelola program berdurasi lebih dari satu bulan turut mengasah kemampuan manajemen proyek, mulai dari penyusunan jadwal, pembagian peran, hingga penyelesaian kendala teknis di lapangan.
Ke depan, AIESEC in President University berharap kerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Adzkar Tenjolaya dapat terus berlanjut. Harapan utamanya, generasi muda di Tenjolaya, Kabupaten Bogor, mampu mempromosikan potensi daerahnya secara mandiri, tanpa bergantung pada pendampingan pihak luar. Dengan demikian, hasil program tidak berhenti pada rangkaian kegiatan yang telah selesai, melainkan berkembang menjadi kapasitas lokal yang berkelanjutan.
Program On The Map merupakan bagian dari komitmen AIESEC in President University dalam mengembangkan kepemimpinan generasi muda sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.


