kkn t inovasi ipb sibanteng 2026 ajak pkk berkarya lewat program lestari flora tumbuhkan kreativitas dan kepedulian lingkungan - News | Good News From Indonesia 2026

KKN-T Inovasi IPB Sibanteng 2026 Ajak PKK Berkarya lewat Program " Lestari Flora", Tumbuhkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan

KKN-T Inovasi IPB Sibanteng 2026 Ajak PKK Berkarya lewat Program " Lestari Flora", Tumbuhkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan
images info

Dokumentasi pribadi


Suasana Balai Desa Sibanteng terasa istimewa hari itu, Jumat (31/7/2026). Belasan ibu anggota PKK berkumpul dengan antusias mengikuti pelatihan pembuatan totebag bermotif alami dalam program bertajuk “Lestari Flora”.

Kawan GNFI, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB yang bertugas di Desa Sibanteng pada 2026. Mereka mengusung teknik ecoprint pounding, yaitu metode mencetak motif daun dan bunga ke media tote bag melalui proses pemukulan atau pounding

Program ini digagas sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan di kalangan masyarakat.

Dedaunan dan bunga yang mudah ditemukan di sekitar desa dimanfaatkan sebagai bahan utama, sehingga berpotensi membuka peluang usaha kreatif baru bagi kelompok masyarakat sasaran.

Sebelum pelatihan berlangsung, tim mahasiswa KKN-T Inovasi IPB lebih dulu melakukan survei ketersediaan dedaunan dan bunga di sekitar desa yang berpotensi menghasilkan motif ecoprint yang baik. Kemudian, mengolah totebag yang akan digunakan melalui proses scouring dan mordanting agar motif yang dihasilkan bisa terlihat lebih jelas, sekaligus menyiapkan alat dan bahan seperti tote bag polos dan alas pemukul.

baca juga

Adapun alat pemukul berupa palu dibawa oleh masing-masing peserta. Pada hari pelaksanaan, tim mahasiswa turut mendampingi peserta hingga produk selesai dibuat. Kegiatan diakhiri dengan penilaian terhadap hasil karya peserta, pengumpulan masukan mengenai minat keberlanjutan usaha, serta diskusi ringan mengenai potensi pemasaran produk ecoprint ke depannya.

Aktivitas ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Salah satu ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) yang mengikuti pelatihan mengaku senang bisa mencoba hal baru yang sekaligus bermanfaat.

“Tidak disangka, ternyata daun sama bunga yang ada di halaman rumah bisa jadi motif yang bagus di tas. Prosesnya juga gampang diikuti, cuma perlu sabar pas mukul-mukulnya biar warnanya nempel rata,” ujar Eka sembari menunjukkan totebag hasil karyanya.

Ibu PKK lainnya menambahkan bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilanjutkan agar keterampilan warga semakin terasah.

“Kami harap ini tidak hanya sampai di sini. Kalau ada pelatihan lanjutan atau pendampingan, siapa tahu ke depannya bisa beneranjadi usaha yang dijual, bukan cuma buat dipakai sendiri,” tutur Maulida.

Sementara itu, Rifki selaku koordinator PIC kegiatan dari mahasiswa KKN-T Inovasi IPB Sibanteng menyampaikan bahwa antusiasme peserta menjadi modal penting bagi keberlanjutan program.

baca juga

Alhamdulillah, responsnya di luar ekspektasi kami. Ibu-ibu aktif nanya, dan hasil pukulannya juga rapi-rapi. Ini jadi sinyal bagus kalau kegiatan ini punya potensi besar buat dikembangkan lebih jauh,” jelas Rifki.

Ia juga menegaskan bahwa program Lestari Flora sejalan dengan upaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus ekonomi kreatif di tingkat desa.

“Harapan kami, nanti bisa terbentuk kelompok kecil yang konsisten produksi ecoprint secara mandiri. Kalau serius ditekuni, bukan enggak mungkin ini berkembang jadi usaha yang dikenal sampai luar desa,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, tim KKN-T Inovasi IPB Sibanteng 2026 berharap dapat menumbuhkan minat masyarakat, termasuk generasi muda, terhadap produk kreatif berbahan alami. Selain membuka potensi usaha sampingan berbasis kerajinan ecoprint, program ini juga diharapkan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pemanfaatan kekayaan alam di sekitar desa.

Dalam jangka panjang, Kawan GNFI, program Lestari Flora diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas masyarakat di bidang keterampilan kreatif, sekaligus membuka jalan bagi terbentuknya unit usaha berbasis produk ramah lingkungan di Desa Sibanteng.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.