Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan sosialisasi anti perundungan (stop bullying) di SD Negeri 01 Klitih, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa sejak dini mengenai bahaya bullying serta pentingnya menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan.
Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja unggulan yang dirancang oleh tim KKN sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kekerasan di kalangan anak usia sekolah dasar, yang belakangan semakin mendapat perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari pendidik, orang tua, hingga pemerintah daerah. Pemilihan SD Negeri 01 Klitih sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada hasil observasi awal tim KKN yang menemukan masih minimnya edukasi mengenai perundungan di lingkungan sekolah tersebut.
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa siswi kelas IV dan V dengan penuh antusias. Acara berlangsung di ruang kelas yang telah disulap menjadi ruang diskusi interaktif, lengkap dengan proyektor dan media visual yang menarik perhatian anak-anak sejak awal kegiatan dimulai.
Dalam kegiatan tersebut mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya, dan dampak yang di timbulkan, baik dampak secara psikologis maupun sosial bagi korban maupun pelaku. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, disertai contoh kasus sehari-hari yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Selain penyampaian materi siswa-siswi diberi kesempatan untuk menuliskan pengalaman perundungan yang pernah mereka alami di selembar kertas, sebagai media agar mereka dapat menyalurkan perasaan tanpa harus menceritakannya secara langsung di depan teman-teman. Kegiatan juga diisi dengan berbagai metode interaktif seperti menonton vidio edukatif, sesi tanya jawab, permainan kelompok, afirmasi diri serta edukasi anti bullying supaya mudah di pahami dan diingat oleh siswa.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung, bahkan sejumlah siswa secara sukarela menceritakan pengalaman pribadinya di depan teman-teman sekelas.
Dalam sambutannya Kepala sekolah SD Negeri Klitih 01 Tri Kahana turut menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat memotivasi siswa siswi supaya tidak melakukan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Ia mengungkapkan bahwa kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar bukanlah persoalan sepele, sebab dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang psikologis anak apabila tidak ditangani sejak dini.
“Saya sangat mengaprasiasi adanya sosialisasi stop bullying ini, karena banyak anak yang mengadu kepada orang tuanya karena di pukuli teman sebayannya, saya berharap dengan adanya sosialisasi ini anak-anak dapat memahami dampak yang disebabkan oleh bullying,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung program-program serupa yang bersifat edukatif dan membangun karakter siswa, serta berterima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu kepada siswa siswi di sekolah tersebut.
Salah seorang siswi kelas V, Zahira, turut memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada tim KKN setelah mengikuti sosialisasi ini. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku selama ini memendam sendiri pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di sekolah dan baru berani menceritakannya melalui kegiatan tersebut.
“Terima kasih kakak-kakak semua telah mengadakan acara ini akhirnya saya bisa cerita perundungan yang saya alami selama ini dengan kakak-kakak,” ujarnya. Pernyataan Zahira ini turut menggambarkan bahwa banyak siswa yang sebenarnya membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan didengarkan, namun selama ini belum mendapatkan wadah yang tepat untuk menyampaikannya.
Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan SD Negeri Klitih 01 dapat lebih memahami pentingnya sikap saling menghormati antar teman, baik dalam tutur kata maupun bersikap dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Siswa siswi juga diharapkan meliliki keberanian untuk melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying di sekitar mereka tanpa rasa takut atau khawatir akan dianggap mengadu.
Kesadaran untuk berani bersuara ini dinilai penting mengingat banyak kasus bullying yang tidak terungkap karena korban memilih diam akibat rasa takut, malu, atau khawatir mendapat perlakuan yang lebih buruk. Selain itu melalui pemahaman yang diberikan siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan kecil yang turut menciptakan lingkungan sekolah yang menyenangkan, aman, dan penuh rasa persaudaraan bagi seluruh warga sekolah.
Kegiatan sosialisasi stop bullying ini menjadi salah satu program mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dalam upaya mendukung pembangunan karakter dan pendidikan anti kekerasan di lingkungan pendidikan dasar. Program kerja ini di rancang bukan sekedar sebagai kegiatan seremonial melainkan sebagai bagian kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung tumbuh kembang psikososial anak-anak usia sekolah dasar yang merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap pesan-pesan anti bullying dapat tertanam kuat dalam diri siswa siswi dan di terapkan secara konsisten tidak hanya selama kegiatan berlangsung tetapi juga dalam interaksi sosial mereka sehari-hari di sekolah maupun di lingkungan rumah.
Selain memberikan materi, tim KKN juga membagikan poster dan stiker bertemakan anti bullying yang ditempel di sejumlah sudut sekolah sebagai pengingat visual bagi siswa maupun guru agar senantiasa menjaga sikap saling menghormati.
Kedepannya mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap pihak sekolah dapat terus melanjutkan upaya pencegahan bullying secara berkelanjutan, misalnya melalui penyedian kotak pengaduan atau kegiatan pembentukan karakter sehingga budaya saling menghormati dan menghargai dapat terus terjaga di SD Negeri Klitih 01.
Tim KKN juga berencana melakukan pendampingan lanjutan berupa monitoring ringan terhadap perkembangan sikap siswa pascasosialisasi, sebagai bentuk evaluasi atas keberhasilan program yang telah dijalankan. Dengan sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan mahasiswa, diharapkan budaya anti kekerasan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi kebiasaan positif yang diwariskan dari generasi ke generasi di lingkungan SD Negeri Klitih 01.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


