Bagi Kawan, akuntansi mungkin selama ini identik dengan angka, laporan, dan berbagai tabel. Namun, di balik angka-angka tersebut, ada profesi yang sedang menghadapi perubahan. Perkembangan Artificial Intelligence (AI), tuntutan keberlanjutan, dan pentingnya integritas membawa pendidikan serta profesi akuntansi pada tantangan baru.
Pertanyaan tentang masa depan profesi inilah yang mulai dibicarakan dalam Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXIX Riau dan International Conference for Accounting Educators (ICAE) 2026 yang resmi dimulai pada Selasa (8/9/2026). Berlangsung di Universitas Riau, kegiatan ini mempertemukan akademisi, praktisi, regulator, dan peneliti untuk membicarakan arah pendidikan serta profesi akuntansi di tengah perubahan teknologi. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 10 September 2026.
Tahun ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah. Sebelumnya, FEB UNRI telah melakukan konsolidasi kepanitiaan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari fasilitas, pelayanan peserta, agenda akademik, hingga publikasi dan dokumentasi.
Mengusung tema “Building Future-Ready Accountants: Driving AI-Enabled Sustainability and Integrity for Indonesia 2045”, SNA XXIX Riau dan ICAE 2026 membawa pembahasan tentang bagaimana pendidikan dan profesi akuntansi dapat merespons perkembangan teknologi sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan dan integritas.
Ketika Akuntansi Berhadapan dengan Perubahan Zaman
Pembukaan SNA XXIX Riau berlangsung di Student Center Universitas Riau pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian pertemuan yang membawa pembahasan mengenai perkembangan pendidikan dan profesi akuntansi di tengah perubahan teknologi.
Setelah pembukaan secara resmi, agenda dilanjutkan dengan keynote speech dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Akhsanul Khaq, MBA., CA, Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sekaligus Dewan Pengawas IAI.
Pada siang hari, SNA XXIX Riau menghadirkan International Session dengan empat panel speaker, yaitu Michelle Cardwell, Head of Accountancy Education, International Federation of Accountants (IFAC); Rosita Uli Sinaga, Ak., CA, Chair, Indonesian Sustainability Standards Oversight Board of IAI sekaligus IAI Council Member; Chiew Chun Wee, Regional Policy and Insights Lead, ACCA; serta Prof. Dr. Erlane K. Ghani, Faculty of Accountancy, UiTM. Sesi tersebut dimoderatori oleh Dr. Nanny Dewi, Ak., CA, Vice Chairman, KAPd IAI.
Kehadiran pembicara dari berbagai institusi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan yang mempertemukan perspektif dari lingkungan pendidikan, organisasi profesi, lembaga pemerintahan, dan institusi internasional.
Sementara itu, Ketua IAI Kompartemen Akuntan Pendidik, Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., CA., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Riau sebagai tuan rumah. Ia menggambarkan SNA sebagai ruang bertemunya gagasan, tempat riset diuji, sekaligus wadah untuk merawat keilmuan akuntansi.
Ketika Ruang Akademik Menjadi Ruang Pertemuan
Rangkaian SNA XXIX Riau dan ICAE 2026 akan berlanjut pada Rabu (9/9/2026) di lingkungan FEB Universitas Riau. Pada hari kedua, peserta dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan akademik, mulai dari festival poster, parallel session, forum bidang studi, hingga forum keilmuan. Rangkaian tersebut kemudian akan ditutup pada sore hari melalui penutupan SNA XXIX Riau 2026.
Rangkaian tersebut kemudian menjadi bagian dari pertemuan yang memperlihatkan salah satu fungsi perguruan tinggi sebagai ruang bertemunya pengetahuan, pengalaman, dan jejaring. Hal tersebut juga sejalan dengan harapan Universitas Riau agar SNA XXIX Riau dapat menjadi ruang bagi lahirnya gagasan, penelitian, dan rekomendasi yang dapat memperkuat pendidikan akuntansi Indonesia.
Selain forum akademik, rangkaian SNA XXIX Riau dan ICAE 2026 juga akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal Riau. Pada hari ketiga, peserta dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Siak untuk melihat sejumlah destinasi budaya dan sejarah, termasuk Tenun dan Batik Siak, Masjid Raya Syahabuddin, Istana Siak Sri Indrapura, Rumah Datuk Pesisir, hingga Tangsi Militer Belanda.
Perpaduan antara forum akademik dan pengenalan budaya tersebut membuat pertemuan ini tidak hanya berlangsung di ruang diskusi. Para peserta juga akan memperoleh pengalaman mengenal daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan SNA XXIX Riau.
Pada akhirnya, perkembangan teknologi mungkin akan terus bergerak. Namun, pertanyaan mengenai bagaimana manusia menggunakan teknologi secara bertanggung jawab tetap menjadi bagian penting dari masa depan.
Dari FEB Universitas Riau, percakapan itu kini dimulai. SNA XXIX Riau dan ICAE 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperluas jejaring, serta membicarakan bagaimana pendidikan dan profesi akuntansi dapat mempersiapkan diri menghadapi perubahan.
Rangkaian SNA XXIX Riau dan ICAE 2026 masih akan berlangsung hingga 10 September 2026. Namun, dari Riau, satu pertanyaan penting telah mulai dibicarakan: bagaimana mempersiapkan akuntan yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu ikut membentuknya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


