suara yang tajam dari synchronize festival - News | Good News From Indonesia 2026

Suara yang Tajam dari Synchronize Festival

Suara yang Tajam dari Synchronize Festival
images info

Penampilan Visual .Feast di Synchronize Festival 2026 (Dokumen Pribadi: Samuel Krisna Surya Hanggara)


Ikuti GNFI di WhatsApp

Itโ€™s not just festival, itโ€™s movement. Tagline ini sungguh nyata dalam setiap panggung, setiap waktu, setiap acara yang ada dalam Synchronize Festival 2026. Selama tiga hari, bahkan bisa disebut juga empat hari, Synchronize Festival merubah JiExpo Kemayoran menjadi wadah bagi warga-wargi untuk menyuarakan berbagai macam keresahan atas masalah lingkungan dan sosial yang terjadi akhir-akhir ini.

Dekorasi area dibuat sedetail mungkin untuk menyuarakan kebenaran atas masalah yang akhir-akhir ini sedang dihadapi oleh negara ini. Seni instalasi berupa robot raksasa karya Stuffo yang terbuat dari sampah plastik menjadi salah satu contoh bagaimana pesan terkait isu terkait masalah lingkungan yang akhir-akhir ini menjadi masalah besar di negara ini dapat tersampaikan melalui media seni.

Dekorasi area yang penuh dengan pesan dan kritik tajam ini melengkapi musik dan visual panggung yang menjadi sarana bagi para musisi untuk mewakili suara para warga-wargi menyuarakan kritik bagi para pemangku kepentingan atas berbagai macam masalah lingkungan dan sosial yang sedang terjadi di negara ini.

The Panturas: Suara dari Jatinangor

Satu dari sekian banyak musisi yang berani menyampaikan kritik dengan tajam adalah The Panturas. Band asal Jatinangor ini berhasil menyulap Forest Stage menjadi wadah menyuarakan kritik terhadap pemerintah yang dianggap bobrok dan lamban dalam menangani berbagai macam masalah sosial dan lingkungan di Indonesia, secara khusus masalah soal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Kritik disampaikan dengan sangat berani melalui musik, visual, dan celetukan yang disampaikan oleh para personilnya.

baca juga

Sejak awal The Panturas langsung menyampaikan kritiknya terhadap masalah lingkungan yang sedang terjadi melalui musik instrumental Khodam Buntut Lutung yang di dalamnya terdapat melodi dan nuansa bunyi instrumental Sunda.

Musik ini menjadi sarana refleksi tentang hewan-hewan yang terdampak Karhutla di beberapa daerah. Setelah pembukaan lagu ini, The Panturas tidak menurunkan tempo kritiknya. Gogon, bassist The Panturas, menyampaikan dengan pedas bahwa Forest Stage jangan sampai diketahui oleh pemerintah supaya tidak ikut dibakar oleh mereka.

Visual yang ditampilkan juga tidak kalah tajam. Ada satu visual yang sarat kritik yang ditampilkan oleh The Panturas. Dengan jelas dan tajam, The Panturas menampilkan visual bertuliskan โ€œHBD PRABOWO TIUP HUTANNYA SEKARANG JUGA.โ€

Saat visual ini ditampilkan, Bapak Presiden Prabowo Subianto memang sedang berulang tahun. Kritik tajam yang dibalut dengan ucapan satire ini disambut riuhnya teriakan dan juga jari tengah warga-wargi yang mengacung di udara.

baca juga

Tidak berhenti di situ, The Panturas menjadikan salah satu lagu populernya, Sunshine, sebagai sarana menyuarakan kritiknya terhadap pemerintah yang lamban mengatasi masalah Karhutla ini. Sepanjang lagu Sunshine dinyanyikan, visual yang ditampilkan bertuliskan โ€œSORRY, NO SUNSHINE TODAY. KALIMANTAN IS BURNING.โ€

Sejatinya, Sunshine bukanlah lagu kritik, melainkan lagu yang berkisah tentang perasaan duka dan kehilangan. Namun, The Panturas dengan sangat reflektif mengaitkan lagu Sunshine untuk menyampaikan suara terkait efek lambannya penanganan Karhutla yang mengakibatkan masyarakat menjadi sulit dan sakit.

Itโ€™s Not Just Festival, Itโ€™s Movement

Band asal Jatinangor ini hanya merupakan satu contoh dari puluhan musisi yang menjadikan Synchronize Festival 2026 menjadi tempat untuk menyuarakan kritik dan refleksinya atas masalah lingkungan dan sosial yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia akhir-akhir ini.

baca juga

Efek Rumah Kaca yang membuka Barasuara hadir dengan lirik Etalase yang berubah, โ€œPUNYA HUTAN RIMBA BERKUASA, DIBAKAR BEBAS YANG BERKUASAโ€. .Feast hadir dengan visual beraninya bertuliskan โ€œTHIS GOVERNMENT IS NATIONAL DISASTERโ€ saat Tarian Penghancur Raya dibawakan. The Jansen juga dengan berani menyampaikan โ€œLANGIT TAK SEHARUSNYA PENUH ASAPโ€ saat membawakan lagu Langit Tak Seharusnya Biru.

Semuanya ini sekali lagi memperlihatkan secara nyata bahwa tagline itโ€™s just not festival, itโ€™s movement benar-benar hidup di dalam keseluruhan acara Synchronize Festival.

Synchronize Festival adalah gerakan bersama para warga-wargi di dalamnya untuk menikmati musik, sekaligus menjadikannya sarana untuk menyuarakan kritik dan kebenaran atas berbagai macam isu sosial dan lingkungan yang terjadi di negara ini. Harapannya jelas bahwa gerakan yang berisik ini semoga mampu mengusik para pemangku kepentingan untuk bekerja atas dasar kepentingan bersama. Tabik!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.