Keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan cara mengolah dan memilih makanan, tetapi juga erat dengan kebersihan diri, lingkungan, serta kebiasaan hidup sehat.
Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKNT Keamanan Pangan IPB University selama menjalankan pengabdian di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Melalui berbagai kegiatan edukasi dan aksi bersama, mahasiswa mengajak masyarakat mengenal keamanan pangan sekaligus menerapkannya melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari siswa sekolah dasar hingga warga desa.
Selain edukasi keamanan pangan melalui Program GEMA PANGAN (Gerakan Edukasi Masyarakat Aman Pangan) dan SAPA UMKM (Sahabat Pendamping UMKM), KKNT KP IPB juga menghadirkan program tambahan berupa Squad Pendekar Kebersihan dan Senam Sehat Leuwisadeng.
Kedua kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan, kebersihan diri, dan pola hidup sehat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari budaya keamanan pangan.
Melalui edukasi yang dipadukan dengan kegiatan langsung, mahasiswa berupaya membangun kedekatan dengan warga sekaligus mendorong kebiasaan baik yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan Desa Leuwisadeng.
Squad Pendekar Kebersihan Ajak Anak Peduli Lingkungan

Anak-anak Desa Leuwisadeng mengikuti kegiatan Squad Pendekar Kebersihan dengan membersihkan lingkungan sekitar, Rabu (22/7/2026). | Foto: Dokumentasi Pribadi
Squad Pendekar Kebersihan dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) dengan melibatkan 15 anak dari Desa Leuwisadeng. Aktivitas ini berfokus pada pembersihan lingkungan desa, terutama area kebun yang berada di sekitar permukiman.
Para peserta diajak melakukan kerja bakti dengan membersihkan sampah di lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk terlibat secara langsung dalam menjaga kebersihan tempat tinggal mereka.
Namun, kontribusi tidak berhenti pada aktivitas membersihkan lingkungan. Mahasiswa KKNT KP IPB University juga memberikan edukasi mengenai foodwaste atau sampah makanan kepada para peserta.
Anak-anak dikenalkan pada dampak dari sampah makanan yang tidak dikelola dengan baik. Melalui edukasi tersebut, mereka diajak memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan juga berkaitan dengan kebiasaan dalam mengonsumsi dan mengolah makanan.
Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai cara mencuci tangan yang baik. Kebiasaan sederhana ini penting untuk menjaga kebersihan diri dan membantu mengurangi risiko perpindahan kuman melalui tangan.
Dengan menggabungkan kerja bakti dan edukasi, Squad Pendekar Kebersihan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar bahwa menjaga lingkungan dan menjaga kebersihan diri merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa edukasi mengenai keamanan dan kebersihan pangan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dengan dunia anak. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi turut bergerak dan mempraktikkan secara langsung.
Senam Sehat Leuwisadeng Bangun Kebiasaan Aktif

Warga lintas usia bersama mahasiswa KKNT KP IPB University usai mengikuti Senam Sehat Leuwisadeng, Sabtu (25/7/2026). | Foto: Dokumentasi Pribadi
Semangat menjaga kesehatan kemudian dilanjutkan melalui kegiatan Senam Sehat Leuwisadeng pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai kelompok usia di Desa Leuwisadeng, mulai dari ibu-ibu, remaja, hingga anak-anak. Sebanyak 31 warga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Suasana senam berlangsung meriah. Warga terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu selama kegiatan.
Bagi mahasiswa KKNT KP IPB University, antusiasme tersebut menjadi salah satu hal yang menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti olahraga bersama dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Senam tidak hanya ditujukan sebagai aktivitas fisik. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi lebih dekat dengan warga Desa Leuwisadeng.
Melalui suasana yang santai dan terbuka, mahasiswa dan warga dapat berkomunikasi serta membangun hubungan yang lebih dekat.
Hal tersebut menjadi penting dalam kegiatan pengabdian karena keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh materi yang diberikan, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat di dalamnya.
Olahraga bersama diharapkan dapat mendorong warga untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai salah satu bagian dari pola hidup sehari-hari.
Tidak harus selalu melalui kegiatan yang kompleks, kebiasaan berolahraga dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan bersama keluarga maupun lingkungan sekitar.
Edukasi Keamanan Pangan Hadir di Sekolah

Mahasiswa tim KKNT KP IPB University memberikan edukasi keamanan pangan secara interaktif kepada siswa kelas 5 SD Negeri Leuwisadeng, Rabu (29/7/2026). | Foto: Dokumentasi Pribadi
Selain dua kegiatan tersebut, tim KKNT KP IPB University juga melaksanakan edukasi keamanan pangan bagi siswa SD Negeri Leuwisadeng melalui Program GEMA PANGAN (Gerakan Edukasi Masyarakat Aman Pangan).
Pada Rabu (29/7/2026), sekitar 50 hingga 60 siswa kelas 5 mengikuti edukasi yang dikemas secara interaktif melalui permainan, video animasi, dan praktik sederhana.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Misi Detektif Pangan. Siswa diajak mengamati beberapa produk pangan dengan kondisi berbeda, seperti kemasan robek atau produk yang telah kedaluwarsa. Mereka kemudian diminta menentukan apakah produk tersebut aman dikonsumsi.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga dikenalkan dengan prinsip CEK KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi pangan kemasan.
Mahasiswa juga mengajak siswa mempraktikkan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Poster mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan di Sekolah dan cara mencuci tangan yang benar turut dipasang di lingkungan sekolah.
Pendampingan UMKM Perkuat Keamanan Pangan di Tingkat Pelaku Usaha

Mahasiswa KKNT KP IPB University menyerahkan sertifikat kepada salah satu pelaku UMKM sektor pangan di Desa Leuwisadeng, Bogor. | Foto: Dokumentasi Pribadi
Di sisi lain, tim KKNT KP IPB University turut memberikan pendampingan kepada 11 UMKM sektor pangan di Desa Leuwisadeng melalui program SAPA UMKM (Sahabat Pendamping UMKM) yang bekerja sama dengan BPOM RI.
Pendampingan yang berlangsung sepanjang Juli—Agustus 2026 tersebut memberikan edukasi mengenai kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan.
Mahasiswa juga membantu pelaku usaha dalam beberapa aspek administrasi, seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), penyusunan laporan keuangan, serta pendataan suplai dan stok.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha pangan di desa agar memiliki pengelolaan usaha yang lebih tertata.
Membentuk Kebiasaan dari Hal Sederhana

Mahasiswa tim KKNT KP IPB University berfoto bersama anak-anak dan warga Desa Leuwisadeng. | Foto: Dokumentasi Pribadi
Kawan GNFI, rangkaian kegiatan tambahan yang dilakukan tim KKNT KP IPB University di Desa Leuwisadeng menunjukkan bahwa membangun kesadaran hidup sehat dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Melalui Squad Pendekar Kebersihan, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan diri. Sementara itu, Senam Sehat Leuwisadeng menjadi ruang bagi warga berbagai usia untuk bergerak aktif sekaligus mempererat kebersamaan.
Di tengah kesibukan masyarakat, kegiatan seperti membersihkan lingkungan bersama dan berolahraga mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak orang, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, tim KKNT KP IPB University berharap kegiatan selama berada di Desa Leuwisadeng dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Bukan hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga melalui kebiasaan baik yang terus dilanjutkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


