Ada masjid di Kota Jambi yang tidak punya dinding, tidak punya pintu, dan tidak punya jendela. Bukan karena belum selesai dibangun, melainkan karena memang begitulah ia dirancang sejak awal.
Masjid Agung Al-Falah, yang lebih dikenal luas dengan sebutan Masjid Seribu Tiang, berdiri terbuka ke segala arah bak pendopo besar yang siap menyambut siapapun tanpa penghalang. Masjid ini berlokasi di Jalan Sultan Thaha No. 60, Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, tepat di jantung kota.
Sebelum menjadi masjid, kawasan ini adalah bekas Istana Tanah Pilih milik Sultan Thaha Syaifudin, raja Jambi yang terkenal karena penolakannya terhadap perjanjian dengan Belanda.
Kemudian Belanda menguasainya pada 1885, menjadikannya pusat pemerintahan dan benteng pertahanan. Barulah setelah kemerdekaan, lahan ini kembali ke tangan rakyat Jambi dan akhirnya dipilih sebagai lokasi masjid terbesar di provinsi ini.
Masjid Seribu Tiang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 29 September 1980 setelah proses pembangunan yang berlangsung sembilan tahun, dan sejak itu menjadi ikon Kota Jambi yang paling dikenal.
Sekilas Mengenai Masjid Agung Al-Falah
Gagasan membangun Masjid Al-Falah pertama kali muncul pada 1961 dari para tokoh agama Islam di Jambi, namun belum ada gerakan nyata kala itu. Pada 1971, pemerintah Provinsi Jambi akhirnya mewujudkan rencana itu dan mulai pembangunan yang memakan waktu hampir satu dekade.
Nama Al-Falah dipilih dengan kesadaran penuh. Kata itu berasal dari bahasa Arab yang berarti kemenangan, dan dua kemenangan dimaknai dalam penamaan ini
Pertama adalah kemenangan dalam konteks keimanan, yaitu pencapaian spiritual bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan. Kedua adalah kemenangan historis, yaitu keberhasilan rakyat Jambi mengakhiri kekuasaan Belanda di tanah yang kini dijadikan masjid.
Sebutan "Seribu Tiang" sendiri lahir bukan dari perencanaan, melainkan dari kekaguman orang-orang yang pertama kali melihat bangunannya. Jumlah tiang yang sesungguhnya hanya 232 buah, dengan yang di dalam masjid berwarna coklat tembaga berukuran besar, dan yang di luar lebih kecil dan berwarna putih.
Daya Tarik Utama Masjid Agung Al-Falah
Ketiadaan dinding, pintu, dan jendela adalah hal pertama yang membuat pengunjung berhenti sejenak dan merasakan sesuatu yang berbeda. Masjid ini ingin menunjukkan bahwa ia bisa didatangi siapapun tanpa pembatas fisik apapun.
Di atas bangunan yang berukuran 80 x 80 meter ini terdapat kubah besar yang kini menjadi ikon Kota Jambi. Di malam hari, kubah ini diterangi lampu yang membuatnya terlihat jauh dari berbagai sudut kota. Ornamen masjid dilengkapi ukiran kaligrafi berwarna emas yang menghiasi berbagai bagian interior.
Kapasitasnya besar untuk sebuah bangunan yang terkesan sederhana. Masjid ini mampu menampung lebih dari 10.000 jemaah, dan saat Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha, lapangan di sekitar masjid pun penuh terisi.
Sementara pada Ramadan, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan Kota Jambi yang paling ramai, dari salat tarawih, tadarus, hingga berbagai kajian yang terbuka untuk umum.
Sejak awal pembangunan hingga sekarang, arsitektur Masjid Seribu Tiang dipertahankan sesuai bentuk awalnya. Renovasi yang dilakukan hanya bersifat pemeliharaan tanpa mengubah tampilan aslinya.
Akses Menuju Masjid Agung Al-Falah
Masjid Agung Al-Falah berada di Jalan Sultan Thaha No. 60, Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, di lokasi yang sangat sentral dan mudah ditemukan. Dari Bandara Sultan Thaha Syaifudin Jambi, perjalanan menuju masjid membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 25 menit menggunakan kendaraan pribadi atau taksi, tergantung kondisi lalu lintas.
Dari pusat perbelanjaan atau hotel-hotel utama di Kota Jambi, masjid ini bisa dicapai dalam waktu kurang dari 15 menit. Angkutan kota dan ojek online beroperasi di kawasan ini dan bisa digunakan sebagai alternatif transportasi. Area parkir tersedia di sekitar kompleks masjid untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Sebagai masjid aktif, Masjid Agung Al-Falah terbuka setiap hari selama 24 jam mengikuti waktu sholat. Kunjungan wisata paling nyaman dilakukan di luar jam sholat agar tidak mengganggu jemaah yang sedang beribadah.
Tidak ada tiket masuk untuk berkunjung ke Masjid Agung Al-Falah. Pengunjung non-Muslim yang datang untuk wisata religi atau sekadar mengagumi arsitekturnya juga dipersilakan masuk, dengan catatan berpakaian sopan dan menutup aurat.
Fasilitas di kawasan masjid meliputi area parkir luas, toilet umum, tempat wudhu, dan lapangan yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan publik.
Jadi, kalau Kawan main ke Jambi, jangan lupa berkunjung ke Masjid Seribu Tiang ini ya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


