program kosabangsa unperba akprind pemberdayaan kwt berkah sekar abadi dan pamsimas tirta jaya melalui teknologi tepat guna dan ews berbasis iot di desa siwarak karangreja purbalingga - News | Good News From Indonesia 2026

Program Kosabangsa UNPERBA-AKPRIND di Desa Siwarak, Karangreja, Purbalingga

Program Kosabangsa UNPERBA-AKPRIND di Desa Siwarak, Karangreja, Purbalingga
images info

Kegiatan tim Kosabangsa AKPRIND dan UPERBA


Ikuti GNFI di WhatsApp

Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) bersama Universitas AKPRIND Indonesia menjalankan Program Kosabangsa di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Program bertajuk Integrasi Pertanian Nanas Madu dan Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat Menuju Mandiri Tangguh Bencana Longsor ini menyasar dua mitra, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Sekar Abadi dan pengelola air bersih PAMSIMAS Tirta Jaya.

Kegiatan ini terlaksana berkat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Hibah Program Kosabangsa (Kolaborasi Membangun Bangsa). Program Kosabangsa mendorong perguruan tinggi menghilirkan hasil riset untuk menjawab persoalan nyata di desa.

Tim Dosen Pelaksana dan Pendamping

UNPERBA bertindak sebagai tim pelaksana, sedangkan Universitas AKPRIND Indonesia sebagai tim pendamping. Keduanya membawa hasil riset multidisiplin dari bidang agribisnis, agroteknologi, teknik mesin, informatika hingga teknik lingkungan untuk diterapkan langsung di tengah masyarakat.

Tim pelaksana dari UNPERBA terdiri atas:

baca juga

  • Afif Hendri Putranto, S.P., M.P. (Agribisnis), selaku ketua tim yang mengoordinasikan seluruh pelaksanaan program serta memimpin pendampingan kelembagaan KWT dan PAMSIMAS, hilirisasi produk nanas madu, manajemen usaha, dan pemasaran digital;
  • Victor Bintang Panunggul, S.P., M.P. (Agroteknologi), yang menangani teknologi budidaya nanas madu berkelanjutan, konservasi tanah dan air, serta penanaman vegetasi penguat lereng;
  • Carolus Borromeus Krishna Sampurno, S.T., M.T. (Teknik Mesin), yang merancang dan mendampingi penerapan mesin pengolah nanas, instalasi air siap minum, serta integrasi EWS berbasis IoT.

Tim pendamping dari Universitas AKPRIND Indonesia terdiri atas:

  • Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom. (Informatika), yang memimpin pengembangan sistem digital berbasis IoT ;
  • Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si. (Teknik Lingkungan), yang mendampingi penerapan teknologi pengolahan air siap minum, pengujian kualitas air, dan penyusunan SOP;
  • Dr. Samuel Kristiyana, S.T., M.T. (Teknik Elektro), yang menerapkan dan mengevaluasi sistem EWS.

Potensi Besar di Kawasan Rawan Longsor

Desa Siwarak berada di lereng Gunung Slamet dengan luas wilayah sekitar 760,65 hektare dan jumlah penduduk sekitar 7.297 jiwa. Sebagian besar warga bekerja di sektor pertanian, dengan nanas madu sebagai komoditas unggulan. Tanah vulkanik yang subur, suhu sejuk, dan curah hujan tinggi menjadi modal ekonomi desa.

Namun kondisi yang sama membuat wilayah ini rentan bencana. Kemiringan lereng yang melebihi 25 persen, curah hujan tinggi, dan tanah vulkanik yang mudah lapuk menyebabkan Siwarak termasuk daerah dengan kerawanan longsor tinggi di Purbalingga.

Dua Mitra, Dua Fokus

KWT Berkah Sekar Abadi selama ini menjual nanas madu dalam bentuk buah segar sehingga nilai tambahnya rendah. Pengolahan masih manual, belum ada sistem pencatatan usaha yang tertata, legalitas produk belum lengkap, dan pemasaran masih terbatas di pasar lokal.

baca juga

Melalui program ini, kelompok mendapat teknologi tepat guna berupa mesin pengupas, pemotong, spinner, vacuum frying, dan sealer. Mitra juga dibimbing mengembangkan produk olahan seperti keripik, dodol, selai, dan sirup nanas serta memasarkan produk lewat media sosial dan marketplace.

PAMSIMAS Tirta Jaya, pengelola air bersih berbasis masyarakat yang beranggotakan 20 orang, mengandalkan air dari Curug Silintang. Program ini menghadirkan instalasi pengolahan air siap minum berkapasitas sekitar 1.000 liter per hari, sistem monitoring kualitas air berbasis sensor, serta pelatihan pengelolaan unit usaha air siap minum.

Sistem Peringatan Dini Berbasis IoT

Di kedua mitra, program memasang Early Warning System (EWS) berbasis Internet of Things yang terintegrasi dengan sensor pergerakan tanah, curah hujan, dan gempa bumi, lengkap dengan sirine dan notifikasi SMS/internet.

Sistem ini dikembangkan dari hasil riset tim, termasuk sistem monitoring kondisi tanah multi-sensor yang telah memperoleh Hak Cipta, sehingga warga dapat menerima peringatan lebih awal sebelum longsor terjadi. Selain teknologi, dilakukan penanaman bibit alpukat sebagai penguat lereng, serta dipasang cocomesh dari sabut kelapa untuk menahan erosi.

baca juga

Melibatkan Mahasiswa dan Pemerintah Desa

Program ini juga melibatkan mahasiswa dari program studi Agribisnis, Teknik Mesin, dan Informatika UNPERBA. Mereka membantu pendampingan budidaya dan pengolahan, perakitan dan perawatan peralatan, hingga pengembangan sistem informasi, sekaligus memperoleh rekognisi mata kuliah.

Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, hingga keberlanjutan program. Pemerintah Desa Siwarak dilibatkan sejak perencanaan agar program selaras dengan prioritas pembangunan desa di bidang pengembangan ekonomi, pengelolaan air, dan pengurangan risiko bencana.

Melalui program ini, UNPERBA dan AKPRIND berharap Desa Siwarak dapat tumbuh menjadi desa yang produktif, mandiri, dan tangguh menghadapi bencana. Program juga sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain tanpa kemiskinan, air bersih dan sanitasi layak, penanganan perubahan iklim, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.