AIESEC in Universitas Brawijaya menyelenggarakan Global Village Summer 2026 pada Sabtu, 2 Agustus 2026, di Aula Gedung A, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya.
Mengusung tema “Compass of Culture: Find Your Way Through Diversity”, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para delegates untuk mengenal keberagaman budaya dari berbagai negara.
Global Village merupakan festival budaya internasional yang memperkenalkan beragam budaya melalui pertunjukan musik dan tari, makanan, busana tradisional, cultural showcase, serta kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan para exchange participants.
Pada tahun ini, lebih dari 25 exchange participants dari 15 negara turut hadir untuk memperkenalkan budaya dan cerita dari negara masing-masing kepada para delegates.
Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Pembukaan kemudian berlangsung meriah ketika Marching Band Bahana Nurul Huda mengiringi Country Parade para exchange participants.
Sambil membawa bendera negara masing-masing, para exchange participants berjalan memasuki area acara dan memperkenalkan negara asal mereka kepada para delegates. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan Universitas Brawijaya, sebelum dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong.
Memasuki kegiatan utama, para delegates diajak mengunjungi berbagai booth untuk mengikuti sesi food testing yang menghadirkan makanan dari lima negara berbeda.
Tidak hanya mencicipi makanan, para delegates juga dapat berbincang langsung dengan exchange participants dan mengetahui cerita maupun tradisi yang berkaitan dengan makanan tersebut.
Bagi Namira Aisyah, salah satu delegates Global Village Summer 2026, Country Parade dan sesi foodtesting menjadi bagian yang paling berkesan.
“Melihat exchange participants membawa bendera negara masing-masing sambil diiringi marching band menciptakan suasana yang sangat berkesan. Saya juga sangat menikmati sesi food testing karena bisa mencoba makanan dari berbagai negara dan mengetahui cerita serta tradisi di baliknya langsung dari exchange participants,” ujar Namira.
Selain food testing, para delegates juga mengikuti berbagai permainan kelompok tradisional yang dipandu oleh exchange participants. Melalui permainan tersebut, peserta diajak untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi secara langsung.
Kegiatan ini membuat suasana menjadi lebih cair sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal exchange participants secara lebih dekat.

Setelah sesi food testing dan permainan, para delegates kembali diajak mengenal budaya dari berbagai negara melalui Country Performance oleh para exchange participants.
Penampilan yang dibawakan pun beragam, mulai dari tari, permainan musik tradisional, pembacaan puisi, nyanyian, hingga storytelling. Setiap penampilan memiliki cara tersendiri dalam memperkenalkan budaya yang mereka bawa.
Kevin Pratama, salah satu delegates, menyebut Cultural Presentations sebagai salah satu bagian yang paling menarik baginya.
“Setiap negara menampilkan budayanya dengan cara yang unik dan kreatif. Penampilan dari China menjadi salah satu yang paling saya nikmati karena sangat hidup dan penuh energi. Penampilan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga membuat saya semakin menghargai budaya China,” pungkas Kevin.
Penampilan para exchange participants kemudian dilanjutkan oleh Smarihasta Voice dengan membawakan “Lingsir Wengi”. Sejak awal penampilan, suasana ruangan terasa berbeda ketika para anggota muncul dengan kain hitam yang menutupi wajah, disertai teriakan dan tawa sebagai bagian dari penampilan.
Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian yang memperkenalkan unsur budaya Indonesia dalam rangkaian Global Village Summer 2026.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan The Legends Band yang membawakan lagu daerah, termasuk “Maumere”. Lagu tersebut berhasil mengajak para peserta untuk ikut bernyanyi dan berjoget bersama, membuat suasana acara semakin ramai hingga penghujung kegiatan.
AIESEC in Universitas Brawijaya berharap Global Village Summer 2026 dapat membuat anak muda lebih terbuka dalam melihat perbedaan, menghargai orang dengan latar belakang yang beragam, serta lebih berani untuk mengenal dunia di luar lingkungan mereka.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


