eko cahyono penggiat literasi berkontribusi membebaskan buta aksara di kabupaten malang - News | Good News From Indonesia 2026

Eko Cahyono: Penggiat Literasi, Berkontribusi Membebaskan Buta Aksara di Kabupaten Malang

Eko Cahyono: Penggiat Literasi, Berkontribusi Membebaskan Buta Aksara di Kabupaten Malang
images info

Unsplash—Tom Hermans


Ikuti GNFI di WhatsApp

MenurutĀ dataĀ Badan Pusat Statistik (BPS) melaluiĀ Survei Sosial EkonomiĀ Nasional (Susenas),Ā dalamĀ 5Ā Tahun terakhirĀ (2020-2024), angka buta aksaraĀ pada penduduk rentang usia 15-59Ā TahunĀ secara nasional turun dariĀ 1,71% di tahunĀ 2020Ā menjadiĀ 0,92% di tahun 2024. Begitu juga di Kabupaten Malang, Jawa Timur,Ā trenĀ penurunanĀ buta aksaraĀ di Kabupaten MalangĀ padaĀ rentangĀ (2020-2024)Ā mengalami penurunanĀ dariĀ 1,54% menjadi 1,43%.

Tren penurunanĀ buta aksara iniĀ merupakanĀ upayaĀ dari pemerintah melaluiĀ satuan pendidikan sertaĀ peranĀ komunitas literasi yang ada di seluruhĀ Indonesia. Penuntasan buta aksara diĀ IndonesiaĀ menjadi bagianĀ pentingĀ dan perjalanan panjangĀ pendidikan di Indonesia.Ā TransisiĀ IndonesiaĀ untuk naik tingkat menjadi negara maju dariĀ negara berkembang harus didukungĀ dengan peningkatanĀ taraf pendidikan salah satunyaĀ adalah denganĀ pembebasan buta aksara.Kemajuan di bidang pendidikanĀ tidak bisa terwujudĀ tanpa adanya kerjasama dan kolaborasiĀ berbagai pihak.Ā Pemerintah sebagaiĀ pembuatĀ dan pelaksana kebijakanĀ tidak bisaĀ berjalan sendiri, dikarenakanĀ pada praktiknya masih banyakĀ halĀ yang tidak seideal teori.

PembebasanĀ buta aksaraĀ menjadi penting karenaĀ literasi merupakan kemampuan dasar yang sangat pentingĀ dalam kehidupan sehari-hari.Ā LiterasiĀ memainkan peran penting dalam pengembangan pribadiĀ dan sosial seseorang.Ā Orang yangĀ memiliki kemampuan literasi yang baikĀ cenderung lebih percaya diri danĀ lebih mampu berpartisipasiĀ dalam kegiatan sosial politik. Kurangnya keterampilan literasiĀ dapat menjadiĀ hambatanĀ dalamĀ mencapai kesuksesan di masa depan.Ā Orang yangĀ kurang terampilĀ dalam literasiĀ memungkinkan orang tersebutĀ kesulitan dalamĀ memahami informasi yangĀ disajikan,Ā sehinggaĀ membuat keputusanĀ buruk yang tidak didasarkan padaĀ informasi yang benar,Ā bahkan sulit untuk berkomunikasi dengan efektif.

baca juga

PustakaĀ Anak BangsaĀ berkontribusi langsungĀ dalamĀ pembebasanĀ buta aksaraĀ di Malang. Eko Cahyono,Ā sangĀ pembebas butaĀ aksaraĀ di Malang.Ā Lelaki asal MalangĀ yang sudah lebihĀ dariĀ 13Ā tahunĀ menyediakan layananĀ perpustakaan keliling yangĀ tercatatĀ telah memilikiĀ 26 perpustakaan tersebarĀ diĀ 35Ā desaĀ diĀ tujuhĀ kecamatan se-Kabupaten Malang, beberapa diĀ antaranyaĀ Poncokusumo,Ā Tumpang, Wates, dan Kepanjen. Konsistensi yang dilakukan oleh Eko Cahyono dalamĀ mengembangkanĀ PustakaĀ Anak Bangsa mendapatkanĀ apresiasiĀ sebagai salah satu penerima Satu Indonesia AwardĀ (SIA)Ā 2012. Satu Indonesia Award adalah apresiasiĀ Astra bagi Anak Bangsa yang telah berkontribusi untuk mendukungĀ terciptanya kehidupanĀ berkelanjutan melalui bidang Kesehatan, Pendidikan,Ā Lingkungan, Kewirausahaan dan Teknologi.Ā Buah manis iniĀ tidak terlepas dari semangat,Ā kerja keras,Ā dan kegigihan terhadap visi yangĀ begitu muliaĀ dalamĀ meningkatkanĀ taraf kualitasĀ pendidikan di lingkungan sekitarnya.

TujuanĀ didirikannya Pustaka Anak Bangsa iniĀ karena di lingkungan sekitarĀ masihĀ ada anak-anak yang tidak sekolah,Ā sehingga memantik rasa kepedulianĀ EkoĀ untuk membuat mereka bisaĀ membaca dan menulis.Ā Di sisi lain,Ā walaupun ada yang berpandangan skeptis,Ā meremehkan, dan menganggapĀ membaca tidak penting,Ā tetapi,Ā Eko tidak ambil pusing.Ā Eko percaya bahwaĀ program yang sedang digagasnyaĀ dapat menghadirkan dampak positif yang nyataĀ untuk masyarakat sekitar.Ā Apa yang diharapkan EkoĀ lambat launĀ menghasilkan sebuahĀ hasil yang nyata.Ā Seorang anak yang dulunya tak mengenal hurufĀ kini bisa membaca buku ceritaĀ dengan lancar.

baca juga

EkoĀ Cahyono,Ā sebagai individuĀ yang termotivasiĀ dikarenakan kesukaannyaĀ terhadap membaca dan kepeduliannyaĀ denganĀ pembebasan buta aksaraĀ melahirkan sebuahĀ aksi nyata melaluiĀ Pustaka AnakĀ Bangsa yang sampai dengan hariĀ ini gerakanĀ tersebutĀ bertambah luas kebermanfaatannya.Ā Perpustakaan tersebutlah yang menjadi salah satu kontributorĀ penurunanĀ buta aksara di Kabupaten Malang. Kontribusi EkoĀ patutĀ menjadi inspirasi bagi kita semua. Lalu, apa yang bisa kita kontribusikan untukĀ pembebasan buta aksara diĀ lingkungan kita masing-masing?

#kabarbaiksatuindonesia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RA
KG
FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.