Dua pemuda asal Jawa Timur, Denis Saputra dan Ahmad Ubaidillah, sukses mengukir sejarah baru di Jepang. Mereka resmi dilantik sebagai anggota korps pemadam kebakaran sukarela atau Shobodan di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki.
Pencapaian ini sangat istimewa karena keduanya menjadi warga negara asing pertama yang bergabung dalam korps tersebut di Hasami.
Denis yang berusia 26 tahun dan Ahmad yang berusia 25 tahun sebenarnya adalah peserta magang teknis di bidang konstruksi. Sehari-hari, mereka bekerja di sebuah perusahaan Ueyama Construction atau Kamiyama Kensetsu.
Keputusan untuk merekrut mereka berawal dari rekomendasi pihak perusahaan tempat mereka bekerja kepada pemerintah daerah setempat. Perusahaan menilai keduanya memiliki semangat kerja yang luar biasa dan mampu berbaur dengan masyarakat lokal dengan sangat baik.
Kekurangan Personel
Jepang saat ini memang sedang menghadapi tantangan besar berupa penurunan populasi yang berdampak pada kekurangan personel pemadam kebakaran. Kota Hasami sendiri mencatat jumlah personel relawan yang masih belum mencukupi kuota ideal yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, bergabungnya dua pemuda Jawa Timur itu menjadi angin segar bagi penambahan kuantitas sumber daya manusia anggota Shobodan.
Sebagai anggota Shobodan, tugas Denis dan Ahmad memang tidak diarahkan untuk langsung memadamkan kobaran api di garis depan. Fokus utama peran mereka adalah memberikan dukungan operasional atau rear support di lokasi bencana.
Hal ini mencakup tugas-tugas penting seperti mengangkut peralatan pemadam kebakaran hingga menyerukan prosedur evakuasi kepada warga. Keduanya tetap menjalani pelatihan intensif mengenai penggunaan alat dan penanganan kondisi darurat agar siap bertugas kapan saja.
Motivasi Sederhana yang Membawa Dampak Besar
Dalam sebuah tayangan di NCC, disebutkan bahwa keinginan Ahmad menjadi relawan muncul karena rasa terima kasih atas kebaikan masyarakat Jepang yang ia temui selama bekerja. Ia merasa bahwa membantu sesama warga adalah cara terbaik untuk membalas keramahan yang ia terima.
Sementara itu, Denis yang sudah menetap selama tiga tahun di Jepang merasa inilah saatnya untuk lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Ia berharap keberadaannya bisa memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan warga di tempat ia mencari nafkah.
Ahmad dan Denis menjadi WNI selanjutnya yang ikut menyumbang tenaga mereka untuk Jepang. Sebelumnya, sudah ada WNI lain yang bekerja di bidang transportasi, salah satunya sopir bus.
Kepercayaan yang diberikan oleh otoritas Jepang ini membuktikan bahwa kualitas dan integritas pekerja Indonesia cukup moncer. Jika kinerja mereka bagus, bukan tak mungkin suatu hari nanti akan semakin banyak WNI yang mendapatkan izin tinggal tetap ata menjadi residen di Jepang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


