Hari Berbahasa Belanda 2026 atau Dag van het Nederlands digelar di Erasmus Huis, Jakarta, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Acara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat bahasa dan kebudayaan Belanda serta negara-negara lain yang memiliki keterkaitan dengan bahasa tersebut.
Berbagai kegiatan menarik dihadirkan untuk pengunjung, mulai dari permainan interaktif, pertunjukan musik, pemutaran film, hingga bazar makanan. Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya diajak mengenal bahasa dan budaya dari berbagai negara, tetapi juga dapat menjelajahi keberagaman kuliner yang memiliki sejarah dan keunikannya masing-masing.
Mengenal Bahasa dan Budaya Berbagai Negara di Hari Berbahasa Belanda 2026
Hari Berbahasa Belanda 2026 berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum secara gratis. Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan yang memperkenalkan bahasa Belanda melalui pendekatan budaya dan hiburan.
Salah satu kegiatan yang dapat dijumpai adalah country booths dari tiga negara, yakni Belanda, Belgia, dan Suriname. Masing-masing stan memperkenalkan informasi seputar negaranya, mulai dari kebudayaan, bahasa, hingga pakaian tradisional yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

Pakaian Tradisional Belanda | Dokumentasi Pribadi
Tak hanya melihat berbagai informasi yang ditampilkan, pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam permainan interaktif yang tersedia di sejumlah stan. Salah satunya adalah permainan mencocokkan kosakata bahasa Belanda dengan benda yang sesuai. Melalui permainan tersebut, pengunjung dapat mengenal kosakata baru sekaligus belajar bahasa Belanda dengan cara yang menyenangkan.
Selain country booths, acara ini turut menghadirkan berbagai kegiatan lain, seperti kompetisi peragaan busana, pemutaran film, pertunjukan musik hingga pojok bahasa Belanda, Pengunjung juga dapat mengabadikan momen melalui fasilitas photobooth yang tersedia.
Di antara berbagai kegiatan tersebut, bazar makanan menjadi daya tarik tersendiri. Beragam hidangan khas ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari makanan berat hingga camilan manis dan gurih.
Dari Poffertjes hingga Kibbeling, Aneka Makanan Khas Belanda

Menu Makanan Belanda | Dokumentasi Pribadi
Sebagai negara yang menjadi sorotan utama dalam perayaan ini, Belanda turut memperkenalkan kekayaan kulinernya melalui berbagai hidangan yang tersedia di bazar. Pengunjung dapat menemukan makanan manis maupun gurih yang memiliki karakteristik tersendiri.
Salah satunya adalah poffertjes, pancake berukuran kecil yang memiliki bentuk bulat dan tekstur lembut. Makanan ini umumnya dibuat menggunakan adonan tepung, telur, dan susu, kemudian dimasak dalam cetakan khusus. Poffertjes biasa dinikmati dengan taburan gula halus dan mentega.
Bagi penyuka makanan gurih, terdapat patat atau kentang goreng khas Belanda. Patat umumnya memiliki potongan kentang yang lebih tebal dibandingkan kentang goreng pada umumnya. Hidangan ini sering disajikan bersama mayones atau pilihan saus lainnya.
Camilan lainnya adalah bitterballen, makanan berbentuk bola kecil dengan bagian luar renyah dan isian lembut. Bitterballen umumnya berisi ragout atau isian kental berbahan daging dan kaldu, kemudian dilapisi tepung roti sebelum digoreng. Makanan ini kerap disantap bersama mustard sebagai pelengkap.
Ada pula kibbeling, olahan ikan yang dipotong menjadi beberapa bagian, dibalut adonan tepung berbumbu, lalu digoreng hingga keemasan. Kibbeling dikenal sebagai salah satu camilan ikan populer di Belanda dan biasanya dinikmati bersama saus.
Mengenal Kuliner Suriname yang Memiliki Pengaruh Budaya Jawa
Selain makanan khas Belanda, pengunjung juga dapat menemukan hidangan dari Suriname. Negara yang terletak di Amerika Selatan tersebut memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Indonesia, khususnya masyarakat Jawa.
Hubungan ini bermula ketika penduduk Jawa didatangkan ke Suriname sebagai pekerja kontrak pada masa kolonial Belanda sejak 1890. Mereka turut membawa bahasa, tradisi, hingga makanan yang kemudian berkembang menjadi bagian dari kebudayaan Suriname.
Pengaruh tersebut dapat ditemukan pada hidangan nasi met kip dan bami met kip yang tersedia di bazar. Dalam bahasa Belanda, kip berarti ayam. Nasi met kip merupakan sajian nasi dengan ayam, sedangkan bami met kip menggunakan mi sebagai bahan utamanya.
Kedua hidangan tersebut memiliki kemiripan dengan nasi goreng dan mi goreng yang dikenal masyarakat Indonesia. Namun, seiring perkembangannya, kuliner nasi dan bami di Suriname juga mengalami penyesuaian bahan serta cita rasa sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat.
Selain nasi dan bami, terdapat pula baka bana, camilan berbahan dasar pisang yang digoreng menggunakan adonan tepung. Makanan ini biasanya disajikan bersama saus kacang yang memberikan perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.
Baka bana juga memiliki kemiripan dengan pisang goreng yang dikenal dalam kuliner Indonesia. Bedanya, penyajiannya bersama saus kacang menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari pisang goreng yang umum dijumpai di Indonesia.
Kuliner Indonesia Turut Hadir di Bazar
Tak hanya makanan khas Belanda dan Suriname, bazar ini juga menghadirkan hidangan bercita rasa Indonesia, salah satunya dory fillet bumbu kuning.
Hidangan tersebut memadukan potongan ikan dori dengan bumbu kuning yang dikenal luas dalam masakan Nusantara. Bumbu kuning umumnya menggunakan kunyit sebagai bahan utama yang memberikan warna khas, bersama bawang merah, bawang putih, dan berbagai rempah lainnya.
Kehadiran berbagai makanan tersebut menambah pilihan kuliner bagi pengunjung Hari Berbahasa Belanda 2026. Melalui bazar ini, pengunjung tidak hanya dapat mencicipi hidangan dari berbagai negara, tetapi juga mengenal bahan, cita rasa, serta pengaruh budaya yang membentuk masing-masing makanan.


