kknt ipb jembatani dialog petani pulung merdiko dan pakar pertanian - News | Good News From Indonesia 2026

KKNT IPB Jembatani Dialog Petani Pulung Merdiko dan Pakar Pertanian

KKNT IPB Jembatani Dialog Petani Pulung Merdiko dan Pakar Pertanian
images info

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB 2026 menghadirkan dialog antara petani Desa Pulung Merdiko dengan pakar pertanian IPB secara hybrid


Persoalan pertanian di lapangan sering kali tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengikuti praktik yang sudah biasa dilakukan. Setiap lahan memiliki kondisi yang berbeda, sehingga petani perlu memahami permasalahan tanaman dan tanah secara lebih mendalam.

Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University 2026 menghadirkan BESTARI (Bincang Solusi dan Tanya Jawab Pertanian Interaktif) sebagai ruang diskusi antara petani dan akademisi. Kegiatan ini mempertemukan petani Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, dengan Prof. Dr. Edi Santosa, S.P., M.Si. dari IPB University.

Aktivitas tersebut dilaksanakan secara hybrid pada Jumat, 31 Juli 2026 di Balai Desa Lama Pulung Merdiko. Peserta berasal dari perwakilan kelompok tani dan petani milenial Desa Pulung Merdiko.

Berbeda dari penyuluhan yang hanya berfokus pada penyampaian materi, BESTARI memberikan kesempatan kepada petani untuk membawa persoalan yang benar-benar mereka temui di lahan ke dalam ruang diskusi.

baca juga

Tetap Berlangsung di Tengah Kendala Teknis

Warga bekerja sama menyalakan genset (Dokumentasi Pribadi)
info gambar

Warga bekerja sama menyalakan genset (Dokumentasi Pribadi)


Pelaksanaan BESTARI sempat menghadapi kendala teknis. Pemadaman listrik terjadi di Kecamatan Pulung ketika mahasiswa sedang mempersiapkan kegiatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena narasumber mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Agar kegiatan tetap dapat berlangsung, mahasiswa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik. Salah satu warga kemudian bersedia meminjamkan genset sehingga persiapan teknis dapat kembali dilakukan dan komunikasi antara narasumber dengan peserta tetap berjalan.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Selain membantu mengatasi kendala teknis, keterlibatan warga menunjukkan dukungan masyarakat terhadap kegiatan KKN-T Inovasi IPB University di Desa Pulung Merdiko.

Membahas Persoalan Pupuk dan Kondisi Tanaman

Pelaksanaan Zoom Meeting bersama pakar (Dokumentasi Pribadi)
info gambar

Pelaksanaan Zoom Meeting bersama pakar (Dokumentasi Pribadi)


Memasuki sesi diskusi, petani menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama melakukan budidaya. Salah satu topik yang dibahas adalah penggunaan pupuk, khususnya urea.

Petani mempertanyakan bagaimana menyesuaikan kebutuhan pupuk dengan kebutuhan tanaman tanpa membuat biaya produksi semakin tinggi. Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Edi Santosa menjelaskan bahwa pemupukan perlu mempertimbangkan kondisi tanaman dan tingkat kesuburan tanah.

Kesuburan tanah tidak hanya dilihat dari satu aspek, tetapi mencakup kondisi fisik, kimia, dan biologis. Pemupukan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman juga berpotensi menimbulkan pemborosan karena sebagian unsur hara dapat hilang melalui penguapan maupun terbawa air.

Diskusi kemudian berkembang pada pemanfaatan sumber pupuk yang tersedia di sekitar lingkungan. Beberapa bahan dapat dipertimbangkan sebagai sumber unsur hara, seperti kulit pisang sebagai sumber kalium dan batuan fosfat sebagai alternatif sumber fosfor. Pemanfaatannya tetap perlu memperhatikan kebutuhan tanaman dan proses pengolahannya.

baca juga

Dari Persoalan di Lahan hingga Rencana Tindak Lanjut

Diskusi dan tanya jawab interaktif dengan petani (Dokumentasi Pribadi)
info gambar

Diskusi dan tanya jawab interaktif dengan petani (Dokumentasi Pribadi)


Antusiasme petani terlihat dari beragam pertanyaan yang disampaikan selama sesi interaktif. Persoalan yang dibawa tidak hanya berkaitan dengan pemupukan, tetapi juga kondisi tanaman yang mereka temui dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

Pada tanaman padi, misalnya, petani menanyakan kondisi tanaman yang mengering dan tidak menghasilkan bulir secara optimal. Mereka juga mendiskusikan ciri tanaman yang mengalami kekurangan maupun kelebihan unsur hara.

Petani jagung turut menyampaikan persoalan tanaman yang tidak menghasilkan bunga secara optimal sehingga berdampak pada hasil panen. Sementara itu, petani bawang merah menceritakan kondisi tanaman yang pertumbuhannya terhenti atau menjadi kerdil ketika memasuki usia sekitar dua bulan.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi tanaman pada musim tanam kedua. Petani menyampaikan bahwa tanaman pada musim pertama dapat tumbuh dengan baik, tetapi pada musim berikutnya pertumbuhannya melambat dan sebagian bahkan mengalami kematian.

Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kondisi lahan perlu diamati lebih lanjut. Salah satu arahan yang muncul dalam diskusi adalah pemeriksaan kondisi tanah melalui pengambilan sampel untuk membantu mengidentifikasi faktor yang mungkin memengaruhi pertumbuhan tanaman.

baca juga

Mendorong Petani Berani Mencoba Inovasi

BESTARI tidak hanya menjadi ruang untuk membahas persoalan teknis pertanian. Diskusi ini juga mendorong petani untuk melihat peluang pertanian dari sudut pandang yang lebih luas. Petani diajak untuk tidak sekadar mengikuti praktik yang sudah umum dilakukan, tetapi juga berani mencoba peluang dan inovasi baru.

Komoditas lokal yang selama ini dikonsumsi dengan cara tertentu, misalnya, masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam diskusi, sukun dan berbagai jenis umbi-umbian menjadi contoh komoditas yang dapat dikembangkan dengan pendekatan berbeda. Gagasan tersebut menunjukkan bahwa hasil pertanian tidak selalu harus berhenti pada pola konsumsi yang selama ini dikenal masyarakat.

Bagi petani, keberanian mencoba, melakukan pengamatan, dan mengembangkan inovasi dapat menjadi langkah untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan dalam menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi wilayahnya.

BESTARI menjadi Awal untuk Tindak Lanjut

Sosialisasi aplikasi Digitani oleh mahasiswa KKNT (Dokumentasi Pribadi)
info gambar

Sosialisasi aplikasi Digitani oleh mahasiswa KKNT (Dokumentasi Pribadi)


Melalui BESTARI, persoalan yang disampaikan petani tidak berhenti pada diskusi. Beberapa permasalahan diarahkan untuk ditindaklanjuti melalui identifikasi kondisi lahan dan komunikasi lebih lanjut dengan pihak yang memiliki keahlian terkait.

Bagi mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University 2026, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Sementara bagi petani Desa Pulung Merdiko, BESTARI menjadi ruang untuk menyampaikan permasalahan secara langsung, memperoleh wawasan baru, sekaligus membuka peluang tindak lanjut terhadap kondisi lahan mereka.

Lebih dari sekadar kegiatan diskusi, BESTARI mempertemukan pengalaman petani dengan pengetahuan akademik dalam satu ruang. Pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat dan pihak akademisi.

Ke depan, BESTARI diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Diskusi, pengamatan, dan keberanian mencoba inovasi dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengembangkan pertanian Desa Pulung Merdiko secara berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.