Tahukah Kawan GNFI jika ada berbagai makanan Jepang yang terlihat mirip secara visual dengan makanan-makanan Indonesia. Bahkan, bukan hanya satu makanan, tapi berbagai makanan.
Ada makanan yang berbahan sama persis, tapi disajikan dengan cara yang berbeda. Di sisi lain, ada pula makanan yang “tampak” mirip secara visual, tetapi memiliki rasa yang jauh berbeda.
Terdapat kemungkinan bahwa persamaan beberapa makanan terjadi di masa lalu karena budaya Tiongkok. Jalur perdagangan di masa lalu membawa berbagai teknik memasak yang unik, seperti mi dan lumpia.
Kira-kira, makanan Indonesia apa saja yang tampak mirip dengan makanan Jepang?
Daftar Makanan Indonesia dan Jepang yang Tampak Mirip
Merangkum dari akun Instagram resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, di bawah ini adalah beberapa makanan Indonesia yang punya rasa dan bentuk yang hampir mirip:
Gohu Ikan (Indonesia) vs Sashimi (Jepang)

Sashimi | OCDP/WikimediaCommons
Kedua hidangan ini memiliki konsep dasar yang sama, yaitu mengonsumsi ikan laut dalam keadaan mentah dan segar. Gohu ikan merupakan kuliner khas dari Ternate yang biasanya menggunakan ikan tuna atau cakalang.
Namun, ada perbedaan antara kedua makanan ini. Gohu ikan diolah dengan campuran bumbu seperti perasan jeruk nipis, bawang merah, dan cabai rawit yang dipotong-potong, sehingga menghasilkan perpaduan rasa asam, segar, dan pedas yang tajam.
Sementara itu, sashimi cenderung disajikan tanpa campuran bumbu di dalamnya. Hal ini membuat rasanya menjadi lebih “natural”.
Bakwan (Indonesia) vs Kakiage (Jepang)

Kakiage di atas mi | 毒島みるく /WikimediaCommons
Secara visual, bakwan dan kakiage tampak mirip karena merupakan gorengan sayur dengan adonan tepung yang renyah. Keduanya menggunakan bahan sayuran yang serupa, seperti irisan wortel, kubis, hingga tauge yang dicampur ke dalam adonan tepung lalu digoreng hingga garing.
Di Indonesia, bakwan sangat populer sebagai camilan atau lauk pendamping. Sementara itu, kakiage lebih umum dijumpai sebagai menu pendamping atau topping untuk hidangan mie, seperti ramen, udon, atau soba.
Martabak Telur (Indonesia) vs Okonomiyaki (Jepang)

Okonomiyaki - ume-y/WikimediaCommons
Okonomiyaki dibuat dari adonan tepung yang dicampur dengan banyak irisan kol dan berbagai jenis seafood. Makanan ini disajikan dengan siraman saus manis-gurih khas Jepang di atasnya.
Di sisi lain, martabak telur menggunakan kulit martabak yang sangat tipis untuk membungkus isian berupa telur (ayam atau bebek), daging cincang, serta daun bawang. Martabak telur biasanya disajikan bersama acar cuka yang segar.
Lumpia (Indonesia) vs Harumaki (Jepang)

Harumaki | Kykk Wiki/WikimediaCommons
Lumpia dan harumaki sama-sama menggunakan kulit pembungkus yang digoreng hingga memberikan tekstur renyah di luar. Lumpia, seperti lumpia Semarang, memiliki isian yang sangat khas, yakni dengan rebung (tunas bambu), sayuran, serta daging.
Lebih lanjut, harumaki umumnya berisikan campuran daging cincang atau udang yang dipadukan dengan sayuran seperti wortel dan kubis. Harumaki sering disajikan sebagai makanan pembuka, lauk bento, atau menu pendamping.
Kue Apem (Indonesia) vs Dorayaki (Jepang)

Dorayaki | ocdp/WikimediaCommons
Bagi Kawan GNFI yang merupakan penggemar kartun Doraemon, bentuk Dorayaki tentu sudah sangat familier, bukan? Secara visual, Dorayaki ini sangat mirip dengan camilan tradisional Indonesia, yaitu kue apem.
Meskipun bentuk bulat kecokelatannya hampir identik, keduanya memiliki perbedaan rasa yang cukup kontras. Dorayaki adalah kue manis yang memiliki isian di tengahnya, seperti selai kacang merah (anko), cokelat, atau matcha. Sebaliknya, kue apem tradisional umumnya disajikan secara polos tanpa isian, dengan cita rasa gurih khas santan dan kelapa yang dominan.
Selain makanan di atas, sebetulnya masih banyak makanan asal Indonesia dan Jepang lainnya yang tampak mirip. Dari semua makanan di atas, mana yang jadi favorit Kawan GNFI?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


