bukan sekadar organisasi tiga dekade aiesec in semarang menjadi rumah bagi anak muda di kota semarang - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Sekadar Organisasi, 3 Dekade AIESEC in Semarang jadi Rumah bagi Anak Muda di Kota Semarang

Bukan Sekadar Organisasi, 3 Dekade AIESEC in Semarang jadi Rumah bagi Anak Muda di Kota Semarang
images info

Anak muda Kota Semarang yang sedang berpartisipasi pada program AIESEC Future Leader Winter Peak 2025


Bayangkan sebuah organisasi yang memulai perjalanannya dari satu fakultas, lalu lebih dari tiga dekade kemudian menjadi rumah bagi anak muda dari berbagai penjuru Kota Semarang. Itulah perjalanan AIESEC in Semarang.

Semuanya bermula pada 1991, ketika AIESEC in UNDIP berdiri sebagai sebuah unit di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Perjalanan itu terus berkembang hingga pada 2019, AIESEC in UNDIP resmi menjadi AIESEC in Semarang dan berdiri sebagai entitas yang independen.

Sejak saat itu, AIESEC in Semarang bukan lagi hanya milik satu fakultas. It became a city-widemovement. Sebuah ruang yang terbuka bagi Youth Semarang untuk belajar, memimpin, dan menciptakan impact.

Perubahan tersebut juga membawa cara baru dalam melihat siapa yang bisa menjadi bagian dari AIESEC in Semarang. Bukan lagi tentang dari mana seseorang itu berasal atau di mana ia berkuliah, tetapi tentang kemauannya untuk tumbuh.

Dari mahasiswa yang baru pertama kali mencoba memimpin hingga mereka yang ingin memperluas pengalaman sampai kancah global, semuanya punya ruang untuk mengembangkan dirinya masing-masing di sini.

baca juga

AIESEC in Semarang adalah kumpulan dari banyak cerita anak muda yang memiliki keinginan untuk belajar dan kemudian membawa pengalaman itu ke tempat mereka masing-masing.

AIESEC in Semarang terus bertumbuh menjadi sebuah community yang mempertemukan membuka kesempatan baru dan menjadi bagian dari perjalanan generasi muda Semarang untuk menciptakan impact.

“What you do makes a difference, and you have to decide what kind of difference you want to make.” — Jane Goodall

Member AIESEC in Semarang yang tengah melangsungkan sidang internal rutin
info gambar

Member AIESEC in Semarang yang tengah melangsungkan sidang internal rutin


Perjalanan ini tentunya bukan hanya tentang bagaimana sebuah organisasi berkembang. Namun juga tentang orang-orang yang tumbuh bersamanya.

Di AIESEC in Semarang, leadership bukan hanya sekadar teori. Anggota diberikan kesempatan untuk memimpin project, bekerja bersama berbagai pihak, menghadapi tantangan, dan belajar dari pengalaman secara langsung.

Di dalamnya juga terdapat personal development plan dan regular check-ins yang membantu setiap orang menjadi lebih intentional dalam proses pertumbuhannya.

Di tengah semuanya, terbentuklah nama “Pragota”. Budaya yang menjadi bagian dari identitas AIESEC in Semarang. Terinspirasi dari Bergota, Pragota menggambarkan perjalanan dan rasa untuk tetap berpijak pada tempat kita berasal. Tentang bagaimana kita bisa memiliki mimpi yang besar tetapi tetap dekat dengan komunitas yang membentuk diri kita.

Dan mungkin, inilah yang membuat AIESEC terasa seperti lebih dari sekadar organisasi. AIESEC lahir dengan tujuan besar yaitu membangun perdamaian dan pemahaman lintas budaya melalui pengembangan kepemimpinan.

Kedengarannya mungkin terlalu besar untuk dimulai oleh seorang anak muda. Namun, bukankah perubahan memang selalu dimulai dari sesuatu yang kecil?

baca juga

“Berada selama hampir dua tahun di AIESEC in Semarang membuatku benar-benar menemukan rumah di sini, meskipun jauh dari rumah yang sebenarnya. Orang-orang di dalamnya selalu mendukungku untuk terus tumbuh, sekaligus memberiku ruang untuk men-challenge diri sendiri. Pada akhirnya AIESEC in Semarang bukan sekadar menjadi tempatku berproses, tapi juga sudah jadi bagian perjalananku untuk terus berkembang," kata Friska Anastasya, Manager of External Relations AIESEC in Semarang 2026

Kehangatan member AIESEC in Semarang pada salah satu acara internal
info gambar

Kehangatan member AIESEC in Semarang pada salah satu acara internal


Perjalanan panjang ini tentu bukan hanya tentang bagaimana AIESEC in Semarang tumbuh sebagai organisasi, tetapi juga tentang orang-orang yang membuatnya terus hidup.

Setiap generasi datang dengan cerita dan tantangannya sendiri, lalu meninggalkan sesuatu untuk generasi berikutnya.

Lebih dari tiga dekade kemudian, AIESEC in Semarang masih terus berjalan. Masih menjadi ruang untuk mencoba, gagal, belajar, memimpin, dan tumbuh. Bagi sebagian orang, AIESEC mungkin dimulai sebagai sebuah organisasi yang ingin dicoba. But somewhere along the way, it becomes something more. And that's what Welcome Home means.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.