Pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pelayanan publik kini telah menjadi kebutuhan krusial yang tidak bisa ditawar lagi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi warga Desa Pilangrejo. Langkah digitalisasi ini dipandang sangat esensial demi mempermudah keterjangkauan akses informasi sekaligus mempercepat seluruh alur pengurusan dokumen dan administrasi kependudukan. Sebab jika melihat kondisi sebelumnya, warga Desa Pilangrejo sering kali harus mengorbankan waktu yang tidak sebentar hanya untuk mengurus pelbagai dokumen surat-menyurat secara manual di kantor desa.
Guna memberikan pemecahan masalah secara efektif terhadap persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 Posko 113 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tergerak untuk merancang sebuah terobosan layanan berbasis digital dengan membuat laman resmi bernama "BejorejoPilangrejo", Kamis, 27 Agustus 2026.
Pembuatan layanan ini secara khusus ditujukan agar warga desa memiliki sarana yang praktis serta efisien dalam mengakses layanan kependudukan. Dengan demikian, mereka tidak perlu lagi selalu datang secara fisik ke kantor desa setiap kali membutuhkan dokumen atau surat keterangan.
Melalui platform daring tersebut, warga diberikan keleluasaan untuk memilih pelbagai jenis dokumen administrasi sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Jenis pelayanan yang disediakan cukup beragam, meliputi Surat Pengantar Nikah, Surat Izin Keramaian, Surat Pengantar Desa, Surat Pindah Tempat, pengurusan dokumen Jual Beli dan Keterangan Harga Tanah, Surat Keterangan Domisili, hingga pembuatan Surat Kuasa.
Setelah menentukan pilihan layanan yang dituju, warga akan secara otomatis diarahkan menuju pengisian formulir secara online, menindaklanjuti proses permohonan berkas tersebut.
Menanggapi adanya inovasi baru ini, Kepala Dusun Kerangwetan, Ahmad Arif Hidayat, menyampaikan bahwa kedatangan para mahasiswa KKN UIN Walisongo merupakan momentum yang sangat pas untuk merealisasikan rancangan sistem pelayanan modern tersebut.
Kehadiran program ini juga sekaligus menjadi jawaban konkret atas keluh kesah masyarakat yang selama ini sering mengalami kesulitan saat hendak mengurus berkas administrasi di tengah-tengah jam sibuk pekerjaan mereka.
"Sangat luar biasa. Dengan kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo membuka sedikit pintu dari kami untuk bisa melayani semaksimal mungkin kepada masyarakat," tutur Arif.
Ahmad Arif Hidayat menggarisbawahi bahwa sebagian besar warga desa memang menghabiskan waktu harian mereka untuk beraktivitas di luar area Desa Pilangrejo, yang menyebabkan mereka sangat sulit untuk mencari waktu senggang pada jam operasional kantor desa.
"Mayoritas warga Desa Pilangrejo bekerja sebagai wirausaha maupun buruh pabrik di luar desa, sehingga sulit meluangkan waktu di jam kerja untuk mengurus surat ke kantor desa. Dengan sistem digital, harapannya dapat mempermudah permohonan kapan saja termasuk pada malam hari, dan mengambil dokumennya keesokan pagi. Setidaknya, dari rumah sudah bisa membuat surat, lalu mengambil di desa untuk verifikasi surat tersebut," jelasnya.
Proses perancangan dan pembuatan situs web "BejorejoPilangrejo" ini sendiri merupakan buah dari sinergi, kerja keras, serta kolaborasi yang solid dari tim pengembang internal kelompok KKN.
Susunan tim tersebut mencakup Muhammad Taufiq Hidayat yang memegang peran penting sebagai UI/UX Designer, M. Hanin Fahmi yang bertindak sebagai Web Developer, Ayu Trianasari yang mengemban tugas sebagai Content Writer, serta Azkiya Salsa Afiana yang memegang tanggung jawab penuh di divisi publikasi.
Sejalan dengan proses peluncuran sistem ini, Koordinator Divisi Media dan Informasi, Ayu Trianasari, memaparkan secara mendalam mengenai hal-hal yang mendasari terciptanya program pengabdian digital bagi masyarakat Desa Pilangrejo tersebut.
“Kami memikirkan bagaimana caranya biar proker itu continue dan bermanfaat di masyarakat. Untuk membuat proker seperti itu, tentu harus melihat kebutuhan dan kondisi masyarakatnya. Kebetulan, Desa Pilangrejo memiliki usulan agar teman-teman KKN bisa membantu mengembangkan pelayanan digital desa yang sebelumnya sudah direncanakan, tapi belum terealisasi. Menurut saya, itu adalah momen yang tepat untuk merealisasikan hal tersebut," tutur Ayu.
Lebih jauh lagi, Ayu menaruh harapan besar agar masyarakat Desa Pilangrejo tidak perlu lagi menjumpai hambatan-hambatan klasik sebagaimana yang sering terjadi sewaktu masih mengandalkan prosedur manual.
Hambatan tersebut biasanya berupa keharusan bagi warga untuk bolak-balik mendatangi kantor desa hanya karena terdapat persyaratan berkas yang belum lengkap, ataupun disebabkan oleh staf atau pejabat desa yang bersangkutan sedang berhalangan hadir di lokasi.
Lewat pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada kemajuan teknologi ini, para mahasiswa KKN MIT-22 Posko 113 UIN Walisongo berusaha memberikan sumbangsih serta bukti nyata dalam menjawab kebutuhan warga akan hadirnya tata kelola pelayanan yang jauh lebih serba mudah, serba cepat, dan transparan.
Di samping itu, proyek ini juga ditujukan untuk mempererat ikatan korelasi dan kolaborasi yang harmonis antara kampus dengan kehidupan masyarakat secara luas.
Dengan demikian, pengoperasian website "BejorejoPilangrejo" diharapkan sanggup memberikan kenyamanan serta kemudahan yang berarti bagi warga Desa Pilangrejo dalam menyelesaikan bermacam urusan kependudukan mereka.
Pada saat yang sama, langkah ini juga diharapkan mampu menjadi fondasi awal yang kokoh menuju pembentukan sistem pemerintahan desa yang makin modern, adaptif, serta senantiasa tanggap terhadap aspirasi masyarakatnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


