Kawan GNFI, setiap tanggal 3 September, Indonesia memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai bentuk penghargaan terhadap organisasi kemanusiaan yang telah puluhan tahun hadir di tengah masyarakat.
Momen ini menjadi kesempatan tepat untuk menengok bagaimana semangat kemanusiaan PMI juga hidup dan tumbuh di lingkungan kampus, salah satunya di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).
Kabar ini terungkap dari riset berjudul "Peran PMI di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU)" yang ditulis oleh Usiono, Bella Azahra, Azmi Oktari Harahap, dan Buti Sarma Sitompul.
Jurnal ini dipublikasikan pada Januari 2025 dalam Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Penelitian tersebut mengeksplorasi bagaimana PMI menjalankan misi kemanusiaannya di lingkungan akademik, lengkap dengan berbagai program dan tantangan yang dihadapi.
Tujuh Prinsip yang menjadi Landasan Gerak
Sebagai organisasi kemanusiaan terbesar di Indonesia, PMI menjalankan tugasnya berlandaskan tujuh prinsip dasar: kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
Di lingkungan UINSU, PMI memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran sosial mahasiswa lewat berbagai program kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan kampus.
Donor Darah, Program Andalan yang Rutin Digelar
Kawan, salah satu program unggulan PMI UINSU adalah donor darah rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, bekerja sama dengan PMI Kota Medan. Program ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan transfusi darah bagi masyarakat. Namun, juga menjadi media edukasi yang menanamkan nilai-nilai kepedulian di kalangan mahasiswa.
Setiap kantong darah yang terkumpul menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa terhadap kebutuhan medis yang sangat vital di rumah sakit.
Bekal Keterampilan lewat Pelatihan Pertolongan Pertama
Selain donor darah, PMI UINSU juga aktif menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama dasar (PPD) untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menangani situasi darurat seperti kecelakaan atau bencana.
Pelatihan ini memadukan pengetahuan teoretis dan praktik langsung, sehingga mahasiswa tidak hanya paham secara konsep, tetapi juga siap bertindak jika suatu saat menghadapi kondisi darurat di kehidupan sehari-hari.
Kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat
Program lain yang tak kalah penting adalah kampanye kesehatan dengan fokus pada pola hidup bersih dan sehat (PHBS), yang dilakukan melalui seminar dan penyebaran informasi langsung di lingkungan kampus.
Dalam situasi bencana alam, PMI UINSU turut menunjukkan kepeduliannya lewat penggalangan dana dan penyaluran bantuan, sekaligus melatih mahasiswa mengembangkan jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, dan empati sosial.
Tantangan Partisipasi yang Masih Perlu Diatasi
Kawan GNFI, di balik berbagai program positif ini, penelitian juga mengungkap bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan PMI UINSU masih tergolong rendah. Penyebab utamanya adalah minimnya sosialisasi serta kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap peran dan nilai-nilai kemanusiaan yang diusung PMI.
Keterbatasan sumber daya, baik dari segi dana, peralatan medis, maupun fasilitas, turut menjadi hambatan bagi organisasi ini untuk menjalankan program secara lebih optimal.
Sinergi Kampus jadi Kunci Penguatan Peran PMI
Penelitian ini menekankan bahwa dukungan yang lebih besar dari pihak kampus menjadi faktor krusial untuk meningkatkan efektivitas kegiatan PMI UINSU. Beberapa solusi yang direkomendasikan antara lain sosialisasi lebih intensif melalui seminar dan media sosial, kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan lain, hingga pemanfaatan kanal resmi kampus seperti website dan buletin untuk mempublikasikan kegiatan secara lebih luas.
Keterlibatan mahasiswa juga bisa didorong lewat pengakuan akademik, misalnya dalam bentuk sertifikat atau penghargaan.
Momentum Refleksi di Hari PMI
Kawan GNFI, di Hari Palang Merah Indonesia ini, kisah dari UINSU menjadi pengingat bahwa semangat kemanusiaan PMI tidak hanya hadir dalam skala nasional lewat bantuan bencana atau donor darah massal, tetapi juga tumbuh dari ruang-ruang kecil seperti kampus, tempat generasi muda belajar arti kepedulian sejak dini.
Dengan sinergi yang lebih kuat antara PMI, mahasiswa, dan pihak kampus, semangat kemanusiaan ini diharapkan terus terjaga dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


