Dalam upaya memperkuat tata kelola AIESEC in President University yang transparan, akuntabel, dan patuh terhadap regulasi, divisi Finance, Governance, and Legality (FGL) AIESEC in President University kembali menggelar rangkaian edukasi internal berjudul Gardapati Masterclass (GMC) x Finance Visit: Audit x Legal Edu.
Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Sabtu (15/8) pukul 19.00 WIB ini menjadi wadah krusial bagi seluruh anggota untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya proses audit serta kepatuhan hukum dalam setiap operasional kegiatan.
Sesi edukasi ini merupakan kelanjutan dari program pembekalan berkala yang dirancang oleh divisi FGL guna melanjutkan pemahaman materi dari sesi sebelumnya.
Melalui pemaparan yang interaktif, sebanyak 35 peserta yang terdiri dari anggota dan pengurus AIESEC in President University aktif berpartisipasi sepanjang jalannya acara.
Para peserta diajak untuk memahami bahwa proses audit bukanlah sekadar pemenuhan administratif belaka, melainkan sebuah instrumen strategis untuk membantu mengecek pelaksanaan tugas, mendeteksi potensi masalah lebih awal, serta memastikan seluruh alur kerja dilaksanakan dengan benar sesuai aturan yang berlaku.
Sesi pertama dibuka oleh Khaniza Rajwa, atau yang akrab disapa Rara, selaku Audit Manager divisi FGL AIESEC in President University. Dalam pemaparannya, Rara menguraikan konsep dasar dan fungsi utama audit dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
Ia menjelaskan tiga pilar utama yang diperiksa dalam proses audit, yaitu penyelesaian kegiatan (done), kesesuaian dengan prosedur (compliant), serta kelengkapan dan keterjangkauan dokumen pendukung (documented & accessible).
Penekanan ini diberikan agar setiap lini kepengurusan memiliki kesadaran kolektif akan pentingnya kerapian dokumentasi sejak awal perencanaan program kerja.
Audit Manager FGL AIESEC in President University, Khaniza Rajwa, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir seluruh anggota terhadap pelaksanaan audit organisasi.
“Audit bukanlah sebuah instrumen untuk mencari kesalahan atau memberikan hukuman kepada tim, melainkan mekanisme perlindungan yang ada untuk mendeteksi kendala lebih awal agar akuntabilitas kerja kita semua terjaga. Dengan memastikan seluruh dokumen dan prosedur telah sesuai aturan, kita dapat menjalankan program organisasi secara lebih aman dan terstruktur," ujar Khaniza Rajwa.
Sesi kemudian dilanjutkan oleh Tonggorito Simbolon, yang akrab disapa Tonggo, selaku Legal and Risk Manager divisi FGL AIESEC in President University. Tonggo membawakan materi yang berfokus pada aspek tata kelola hukum serta kepatuhan (legal and compliance).
Pembahasan ini mencakup pentingnya pemahaman etika organisasi, tata cara pengelolaan risiko, serta pencegahan berbagai bentuk penyimpangan, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial, seperti ketidaksesuaian laporan atau kelalaian administratif.
Selain itu, sesi ini juga menggarisbawahi peran penting sistem pengawasan bertingkat, baik di tingkat lokal (Local Committee) maupun nasional.
Integrasi antara kepatuhan hukum dan transparansi pengelolaan kegiatan menjadi pondasi utama dalam menjaga integritas serta nama baik organisasi di mata seluruh pemangku kepentingan.
Legal and Risk Manager FGL AIESEC in President University, Tonggorito Simbolon, menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan bentuk tanggung jawab moral setiap anggota AIESEC.
"Penerapan standar legalitas dan pengelolaan risiko yang baik merupakan cerminan dari profesionalisme kita dalam berorganisasi. Jadi, ketika setiap anggota memahami dan mematuhi aturan hukum serta aturan internal yang ada, kita sebagai organisasi dapat beroperasi secara optimal tanpa hambatan legal di masa depan," ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas melalui kuis interaktif dan simulasi pembahasan studi kasus yang disajikan oleh para pemateri. Melalui Gardapati Masterclass (GMC) x Finance Visit ini, AIESEC in President University berharap dapat terus memperkokoh budaya kepemimpinan yang bertanggung jawab dan berintegritas tinggi di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


