Kemandirian tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Bagi anak-anak, kemampuan melakukan aktivitas sederhana secara mandiri dapat menjadi langkah awal untuk membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab. Berangkat dari gagasan tersebut, mahasiswa KKN IPB University menghadirkan programĀ GEMAR (Gerakan Mandiri) bagi siswa SDN 2 Rancamaya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Program yang dilaksanakan selama rangkaian KKN IPB University pada 6 Juli hingga 14 Agustus 2026 tersebut melibatkan 58 siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN 2 Rancamaya. GEMAR dirancang untuk memperkenalkan kemandirian kepada anak melalui aktivitas praktis sekaligus mendorong mereka untuk berani memikirkan dan menuliskan cita-cita.
Pemilihan sasaran pada siswa kelas atas sekolah dasar bukan tanpa alasan. Rentang usia ini merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan mandiri, sebelum anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya yang menuntut tanggung jawab lebih besar terhadap diri sendiri. Beberapa kajian pendidikan anak usia sekolah menunjukkan bahwa kemandirian belajar dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari pada anak sekolah dasar masih tergolong rendah, di mana anak cenderung bergantung pada orang tua, teman, atau guru dalam menyelesaikan tugasnya sendiri, sehingga diperlukan intervensi yang mengenalkan sikap mandiri sejak dini secara terstruktur.
Salah satu kegiatan dalam program GEMAR adalah "Aku Bisa Menyetrika". Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengajarkan siswa keterampilan dasar menyetrika pakaian dengan menggunakan setrika dan pakaian sebagai media praktik. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan menggunakan setrika, tetapi juga memperkenalkan nilai kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Siswa didorong untuk mulai melakukan pekerjaan sederhana yang dapat mereka kerjakan sendiri dengan tetap memperhatikan keselamatan saat menggunakan peralatan rumah tangga.
Pendekatan belajar melalui praktik langsung ini sejalan dengan pandangan bahwa kemandirian anak sejak usia dini erat kaitannya dengan kebiasaan menjalankan aktivitas sehari-hari secara konsisten, dan bahwa penanaman kebiasaan tersebut akan memudahkan anak ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Dengan kata lain, keterampilan sekecil apa pun yang dilatih berulang, seperti menyetrika pakaian sendiri, dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya rasa tanggung jawab yang lebih luas.
Selain keterampilan praktis, GEMAR juga mengajak siswa untuk melihat kemandirian dari sisi lain melalui kegiatan "Pohon Harapan". Dalam kegiatan ini, siswa menuliskan harapan atau cita-cita mereka pada lembar kertas yang kemudian menjadi bagian dari Pohon Harapan. Pohon Harapan menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan keinginan dan cita-cita mereka. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk berani membayangkan masa depan dan menyadari bahwa cita-cita dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang.
Menuliskan cita-cita secara sadar juga memiliki kaitan erat dengan motivasi belajar anak. Motivasi belajar dipahami sebagai daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan, mengarahkan, dan menjaga keberlangsungan kegiatan belajar hingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Ketika seorang anak memiliki gambaran tujuan yang jelas, sekecil apa pun bentuknya seperti selembar kertas cita-cita yang tergantung di Pohon Harapan, arah belajarnya menjadi lebih bermakna, karena ada sesuatu yang ingin dicapai di baliknya.
Pelaksanaan GEMAR menggunakan media sederhana seperti setrika, pakaian, spidol, dan kertas harapan. Kesederhanaan media tersebut justru membuat kegiatan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan memungkinkan pesan mengenai kemandirian disampaikan melalui pengalaman langsung, bukan sekadar teori di dalam kelas.
Bagi mahasiswa KKN IPB University, GEMAR menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung perkembangan karakter anak di Desa Rancamaya. Kemandirian yang dibangun sejak usia sekolah diharapkan tidak berhenti pada kemampuan melakukan pekerjaan sederhana, tetapi berkembang menjadi sikap bertanggung jawab, percaya diri, dan berani menentukan tujuan. Hal ini juga sejalan dengan temuan bahwa keluarga dan lingkungan pendidikan memiliki peran utama dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak melalui pembiasaan sikap mandiri sejak tahap awal perkembangannya.
Melalui GEMAR, mahasiswa KKN IPB University ingin menyampaikan bahwa kemandirian dapat dimulai dari hal sederhana, sementara cita-cita dapat dimulai dari sebuah tulisan kecil. Dari belajar menyetrika hingga menuliskan harapan di Pohon Harapan, siswa SDN 2 Rancamaya diajak untuk belajar melakukan sesuatu dengan tangannya sendiri sekaligus berani membayangkan masa depannya. Program ini menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter anak tidak selalu memerlukan program besar dan rumit, melainkan dapat tumbuh dari kegiatan-kegiatan kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh makna.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


