bukan sekadar telur ibu ibu pkk desa langensari bersama mahasiswa kkn t ipb belajar menjaga keamanan pangan dari rumah - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Sekadar Telur, Ibu-Ibu PKK Desa Langensari Bersama Mahasiswa KKN-T IPB Belajar Menjaga Keamanan Pangan dari Rumah

Bukan Sekadar Telur, Ibu-Ibu PKK Desa Langensari Bersama Mahasiswa KKN-T IPB Belajar Menjaga Keamanan Pangan dari Rumah
images info

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB bersama ibu-ibu PKK Desa Langensari dalam kegiatan program TELAGA | Foto: Dokumentasi Pribadi


Apa yang terlintas ketika mendengar kata telur? Bahan pangan yang mudah ditemukan di dapur, sumber protein untuk keluarga, atau sekadar bahan untuk membuat berbagai menu sehari-hari? Bagi ibu-ibu PKK Desa Langensari, telur menjadi bagian dari pembelajaran tentang bagaimana menjaga keamanan pangan dapat dimulai dari hal sederhana di rumah. 

Pada 8 Agustus 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University melalui program TELAGA (Telur Aman, Berkualitas, dan Terjaga) mengajak ibu-ibu PKK Desa Langensari, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, untuk mengenal lebih jauh cara memilih, menangani, dan merawat telur dengan baik dan benar. 

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu rumah milik BUMDes Desa Langensari yang lokasinya berada tidak jauh dari peternakan ayam petelur milik BUMDes. Menariknya, telur yang digunakan sebagai bahan dalam sosialisasi juga dibeli langsung dari peternakan ayam petelur milik BUMDes. 

baca juga

Belajar dari Potensi yang Ada di Desa 

Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa KKNT Inovasi IPB terlebih dahulu mempersiapkan berbagai bahan yang diperlukan untuk sosialisasi. Beberapa butir telur disiapkan sebagai contoh agar penyampaian materi tidak hanya berupa penjelasan, tetapi juga dapat dipraktikkan secara langsung. 

Setelah persiapan selesai, ibu-ibu PKK mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Mahasiswa kemudian memaparkan materi mengenai cara memilih telur yang baik serta cara menangani dan menyimpan telur dengan tepat. 

Penyampaian materi tidak berhenti pada pemaparan. Mahasiswa juga memperagakan contoh telur yang baik dengan menggunakan telur yang telah disiapkan. Dengan adanya contoh secara langsung, peserta dapat mengamati kondisi telur sembari mengikuti penjelasan yang diberikan. 

Kegiatan tersebut menjadi semakin dekat dengan kehidupan masyarakat karena berlangsung di lingkungan yang tidak jauh dari peternakan ayam petelur milik BUMDes. Peternakan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi konteks nyata dalam pembelajaran mengenai pangan yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. 

Memilih Telur Bukan Sekadar Melihat Cangkangnya 

Dokumentasi edukasi pemilihan dan penyimpanan telur yang aman bagi keluarga | Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Dokumentasi edukasi pemilihan dan penyimpanan telur yang aman bagi keluarga | Foto: Dokumentasi Pribadi


Pengetahuan mengenai cara memilih telur menjadi penting karena kualitas bahan pangan turut menentukan keamanan makanan yang dikonsumsi keluarga.

Kementerian Pertanian melalui informasi literasinya pada Februari 2026 menjelaskan bahwa memilih telur yang tepat merupakan langkah penting untuk menjamin kualitas, keamanan, dan nilai nutrisi telur yang dikonsumsi. Telur yang baik antara lain memiliki bentuk normal, permukaan cangkang halus dan mengilap, serta tidak kotor atau retak. 

Kementerian Pertanian juga menjelaskan bahwa telur perlu ditangani dan disimpan dengan tepat. Telur yang bersih dan kotor serta telur yang retak dan tidak retak sebaiknya dipisahkan. Penyimpanan dapat dilakukan menggunakan baki atau tray telur maupun lemari pendingin dengan posisi bagian tumpul berada di atas. 

Hal serupa juga terdapat dalam panduan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Masyarakat dianjurkan memilih telur dengan kondisi cangkang yang baik dan tidak retak, menyimpannya dalam wadah kering di dalam kulkas, serta memisahkan telur mentah dari bahan pangan lainnya, terutama pangan matang. 

Informasi tersebut menunjukkan bahwa menjaga keamanan pangan tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Hal sederhana seperti memperhatikan kondisi telur sebelum membeli dan menyimpannya dengan tepat dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga pangan di rumah. 

Antusiasme Ibu-Ibu PKK dalam Diskusi 

Antusiasme Ibu-Ibu PKK dalam Mengikuti Edukasi TELAGA | Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Antusiasme Ibu-Ibu PKK dalam Mengikuti Edukasi TELAGA | Foto: Dokumentasi Pribadi


Setelah pemaparan materi dan peragaan menggunakan contoh telur, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Ibu-ibu PKK tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa. 

Sesi diskusi menjadi kesempatan bagi peserta untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan telur dan penanganannya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa KKNT Inovasi IPB kemudian memberikan penjelasan berdasarkan materi yang telah disiapkan. 

Antusiasme peserta membuat kegiatan TELAGA berlangsung lebih hidup. Topik keamanan pangan yang dekat dengan aktivitas rumah tangga membuat peserta dapat mengikuti pembahasan sekaligus berdiskusi secara langsung dengan mahasiswa. 

“Program TELAGA sangat bagus dan sangat penting bagi ibu-ibu. Dengan adanya program TELAGA, ibu-ibu jadi tahu cara merawat telur dengan baik dan benar,” ujar Ibu Yeti, Sekretaris PKK Desa Langensari.

baca juga

Dari Sebutir Telur, Dimulai dari Rumah 

Program TELAGA memperlihatkan bahwa edukasi mengenai keamanan pangan dapat dilakukan melalui sesuatu yang sangat dekat dengan masyarakat. Telur yang biasa ditemukan di dapur menjadi pintu masuk untuk membicarakan pentingnya memilih dan menangani bahan pangan secara tepat. 

Kegiatan ini juga mempertemukan dua potensi yang ada di Desa Langensari. Di satu sisi terdapat peternakan ayam petelur milik BUMDes yang menyediakan telur, sementara di sisi lain terdapat ibu-ibu PKK yang menjadi sasaran edukasi dan dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

Bagi mahasiswa KKNT Inovasi IPB, kegiatan TELAGA menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Sementara bagi ibu-ibu PKK Desa Langensari, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan mengenai cara memilih dan merawat telur dengan baik dan benar. 

Pada akhirnya, menjaga keamanan pangan tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Pengetahuan tersebut dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana di rumah, termasuk ketika memilih, menangani, dan menyimpan sebutir telur. 

Dari lingkungan peternakan milik desa, pengetahuan dibawa ke ruang belajar bersama. Dari sana, sebuah pesan sederhana muncul: pangan yang aman dapat dimulai dari perhatian kecil di rumah. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.