membangun internet dari komunitas jejak gagasan onno w purbo dalam demokratisasi teknologi - News | Good News From Indonesia 2026

Membangun Internet dari Komunitas, Jejak Gagasan Onno W. Purbo dalam Demokratisasi Teknologi

Membangun Internet dari Komunitas, Jejak Gagasan Onno W. Purbo dalam Demokratisasi Teknologi
images info

Membangun Internet dari Komunitas, Jejak Gagasan Onno W. Purbo dalam Demokratisasi Teknologi | DITLUMNIER ITB


Hari ini, internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita menggunakannya untuk mencari informasi, belajar, bekerja, hingga berkomunikasi. Namun, jauh sebelum internet semudah sekarang, ada orang-orang yang memikirkan bagaimana teknologi tersebut bisa diakses oleh lebih banyak orang.

Salah satunya adalah Onno W. Purbo. Sosok yang dikenal sebagai Bapak Internet Indonesia ini sejak lama memiliki gagasan bahwa internet seharusnya dapat dinikmati masyarakat dengan biaya murah, bahkan jika memungkinkan secara gratis. Bagi Onno, teknologi tidak semestinya hanya menjadi milik mereka yang punya kemampuan ekonomi.

Gagasan tersebut kemudian ia kembangkan melalui komunitas, berbagi pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi yang dapat dibuat dan dikembangkan secara mandiri.

Berkenalan dengan Onno W. Purbo

Lahir di Bandung pada 17 Agustus 1962, Onno W. Purbo merupakan akademisi sekaligus praktisi teknologi yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan internet di Indonesia. Ketertarikannya pada teknologi membawanya menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebelum melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Kanada.

Sepulangnya ke Indonesia, Onno aktif membagikan pengetahuannya melalui tulisan, pendidikan, pelatihan, dan komunitas. Ia juga dikenal sebagai Bapak Internet Indonesia dan Bapak Open Source Indonesia karena kiprahnya dalam mendorong perkembangan internet.

Ketertarikannya terhadap teknologi telah membawanya terlibat dalam berbagai upaya memperluas pengetahuan dan akses masyarakat terhadap teknologi informasi. Pengetahuan mengenai teknologi, menurutnya, tidak harus disimpan pribadi. Karena semakin banyak orang yang dapat mempelajari dan mengembangkannya, semakin besar pula manfaat yang bisa diberikan teknologi kepada masyarakat.

Pemikiran tersebut menjadi salah satu alasan Onno banyak bergerak melalui komunitas, karena awal dari gagasan-gagasan yang dimiliknya juga hadir dari lingkungan kampus. Ia tidak hanya berbicara mengenai teknologi sebagai sesuatu yang digunakan, tetapi bagaimana masyarakat dapat memahami dan membangunnya sendiri.

baca juga

Penemuan yang Berangkat dari Komunitas

Kepedulian Onno terhadap akses informasi tidak berhenti pada seminar dan workshop. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek teknologi informasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, seperti VoIP Rakyat, Wajanbolic, dan OpenBTS.

Salah satunya adalah VoIP Rakyat, teknologi yang memungkinkan percakapan suara dilakukan melalui jaringan internet. Penggunaan jaringan IP membuat komunikasi dapat dilakukan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan layanan telepon konvensional.

Ada pula Wajanbolic, antena nirkabel yang memanfaatkan wajan dan pipa paralon untuk memperluas jangkauan jaringan internet. Teknologi ini banyak digunakan dalam pengembangan jaringan RT/RW-Net karena pembuatannya sederhana dan murah.

Menariknya, Wajanbolic bukan merupakan temuan Onno. Ia menyebut teknologi tersebut dikembangkan oleh Gunawan, orang yang memiliki gagasan serupa untuk menghadirkan akses internet yang mudah dan murah. Atas izin Gunawan, Onno kemudian membantu memperkenalkan teknologi tersebut secara lebih luas.

Gagasan internet murah itu bahkan ia bawa ke forum internasional. Dalam World Summit for Information Society pada 2004–2005, Onno mempresentasikan penggunaan teknologi sederhana seperti wajan, kaleng, dan pipa paralon sebagai alternatif untuk membangun akses internet.

Selain itu, Onno juga terlibat dalam OpenBTS (Open Source Base Transceiver Station). Sederhananya, teknologi ini memungkinkan orang membuat jaringan telepon seluler sendiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jaringan operator. Karena menggunakan perangkat lunak open source

Tantangan dan Ketegangan dengan Pemerintah

Gagasan internet murah yang dibawa Onno ternyata tidak selalu berjalan mulus. Upayanya memperluas akses internet yang murah dan merakyat ternyata bersinggungan dengan peraturan pemerintah, terutama terkait penggunaan frekuensi.

Pada masa itu, akses terhadap frekuensi masih diatur secara ketat. Sementara itu, Onno mendorong pemanfaatan frekuensi tertentu agar masyarakat dapat membangun jaringan internet dengan biaya yang lebih terjangkau.

Perbedaan pandangan tersebut kemudian mendorong terjadinya negosiasi dengan pemerintah. Menurut penuturan Onno, setelah melalui proses tersebut, pada 5 Februari 2005 Menteri Negara Riset dan Teknologi Hatta Rajasa menandatangani keputusan terkait pembebasan frekuensi. Kebijakan tersebut kemudian membuka ruang yang lebih besar bagi perkembangan hotspot dan jaringan internet.

baca juga

Jejak Onno W. Purbo Hari Ini

Hingga kini, Onno W. Purbo masih aktif di dunia teknologi dan pendidikan. Ia kini menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). Selain mengajar dan menjalankan perannya di kampus, Onno juga masih aktif berbagi pengetahuan mengenai teknologi melalui berbagai kegiatan.

Setelah bertahun-tahun memperkenalkan internet murah dan teknologi berbasis open source kepada masyarakat, Onno masih membawa semangat yang sama untuk membuat pengetahuan teknologi lebih mudah dipelajari dan diakses.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.