stasiun tawang berubah fasilitas makin modern wajah heritage tetap dipertahankan - News | Good News From Indonesia 2026

Stasiun Tawang Berubah! Fasilitas Makin Modern, Wajah Heritage Tetap Dipertahankan

Stasiun Tawang Berubah! Fasilitas Makin Modern, Wajah Heritage Tetap Dipertahankan
images info

Stasiun Tawang Semarang/KAI


Stasiun Semarang Tawang kini mendapat pembaruan fasilitas untuk menjawab meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat. Meski dilakukan revitalisasi, karakter arsitektur dan nilai sejarah bangunan cagar budaya tersebut tetap dipertahankan.

KAI Properti melakukan revitalisasi tahap I Stasiun Semarang Tawang dengan mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan pelayanan masyarakat dan pelestarian bangunan bersejarah. Pembaruan dilakukan tanpa menghilangkan struktur asli serta karakter arsitektur yang menjadi identitas stasiun.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas penumpang. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Semarang Tawang mencatat 2.969.877 pergerakan penumpang.

Angka tersebut terdiri dari 1.450.003 penumpang naik dan 1.519.874 penumpang turun. Jumlah itu meningkat 16,59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 2.547.285 pergerakan penumpang.

Pada Januari–Agustus 2025, jumlah penumpang naik tercatat sebanyak 1.244.472 orang, sedangkan penumpang turun mencapai 1.302.813 orang.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya peran Stasiun Semarang Tawang dalam mendukung mobilitas masyarakat di Kota Semarang. Kondisi itu sekaligus menjadi dasar pengembangan fasilitas agar pelayanan kepada pengguna jasa kereta api dapat semakin nyaman dan sesuai kebutuhan.

Pembaruan sejumlah bagian stasiun

Dalam revitalisasi tahap I, KAI Properti melakukan pembaruan pada sejumlah bagian stasiun. Pekerjaan tersebut mencakup ruang tunggu VIP, ruang tunggu luxury, fasad bangunan, hall utama, selasar, hingga sistem mechanical, electrical, dan plumbing (MEP).

Proses revitalisasi berlangsung selama 11 bulan. Pembaruan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas ruang dan fasilitas stasiun, sekaligus membuat kawasan pelayanan menjadi lebih nyaman dan tertata.

Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan pengelolaan aset perkeretaapian tidak hanya berorientasi pada fungsi bangunan, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan masyarakat dan nilai sejarah yang melekat.

“Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, pembaruan fasilitas dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan tetap mempertahankan karakter arsitektur bangunan. Kami ingin memastikan aset ini terus memberikan manfaat dan mampu mendukung perkembangan kebutuhan pelayanan,” ujar Bramantya.

Modernisasi Tanpa Menghapus Jejak Sejarah

Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang tidak hanya berfokus pada pembaruan fasilitas. KAI Properti juga memperhatikan aspek konservasi karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah dan termasuk bangunan cagar budaya.

Dalam pelaksanaan revitalisasi tahap I, KAI Properti mengacu pada rekomendasi Balai Pelestarian Kebudayaan. Acuan tersebut diterapkan dalam proses pekerjaan, termasuk melalui penggunaan material khusus yang diperuntukkan bagi bangunan cagar budaya.

Pemilihan material menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keaslian bangunan. Dengan demikian, pembaruan fasilitas dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter arsitektur yang telah menjadi bagian dari sejarah Stasiun Semarang Tawang.

Langkah tersebut mencerminkan upaya untuk menjadikan stasiun bukan hanya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga sebagai aset bersejarah yang tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Bramantya menegaskan, revitalisasi dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan fungsi stasiun sekaligus menjaga warisan arsitektur yang dimilikinya.

“Melalui revitalisasi ini, kami berupaya menjaga keberlanjutan fungsi Stasiun Semarang Tawang sebagai aset perkeretaapian. Bangunan tetap terawat, fasilitasnya mendukung kebutuhan perjalanan masa kini, dan warisan arsitekturnya tetap menjadi bagian dari pengalaman masyarakat saat menggunakan layanan kereta api.” tutup Bramantya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.