kenapa indonesia punya banyak gunung api dan sering mengalami gempa - News | Good News From Indonesia 2026

Kenapa Indonesia Punya Banyak Gunung Api dan Sering Mengalami Gempa?

Kenapa Indonesia Punya Banyak Gunung Api dan Sering Mengalami Gempa?
images info

Kenapa Indonesia Punya Banyak Gunung Api dan Sering Mengalami Gempa? | Foto: (Fajruddin Mudzakkir | Unsplash)


Gunung api menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bentang alam Indonesia. Dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku, deretan gunung berdiri dan hidup berdampingan dengan masyarakat. Keberadaannya memang menghadirkan pemandangan yang indah, tanah yang subur, hingga potensi wisata.

Namun, di balik itu, gunung api juga menyimpan ancaman erupsi yang dapat datang sewaktu-waktu.

Indonesia tercatat memiliki sekitar 127 gunung api atau sekitar 13 persen dari jumlah gunung api di dunia. Persebarannya berkaitan erat dengan posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Lantas, mengapa posisi tersebut membuat Indonesia punya banyak gunung api sekaligus sering mengalami gempa?

Pertemuan Tiga Lempeng Membentuk Gunung Api

Jawabannya bermula dari posisi Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Lempeng-lempeng tersebut tidak diam, tetapi terus bergerak dan saling berinteraksi.

Pergerakannya memang berlangsung perlahan. Lempeng Indo-Australia dan Pasifik bahkan bergeser beberapa sentimeter setiap tahun. Meski tidak terasa oleh manusia, gerakan tersebut berpengaruh besar terhadap kondisi geologi Indonesia.

Salah satu proses penting yang terjadi adalah subduksi, ketika satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Proses ini menjadi penyebab dominan terbentuknya gunung api di Indonesia, terutama di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Dari proses tersebut, magma dapat naik ke permukaan dan membentuk gunung api.

Selain zona subduksi, gunung api juga dapat terbentuk melalui pemekaran lempeng dan hotspot. Karena proses geologi tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat panjang, gunung api kemudian menjadi bagian dari bentang alam Indonesia. Kalimantan menjadi pengecualian karena wilayah ini tidak dilalui sabuk gunung api.

Aktivitas tersebut juga menjelaskan mengapa gunung api tidak hanya menjadi sumber ancaman. Material vulkanik yang keluar saat erupsi dapat membuat tanah menjadi subur karena kaya unsur hara.

Lanskap gunung api pun berkembang menjadi kawasan wisata, sementara pasir dan batu hasil erupsi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Namun, ketika aktivitas di dalam gunung meningkat, ancaman juga muncul. Erupsi dapat mengeluarkan lava, material piroklastik, abu vulkanik, gas beracun, hingga lontaran batu. Setelah erupsi, bahaya lain seperti lahar dan banjir bandang juga dapat terjadi.

baca juga

Kenapa Indonesia Sering Mengalami Gempa?

Gunung Rinjani
info gambar

Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat masuk kategori gunung api aktif Tipe A. | Foto: (Aldoarianto.87 | Wikipedia Commons)


Pertemuan lempeng yang sama juga menjadi alasan Indonesia sering mengalami gempa bumi.

Gempa terjadi ketika energi yang tersimpan di dalam bumi dilepaskan secara tiba-tiba. Energi tersebut dapat terkumpul akibat pergerakan lempeng yang saling menjauh, mendekat, maupun bergeser.

Gerakan lempeng sebenarnya berlangsung sangat lambat dan umumnya tidak terasa. Namun, pada kondisi tertentu, dua lempeng dapat saling mengunci. Energi kemudian terus terkumpul sampai batuan tidak lagi mampu menahan tekanan. Ketika energi tersebut dilepaskan secara mendadak, permukaan bumi mengalami getaran yang kita kenal sebagai gempa.

Indonesia menjadi wilayah rawan karena jalur pertemuan tiga lempeng tersebut melewati berbagai wilayah kepulauan.

Zona sumber gempa dapat berupa zona subduksi, zona transform, maupun patahan kerak bumi dangkal yang aktif.

Dampak gempa juga tidak berhenti pada getaran tanah. Gempa dapat memicu likuifaksi, longsoran, hingga tsunami apabila terjadi di laut dengan kondisi tertentu. Karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir maupun sekitar gunung api perlu memahami risiko di lingkungannya.

baca juga

Banyaknya gunung api dan seringnya gempa di Indonesia bukanlah dua fenomena yang berdiri sendiri. Keduanya memiliki hubungan erat dengan aktivitas lempeng tektonik yang membentuk wilayah Indonesia sejak lama.

Pergerakan tersebut tidak dapat dihentikan, begitu pula gempa tidak dapat dicegah. Namun, risiko dan dampaknya dapat dikurangi melalui pengetahuan, pemantauan, bangunan yang lebih aman, serta kesiapsiagaan masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.